Yohanes: “Orang Berbahaya” Bukan Karena Kuasa, Tapi Karena Fungsi. Yohanes Pembaptis bukan raja, bukan imam resmi Bait Allah, bukan tokoh politik, bukan influencer agama arus utama. Namun secara fakta realita menurut Matius 3:5: seluruh Yerusalem, seluruh Yudea… datang kepadanya.
Ini anomali
sosial.
Dalam sejarah Yudea abad 1, otoritas identik dengan Bait Allah + Romawi. Legitimasi identik dengan garis imam (keturunan Harun). Yohanes bukan bagian dari semua itu. Dia datang dari padang gurun.
Orang yang
berbahaya bukan orang yang berkuasa, tapi orang yang tidak tergantung sistem, tidak
bisa dikendalikan sistem, tapi didengar oleh massa. Itulah Yohanes.
Yohanes Bukan “Tujuan”, Tapi “Penunjuk”
Injil Yohanes 1:23 memberi pesan penting tentang Yohanes Pembaptis: “Aku suara… di padang gurun.”. Dia tidak bilang bahwa “aku adalah nabi besar” atau “aku adalah pemimpin gerakan”. Tetapi, dia bilang “aku adalah suara”.
Suara sifatnya sementara.
Suara bukan firman. Yohanes hanyalah suara. Yesus Kristus adalah Firman. Artinya,
Yohanes tidak pernah didesain untuk bertahan lama.
Fakta Paling Tidak Nyaman: Muridnya Harus Pergi
Injil Yohanes
3:30 beri kesan: “Ia harus makin besar, aku harus makin kecil.” Secara empiris,
gerakan Yohanes sukses, banyak massa mendatanginya, dia bisa saja membangun
“kerajaan rohani” sendiri. Tapi dia membubarkan dirinya sendiri. Ini sesuatu
yang berbahaya bagi ego manusia.
Mengapa Yesus Tidak Menolong Yohanes?
Pertanyaan ini merupakan bagian paling “mengganggu iman sentimental”. Apa yang terjadi pada Yohanes Pembaptis? Dia dipenjara oleh Herodes Antipas dan akhirnya dipenggal (Injil Markus 6)
Sementara Yesus, menyembuhkan orang asing, membangkitkan orang mati, mengusir setan. Tetapi Yesus tidak selamatkan Yohanes.
Dalam Injil
Matius 11:3, Yohanes menyuruh orang bertanya kepada Yesus: “Engkaukah yang akan
datang itu?” Bahkan Yohanes pun goyah.
Apa jawaban
Yesus? Yesus tidak berkata: “Tenang, Aku akan mengeluarkanmu dari penjara”.
Tetapi, Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa
yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan,
orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan
kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak
menjadi kecewa dan menolak Aku (Matius 11:4-6)
Yesus mengarahkan: “Lihat MISI, bukan keadaanmu.”
Dalam konteks Yahudi abad 1, Mesias diharapkan membebaskan dari penindasan. Termasuk membebaskan nabi dari penjara. Tapi Yesus tidak lakukan itu. Artinya, Yesus menolak definisi Mesias versi manusia.
Jika Yesus
selamatkan Yohanes, maka Yohanes bisa jadi pusat gerakan, orang tetap melekat
pada Yohanes, dan transisi ke Yesus bisa terganggu. Maka secara keras, Kematian
Yohanes adalah bagian dari keberhasilan misinya.
Yohanes: Nabi Terbesar, Tapi Bukan Pusat
Di dalam Matius
11:11, Yesus berkata “Tidak ada yang lebih besar dari Yohanes…”, dan “…yang
terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari dia.”. ini sebuah paradoks. Yohanes
adalah puncak Perjanjian Lama tapi bukan bagian penuh dari era baru.
Lalu, Siapa Sebenarnya Yohanes?
Secara ringkas
Yohanes:
1. nabi padang
gurun di luar sistem kekuasaan
2. “Suara” yang
menunjuk, bukan tujuan
3. Transisi
antara dua zaman: hukum Taurat → Kerajaan Allah
4. Orang yang tahu
kapan mulai dan tahu kapan harus hilang
Inti Paling Dalam: Tujuan Melebihi Keselamatan Pribadi
Ini bagian yang paling keras. Kita berpikir bahwa kalau Tuhan sayang, pasti selamatkan. Tapi kisah Yohanes menunjukkan bahwa Tuhan tidak selalu menyelamatkan hidup kita. Tapi selalu menggenapi tujuan hidup kita.
Yohanes adalah model ekstrem. Dia tidak membangun identitas dari jabatan. Tidak mempertahankan pengikut. Tidak menyelamatkan diri. Tidak mengontrol hasil akhir. Dia hanya setia pada tujuan yang menunjuk kepada Kristus.
Mari ingat kembali, orang yang berbahaya di dunia ini bukan yang punya jabatan, bukan yang punya kuasa, bukan yang punya massa. Tetapi, orang yang tahu tujuannya dan rela hilang setelah tujuan itu tercapai.
Saat Yohanes bertanya
kepada Yesus: “Engkaukah yang akan datang itu?” Mengapa Yesus menjawab: “Orang
buta melihat ...”? Yesus sedang mengarahkan kepada Injil dan mujizat. mengapa?
Karena itulah fungsi Yohanes Pembaptis: menyiapkan jalan bagi Yesus. Injil
sudah diberitakan maka tujuan hidup Yohanes di dalam Tuhan sudah final. Sudah tercapai.
0 comments:
Post a Comment