Monday, January 9, 2023

,

Apakah Engkau Mengasihi Aku?

 

grefer pollo

oleh: Grefer Pollo


Yohanes 21:18

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

“Jangan sebut nama saya”. Saya mengatakan hal ini kepada Ketua Majelis Jemaat di Gereja tempat saya berbakti. 

Waktu itu, saya dipercayakan sebagai ketua seksi acara peringatan Paskah dan Pentakosta di Gereja. 

Oleh karena acara ini melibatkan semua komponen jemaat dan pembukaan kegiatannya akan dihadiri oleh Gubernur NTT, maka kami semua berlatih sedemikian rupa untuk memastikan acaranya berjalan dengan baik dan memuaskan. 

Saya meminta kepada Ketua Majelis Jemaat tersebut agar memberi sambutan dalam acara pembukaan. 

Beliau setuju dan ingin menyebut nama saya sebagai “sutradara” dari acara dimaksud tetapi saya menolak: “Jangan sebut nama saya”.

 

Saat beliau memberi sambutan di acara pembukaan itu, saya sedang berada di luar gedung gereja karena harus mengawasi semua petugas acara dan memastikan acara berjalan sebagaimana seharusnya. 

Dalam sambutannya itu, beliau menyebut nama saya sebagai “sutradara” dari acara yang sementara berjalan dengan baik. Saat saya mendengar itu air mata saya menetes dan saya katakan dalam hati “ Itu nama Tuhan Yesus yang disebutkan”. 

Secara spontan perkataan ini muncul di hati saya untuk menjaga agar saya tidak terjebak dalam kesombongan, mencari pujian yang sia-sia, ataupun agenda pribadi lainnya. 

Karena memang semua karena Tuhan Yesus dan hanya Dia sajalah yang patut dipuji. Amin.

 

Ada banyak orang yang suka menepuk dada sambil berkata baik secara verbal atau dalam hatinya bahwa tanpa dia sesuatu tidak dapat terjadi ataupun berjalan dengan baik.

 

Kisah dalam Yohanes 21 ini unik. Petrus baru saja 3 kali menyangkal Yesus tetapi dalam percakapan Yesus dengan Petrus, hal penyangkalan itu sama sekali tidak dibicarakan oleh Yesus. 

Percakapan Yesus difokuskan kepada isi hati Petrus, kepada agenda pribadinya. Agenda pribadi Petrus adalah menyelamatkan nyawanya, mengurus pentingan pribadi, dan perutnya sendiri. 

Dan dalam konteks ini agenda Petrus adalah menangkap ikan, sesuatu yang sudah dia tinggalkan beberapa tahun sebelumnya (Lukas 5:11). 

Yesus melihat bahwa agenda ini tidak menghasilkan apa-apa (ayat 3 dan 5). 

Yesus hadir lalu menyediakan apa yang mereka butuhkan (ayat 5 dan 6) kemudian menuntun Petrus kembali kepada agenda yang sudah Yesus percayakan kepadanya sebelumnya (Matius 16:18 - Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya) melalui pertanyaan: “Apakah engkau mengasihi (agapaõ) Aku?”.

 

Pertanyaan ini menohok isi hati Petrus. 

Dalam bacaan di atas, Yohanes 21:18, kita dapat melihatnya dari beberapa sudut pandang. 

Tetapi, saya melihat siratan makna bahwa meski Petrus punya agenda tersendiri namun akan ada suatu saat dia akan menyerah kepada agenda Tuhan dalam dirinya (Yohanes 21:19, kematian Petrus memuliakan Allah). 

Pada akhirnya, pertanyaan Yesus “Apakah engkau mengasihi (agapaõ) Aku?” telah berhasil mengembalikan Petrus kepada agenda yang sudah Yesus percayakan kepadanya sebelumnya.

 

Dalam perenungan saya terhadap bagian ini saya mendapati bahwa ada orang-orang yang suka menyelipkan agenda pribadi untuk mencari keuntungan pribadi sehingga hilang kepedulian terhadap agenda kelompok. 

Demikian pula mereka yang suka bersaing untuk menunjukkan kemampuan diri. Tuhan Allah memiliki misi besar Kerajaan Allah yang tidak dapat dikerjakan seorang diri ataupun menjadi single fighter. 


Misi Kerajaan Allah dapat dikerjakan melalui perubahan pikiran, jiwa dan hati dari – “AKU sedang dalam misi menjadi KITA sedang dalam misi”.

 

Membawa agenda pribadi yang tidak sejalan dengan misi Kerajaan Allah tidak akan berbuah apa-apa selain membuat kita kecewa dan malu pada akhirnya.

 

Mengingat kembali pengalaman saya di atas, kembali mendorong saya untuk hidup berpusat kepada Kristus. 

Mengingat agenda yang sudah Kristus percayakan dalam tim di mana saya juga ada di dalamnya. 

Untuk melakukannya dengan sepenuh hati dan jiwa, dan mengembalikan segala kemuliaan hanya bagi-Nya.

 

What would have to change in your mind, soul and heart to change from – “I AM on a mission to WE ARE on a mission?”

 


Continue reading Apakah Engkau Mengasihi Aku?

Thursday, December 29, 2022

,

Anugerah Allah di Dalam Kristus

 

grefer pollo

oleh: grefer pollo


Pengantar


Jika kita berjalan di hutan dan menemukan banyak pohon maka itu adalah hal yang biasa.

Tetapi jika kita diajak seseorang pergi ke hutan lalu di sana kita hampir tidak menemukan pohon maka kita akan heran dan mulai berkomentar: hutan tapi tidak ada pohonnya.

Pesan: Dunia ini sudah jatuh ke dalam dosa. Sehinga jika kita menemukan kejahatan tiap hari, sakit dan penderitaan tiap hari, kematian, masalah maka itu adalah hal yang biasa.

Yang luar biasa adalah: jika kita bangun pagi dan melihat di cermin: ada 1 orang berdosa yang masih hidup. Biasanya orang berdosa dihukum

 

Semua kisah romatis selalu berakhir dengan pernikahan

Kita sering membaca kisah romantic atau cerita novel romantic termasuk yang terkenal yakni kisah cinderella: MEREKA KEMUDIAN MENIKAH DAN BAHAGIA SELAMA-LAMANYA.

MESKIPUN DALAM REALITA ATAU KENYATAAN KEHIDUPAN TIDAK ADA KELUARGA YANG SEMPURNA DAN BAHAGIA SELAMA-LAMANYA DI DALAM DUNIA INI.

Sebab mereka yang menikah adalah orang-orang berdosa.

1 orang berdosa saja sudah membuat masalah yang besar apalagi 2 orang berdosa menikah dan hidup bersama.

Bahagia selamlamanya hanya ada dalam KERAJAAN SORGA sebab di sana tidak ada air mata, penderitaan, dosa, dan sakit.

 

Alkitab adalah sebuah kisah romantis yang sempurna: Seorang Bapa mencari mempelai bagi AnakNya

Kisah ini berakhir pada pernikahan Anak Domba Allah

Yesus berulang kali menyebut diriNya adalah Mempelai Laki-laki dan gereja-Nya adalah mempelai perempuan.

Mempelai ini telah jatuh ke dalam dosa. Yesus datang menebus mempelaiNya, menguduskannya, mengajarnya untuk cara hidup di dalam KerajaanNya dan menuntun mempelaiNya sampai kepada hari perkawinan Anak Domba nanti.

 

Kisah hidup Yesus ditulis oleh 4 Injil. Mengapa 4 Injil?

4 Injil membantu kita melihat Yesus dari 4 sudut pandang:

  1. 1. Matius: menceritakan Yesus sebagai Raja atas Yahudi
  2. 2. Markus menceritakan Yesus sebagai Anak Manusia
  3. 3. Lukas menceritakan Yesus sebagai Juruselamat dunia
  4. 4. Yohanis menceritakan Yesus sebagai Anak Allah

Matius, Markus, Lukas disebut sebagai Injil sinoptik. Sinoptik dari kata:

Syn: bersama-sama, optic: melihat -à Injil sinoptik: melihat Yesus dari sudut pandang yang sama

Injil sinoptik melihat Yesus dari luar

Injil Yohanes melihat Yesus dari dalam

Ketika seseorang meninggal biasanya ada:

1. 

    Riwayat hidup yang menceritakan tentang apa yang sudah orang itu lakukan.

  1.     Orang-orang mulai bercerita tentang siapa orang itu
  2.     Jika dia menulis sebuah buku maka buku itu (orang itu) akan bercerita tentang siapa dia

Ke-4 Injil sinoptik melakukan hal itu terhadap Yesus


1. Markus dan Lukas ditulis bagi orang yang belum percaya. Markus menuliskan tentang apa yang Yesus sudah lakukan. Lukas menuliskan tentang apa yang Yesus katakan sedangkan Yohanes menuliskan tentang siapa Yesus itu

 

BACAAN ALKITAB: MATIUS 1: 1-3

1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. 1:2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, 1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,

Menarik untuk merenungkan bagian ini dari sudut 2 Kitab dalam perjanjian lama: Kitab Raja-raja dan Kitab Tawarikh

Kitab Raja-Raja ditulis oleh para nabi sedangkan kitab Tawarikh ditulis oleh para imam.

Kitab Raja-Raja dituis sebelum bangsa Israel dibuang ke Babel. Di situ para nabi menceritakan tentang semua kejahatan yang dilakukan oleh para raja Israel dan Yehuda termasuk perzinahan Daud dan Betsyeba dan segala penyembahan berhala yang dilakukan sehingga mereka dibuang ke Babel.

 

Kitab Tawarikh ditulis setelah mereka kembali dari pembuangan di Babel. Di situ dituliskan hal-hal baik karena semua generasi terdahulu sudah mati. Mereka menulis untuk memulihkan 3 hal penting:

  1. 1.  Rasa memiliki
  2. 2. Menemukan asal usul dari Adam sampai saat itu. Mengetahui asal usul sangat membantu untuk menemukan siapa kita
  3. 3. Menemukan riwayat kerajaan. Mereka mencari dinasti kerajaan Daud dan berharap untuk membangunnya kembali

 

Bacaan Alkitab di atas diawali dengan “Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham”

Jika ditelusuri maka kita akan menemukan bahwa Yesus berasal dari keturunan Daud. Dan ini adalah 1 syarat kemesiasan: DARI KETURUNAN DAUD

Tetapi yang unik adalah nenek moyang Yesus.

Abraham: dikenal sebagai bapa orang beriman namun dia hidup berpoligami

Yakub: dikenal sebagai Israel yang pertama kali dalam Kejadian 32:28:

Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

Namun, Yakub hidup berpoligami dan menipu saudaranya, bapaknya Ishak, dan Laban, pamannya.

Dalam 3 nenek moyang bangsa Israel hanya Ishak yang tidak poligami dan mendoakan istrinya yang mandul.

Abraham mengambil Hagar saat istrinya mandul

Yakub menolak Lea yang tidak dicintainya

 

Jika Bapak Ibu ingin mencari menantu, pasti akan melihat latar belakang calon menantu itu: SIAPA DIA, SIAPA KELUARGANYA, APA PEKERJAANNYA, dsb


Selain Abraham, Ishak, dan Yakub, disebutkan tentang Yehuda.

Raja Daud dari keturunan Yehuda. Yesus disebut Singa dari Yehuda. Siapakah Yehuda?


Cerita tentang Yehuda bisa dibaca dalam Kejadian 38:1 dst

Suatu kali Yehuda menumpang pada seorang Adulam, yang namanya Hira. Di situ Yehuda melihat anak perempuan seorang Kanaan; nama orang itu ialah Syua. Lalu Yehuda kawin dengan perempuan itu dan menghampirinya. Perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Er. Sesudah itu perempuan itu mengandung lagi, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Onan. Kemudian perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki sekali lagi, dan menamai anak itu Syela. Sesudah itu Yehuda mengambil bagi Er, anak sulungnya, seorang isteri, yang bernama Tamar. Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia. Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: "Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu." Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya. Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga. Lalu berkatalah Yehuda kepada Tamar, menantunya itu: "Tinggallah sebagai janda di rumah ayahmu, sampai anakku Syela itu besar," sebab pikirnya: "Jangan-jangan ia mati seperti kedua kakaknya itu." Maka pergilah Tamar dan tinggal di rumah ayahnya. Setelah beberapa lama matilah anak Syua, isteri Yehuda. Habis berkabung pergilah Yehuda ke Timna, kepada orang-orang yang menggunting bulu domba-dombanya, bersama dengan Hira, sahabatnya, orang Adulam itu. Ketika dikabarkan kepada Tamar: "Bapa mertuamu sedang di jalan ke Timna untuk menggunting bulu domba-dombanya," maka ditanggalkannyalah pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan berselubung, lalu pergi duduk di pintu masuk ke Enaim yang di jalan ke Timna, karena dilihatnya, bahwa Syela telah menjadi besar, dan dia tidak diberikan juga kepada Syela itu untuk menjadi isterinya. Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya. Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: "Marilah, aku mau menghampiri engkau," sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya.

 

Jika kita melihat kisah ini pasti kita tidak akan mau menerima orang seperti Yehuda ini sebagai menantu kita atau menerima dia sebagai pendeta di gereja.

Kita mungkin akan lebih memilih Yusuf menjadi menantu kita karena Yusuf adalah pangeran di Mesir

Allah memilih Yehuda dan bukan Yusuf sebagai nenek moyang Yesus supaya kita tahu dan sadar bahwa Allah memilih kita karena anugerahNya dan bukan karena perbuatan kita

Jika Allahn memilih Yusuf mungkin orang akan berkata: Ya Yesus jadi raja karena memang nenek moyangnya seorang pangeran yang hebat.

Jika kita ikuti cerita Yusuf seolah hampir tidak menemukan dosa dan cela dalam hidup Yusuf. Berbeda dengan Yehuda.

Roma 11: 6

Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.

 

Jika demikian apakah kita akan terus hidup dalam dosa?

 

Penutup

Kisah hidup Salomo

Menulis 3 buku:

  1. 1. Kidung agung di masa muda (tidak ada 1 pun kata Tuhan): anak muda suka kepada kebebasan di luar Tuhan. Tidak hormati orang tua. Mengangungkan cinta dan seks
  2. 2. Amsal di masa paruh baya: nasihati anak-anak untuk dengar didikan orang tua dan hormati Tuhan
  3. 3. Pengkhotbah di masa tua: nasihati anak muda untuk ingat akan Tuhan sebelum tiba hari-hari yang sukar sulit, lutut berantukkan, mata sudah kabur

 

Saat ini mungkin kita sedang menghadapi situasi yang sulit, tertekan karena masalah hidup, penderitaan dan airmata, dan sebagainya

Mari kita duduk diam dan merenungkan anugerah Allah yang besar dalam Kristus bagi kita

Dia telah menanggung semua penderitaan kita

Dia berjanji akan sertai kita dan kembali jemput kita

 

dikhotbhkan di Khotbah GPdI Bethesda 23 Januari 2022, jam 8 pagi

 

 

 



Continue reading Anugerah Allah di Dalam Kristus
,

Renungan: Apakah Anda Terjebak Kesibukan?


grefer pollo

oleh: grefer pollo


 ..., sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” (Lukas 10:40)


Masih teringat jelas dalam benak saya peristiwa 7-8 tahun lalu di saat saya berkendaraan motor kembali ke rumah saya setelah melakukan berbagai kegiatan pelayanan. 

Hampir setiap hari saya akan berangkat ke sekolah sekitar jam 6 pagi dan kembali ke rumah sekitar jam 10 malam karena sepulang sekolah saya melanjutkan berbagai pelayanan yang ada. 

Hampir setiap malam itu pula, di atas motor saya merenungkan semua yang sudah saya lakukan di hari-hari itu, hingga tiba pada sebuah pertanyaan kepada Tuhan sambil sepenuh hati menangis: 

“Tuhan, apakah semua yang saya lakukan ini bermakna di hadapan-Mu atau tidak? Ataukah saya hanya sibuk dengan berbagai hal atau saya hanya menyibukkan diri saya saja?”. 


Ketika saya menyiapkan renungan ini dan cerita saya di atas, saya teringat kepada kisah Maria dan Marta ini. Lalu, saya membuka bagian Alkitab yang memuat cerita ini. 

Oleh karena saya suka etimologi (mempelajari asal-usul suatu kata), saya lalu mencoba mencari tahu makna kata “sibuk”. King James Version (KJV) menggunakan kata “cumbered”. 

Lalu saya mencoba mencari tahu kata Yunani dari kata “cumbered” dan saya menemukan kata “perispaō” (baca: per-ee-spah'-o). 

Uniknya dalam Perjanjian Baru kata ini hanya sekali digunakan. Kata ini didefinisikan sebagai to draw around, to draw away, distract atau to be over-occupied, too busy, about a thing. 

Dalam kisah Maria dan Marta (Lukas 10:38-42), Marta-lah yang pertama kali menerima Yesus di rumahnya. 

Tetapi, setelah Yesus berada di rumah Marta, justru Maria-lah yang duduk mendengarkan perkataan Yesus sedang Marta ter-distract dengan berbagai hal sehingga mengabaikan perkataan Tuhan Yesus. 

Mungkin saja Marta terjebak dalam rutinitas yang pada akhirnya menjauhkan dia dari esensi kehidupan yakni firman Allah yang kekal. 

Kembali kepada kisah saya di atas. Kebiasaan saya untuk mempertanyakan arti aktivitas, kegiatan, atau hal-hal lain yang sudah saya lakukan itu pada akhirnya ikut menjaga hati dan hidup saya untuk menghidupi Here for a Reason. 

Saya menghidupi definisi pelayanan sebagai mendengarkan firman Allah lalu melakukan firman itu. 


Orang yang terlalu berani melayani tanpa mendengarkan firman Allah terlebih dahulu akan hidup dalam berbagai kekuatiran dan menyusahkan diri dengan banyak perkara yang tidak perlu.


Refleksi: 

Apakah rutinitas atau tekanan pekerjaan, pelayanan, atau hal lainnya telah menjauhkan kita dari misi yang telah Tuhan percayakan dalam hidup kita? Dari mana kita dapat mengetahuinya? Jika seandainya Tuhan bertanya, “Apa kerjamu di sini?”, apakah jawaban Anda? 


Doa: 

Tuhan, ajarkan kami untuk terus menjaga hati ini dalam segala yang kami lakukan agar tetap berada di dalam misi-Mu yang telah Engkau percayakan kepada kami. Demi Kristus kami memohon. Amin.  

Continue reading Renungan: Apakah Anda Terjebak Kesibukan?

Monday, September 26, 2022

Quotes

 

quotes

oleh: grefer pollo


1. Kita tidak pernah membeli apapun dengan uang di dunia. Uang adalah alat tukar. Kita membeli dengan waktu kita. Dengan hidup kita

2. Orang yang paling miskin di dunia ialah mereka yang hartanya hanyalah uang

3. Orang yang takut mati tidak pantas hidup

4. Pasangan terbaik adalah dia yang menolong kita melihat diri kita apa adanya bahkan menemukan kelemahan dalam diri kita tanpa merendahkan kita serta menemukan kelebihan kita tanpa membuat kita menjadi sombong

5. Hanya mereka yang telah benar-benar hancur di hadapan Allah yang tidak dapat dihancurkan lagi oleh siapapun




6. Hanya mereka yg telah benar-benar merendahkan diri di hadapan Allah yang tidak akan merasakan direndahkan oleh siapapun



7. Belas kasihan menghasilkan pengampunan. Pengampunan melampaui penghukuman. Belas kasihan akan menang dalam penghakiman. Pengampunan menembus batas kultural




8. Berapa kali Allah harus mengampuni kita? (Band Matius 18:21-35. Petrus bertanya berapa kali saya harus ampuni saudara saya yang bersalah kepada saya...)

9. Hidup itu sederhana. Gaya hidupmu yang membuatnya rumit



10. Manusia sering mengejar penyesalan: Mereka mengejar pengakuan, ketenaran, uang, dsb, meninggalkan keluarga, mengabaikan waktu istirahat, meninggalkan dan mengabaikan Tuhan Pencipta, Penebus, dan Pemelihara mereka, lalu mengejar yang bukan "roti" dan "air" bagi kehidupan. Mereka mengejar yang bukan kehidupan, kebenaran, dan jalan menuju hidup. Setelah mereka lelah dan kecewa, lalu mereka menyesal.


11. Seringkali kita dijebak dan terjerat dengan menyibukkan dan memfokuskan diri kita dengan hal-hal yang tidak signifikan atau tidak lebih penting dari apa yang menjadi peran utama dan tugas kita. Si jahat menggodai dan mencobai kita untuk lebih fokus kepada apa yang terlihat, terasa, terpikir sementara dalam diri kita sehingga menguras banyak energi, waktu, dan  perhatian kita. Tetapi, kemudian kita menyadari bahwa hal-hal itu bukan bagian dari peranan dan tanggung jawab utama kita berada di tempat itu. 



Continue reading Quotes

Tuesday, July 12, 2022

,

Beritakanlah Injil

grefer pollo

oleh: Grefer Pollo

Bagaimana caranya Saudara mengetahui sebuah masalah itu adalah masalah besar atau kecil? Ukuran sebuah masalah itu besar atau kecil bisa diketahui dari siapa yang datang menyelesaikannya. 

Misalnya, jika terjadi masalah pertengkaran antara kakak beradik di sebuah keluarga, tidak perlu seorang hakim agung datang meleraikannya.

Bagaimana caranya kita mengetahui bahwa sebuah berita itu penting atau tidak? 

Bisa diketahui dari siapa yang harus mengetahui isi berita itu. 

Misalnya, seorang anak kecil memecahkan celengannya untuk membeli sepeda baru. 

Berita itu cukup diketahui oleh bapak dan ibunya. 

Seluruh kelurahan atau provinsi atau dunia tidak perlu mengetahuinya.


Alkitab yang adalah firman Tuhan memberitakan kepada kita bahwa Yesus Kristus datang ke dalam dunia sebagai manusia, mati disalibkan karena dosa-dosa kita. 


Dia dikuburkan dan bangkit pada hari ketiga. 


Yesus adalah firman Allah yang menjadi manusia. 


Berarti masalah terbesar manusia adalah dosa bukan kemiskinan, bukan kelaparan, dsb. 

Dan, Yesus sudah menyelesaikan masalah itu melalui penyaliban, kematian, dan kebangkitan-Nya.

Dalam Injil Matius 28:19-20, Yesus Kristus memerintahkan kepada murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa dan menjadikan segala bangsa murid-murid-Nya. 

Segala bangsa harus mendengarkan Injil. 


Artinya, berita terpenting yang harus diberitakan adalah berita Injil.


Sudahkah Saudara bersyukur kepada Yesus Kristus yang telah menyelesaikan masalah dosa Saudara? 

Maukah Saudara memberitakan Injil melalui perkataan dan perbuatan Saudara pada hari ini?


Selamat menjadi berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati. Amin. 


 

Continue reading Beritakanlah Injil

Sunday, July 10, 2022

,

Terima Berit Injil

grefer pollo

oleh: Grefer Pollo


Terima Berita Injil

Injil itu dimulai dengan berita. Berita Injil tentang kasih dan kebaikan Allah. 

Kasih dan kebaikan Allah tidak bergantung kepada perbuatan kita entah itu baik atau pun buruk. 

Tetapi bergantung kepada pribadi Allah yang Dia sudah nyatakan dalam diri Yesus Kristus yang mengasihi kita sampai terluka, tersalib, menderita, mati, dan dikuburkan, dan bangkit pada hari yang ketiga. 

Hidup kekal selamanya.

Jika Injil dimulai dari berita maka Injil itu pada akhirnya adalah tentang pribadi Allah. 

Pribadi Allah yang membangun relasi dengan kita. 

Jadi, Injil pada hakekatnya adalah mengenai relasi Allah sang Pencipta dengan manusia ciptaanNya bahkan dengan segala ciptaanNya.

Dunia ini telah jatuh dalam dosa, kita pun, semua kita adalah orang berdosa dan selalu berbuat jahat. 

Karena itu, banyak dari kita yang hidup dalam kepahitan, apatis, egois, penuh dengan kesepian, hati yang sepi di tengah dunia yang penuh gemerlap. 

Bahkan di antara kita, di antara bapak ibu dan saudara ada yang sering tersenyum, seolah tidak punya masalah dalam hidup ini, tetapi jika kembali ke rumah, masuk kamar, kunci pintu, dan menangis di hadapan Allah karena beban hidup dan masalah yang sangat berat. 

Tidak ada satu pun yang peduli dengan bapak ibu dan saudara.

Di sinilah bapak ibu dan saudara butuh berita Injil dan pribadi yang diberitakan dalam Injil itu.

Allah yang membangun relasi dengan kita adalah Allah yang setia, berkomitmen hingga akhir. 

Banyak di antara kita senang berelasi dengan orang lain tetapi tidak suka dan tidak mau berkomitmen sampai akhir. 

Kita bukan tipe orang yang setia karena dosa dan kejahatan kita.

Beberapa contoh kita lihat di sekitar kita, banyak yang membangun relasi pertemanan tetapi tidak setia kepada teman. 

Bangun relasi pacaran tetapi tidak setia kepada pacarnya. 

Bahkan telah bertunangan dan menikah lalu meninggalkan pasangan kita. Banyak luka di mana-mana.

Allah yang penuh kasih dan setia, datang menawarkan berita InjilNya, 

Dia mau merangkul kita oleh Roh KudusNya dan memberikan kepada kita kasihNya yang sempurna.

Mari terima tawaran berita Injil Yesus Kristus. 

Buka hati dan terimalah Dia. 

Katakan Tuhan Yesus saya orang berdosa, ampuni saya Tuhan. 

Saya membuka hati saya dan menerima Engkau dalam hati saya. 

Roh Kudus tolong saya. 

Bapa angkat saya menjadi anak-anakMu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Tuhan Yesus menyertai saudara. Amin 


 

Continue reading Terima Berit Injil

Monday, July 4, 2022

,

Materi Kelas Mentoring Manajemen Kelas

 

grefer pollo

oleh: Grefer Pollo


Materi Kelas Mentoring Manajemen Kelas

Shalom Bapak dan Ibu serta Rekan-rekan mentor dari Cluster SoE dan Kupang Timur, berikut saya berbagi materi yang sudah disampaikan pada kelas Tahap 1 In Service Learning 1 di Hotel Kristal Kupang pada 28 - 30 Juni 2022.


Materi powerpoint yang sudah diubah ke pdf dapat diakses di sini.


Video Inspirasi berjudul: Facing The Giants (5.36')




Video Inspirasi berjudul: 

Kisah Prof. Yohanes Surya saat merekrut anak"dari Papua menjadi Sukses 

 (2.12'')




Video Inspirasi berjudul: I Have a Dream speech by Martin Luther King .Jr HD (subtitled)  (6.46')






Continue reading Materi Kelas Mentoring Manajemen Kelas