Dopamine HitLawan dari kemiskinan adalah ketidakbosanan
Kemiskinan jarang lahir dari perut yang kosong saja.
Ia lebih sering lahir dari pikiran yang tak tahan hening.
Di sanalah dopamine hit bekerja. Sunyi tapi mematikan.
Dopamin bukan hormon kebahagiaan; ia adalah hormon kejaran.
Ia tidak membuat manusia puas, justru membuat manusia gelisah jika tidak ada rangsangan baru.
Scroll
berikutnya. Notifikasi berikutnya. Diskon berikutnya. Sensasi berikutnya.
Hidup berubah
menjadi mesin pencari “yang cepat, mudah, dan bikin ketagihan.”
Dalam budaya dopamine hit, kebosanan diperlakukan seperti musuh.
Padahal justru kebosanan adalah ruang lahirnya disiplin, daya tahan, dan visi jangka panjang.
Ketika
seseorang tak sanggup bosan, ia juga tak sanggup menunggu. Dan siapa yang tak
sanggup menunggu, tak akan pernah menanam.
Kemiskinan modern bukan semata-mata soal kurang uang, tapi soal ketidakmampuan menunda kepuasan.
Uang habis bukan karena kecilnya penghasilan, melainkan karena pikiran selalu lapar akan sensasi.
Beli untuk merasa hidup. Konsumsi untuk
menenangkan diri. Hiburan menjadi anestesi bagi kecemasan eksistensial.
Ironisnya,
sistem tahu ini.
Ekonomi hari ini dibangun bukan untuk membuat orang sejahtera, tapi agar mereka terus terangsang.
Aplikasi gratis, tapi perhatianmu yang dijual. Konten singkat, tapi
menggerogoti fokus. Semua dirancang agar otakmu kecanduan hadiah kecil dan lupa
pada tujuan besar.
Di sinilah
kalimat itu menjadi provokatif sekaligus tidak populer:
lawan dari kemiskinan adalah ketidakbosanan.
Orang yang
tahan bosan sanggup membaca buku tebal.
Orang yang
tahan bosan sanggup menekuni keterampilan tanpa pujian.
Orang yang
tahan bosan sanggup hidup sederhana demi masa depan yang belum terlihat.
Ketidakbosanan
melahirkan ketekunan.
Ketekunan
melahirkan kompetensi.
Kompetensi
melahirkan nilai.
Dan
nilai bukan sensasi yang mengundang keberlimpahan.
Maka mungkin masalah kita bukan kurang motivasi, tapi kelebihan dopamin murah.
Kita terlalu
sering “merasa hidup”, tapi jarang benar-benar membangun hidup.
Di zaman
ketika semua berlomba memberi dopamine hit, keberanian terbesar justru adalah
memilih sunyi. Duduk lama dengan satu hal. Menolak gangguan. Mengizinkan diri
bosan sampai dari kebosanan itu lahir sesuatu yang bernilai.
Karena
kemiskinan bukan hanya soal isi dompet.
Ia juga soal
kedangkalan fokus.
Dan fokus
yang dangkal selalu mahal harganya.
Setia itu MAHAL, karena itu tidak dapat diraih oleh mereka yang MURAHAN