Sunday, November 22, 2020

Gunakan Kemampuanmu, Guru!

grefer pollo
oleh: Grefer E. D. Pollo, S.P., M.Pd

Pendidikan terus berkembang dari waktu ke waktu. Siap atau tidak siap. 

Guru dituntut untuk terus berinovasi dan berkreasi menyikapi dan mengelola perubahan pendidikan yang ada.

Namun, tidak semua guru mampu melakukan itu, dan tidak setiap sekolah memiliki fasilitas dan sumber daya untuk hal itu.

Jika demikian, apakah guru harus menyerah dengan keadaan ini? Apa yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk memastikan pendidikan terus berjalan dan menjawab tantangan zaman?

Manusia dilengkapi oleh Allah dengan berbagai keampaun. Ketika Allah menghadirkan seseorang ke dalam dunia, Allah mengaruniakan berbagai kemampuan itu ke dalam diri orang itu. 


baca juga: https://halobelajarsesuatu.blogspot.com/2020/11/mari-obati-lukamu.html


Misalnya berbagai kemampuan dan kecerdasan dalam hal berlogika, membangun emosi, spiritual, dan ketahanan diri dalam menghadapi tantangan.


IQ  

Intelligent quotient (IQ) yang dimiliki oleh seorang guru akan menolong dia untuk mampu bernalar dan berpikir secara logis, terarah, terstruktur, sistematis, dan mampu mengelola keadaan dengan lebih akurat dan efektif. 

Dengan demikian, berbagai persoalan dan masalah penalaran dapat diselesaikan dengan efektif.


baca juga: https://halobelajarsesuatu.blogspot.com/2020/11/apakah-kamu-cantik.html


Seorang guru juga diperlengkapi dengan emotional quotient (EQ). Melalui EQ, seorang guru dapat menerima, menilai, mengelola, dan mengontrol emosi dirinya dan juga merespon orang lain yang ada di sekitarnya secara bajik dan bijak. 


EQ


Selain itu, dengan kemampuan EQ yang baik, guru tersebut dapat mengelola emosi pada diri sendiri, peka terhadap emosi orang lain, memberi tanggapan dan melakukan negosiasi dengan orang lain secara emosional, serta memotivasi diri sendiri.


AQ


Adversity quotient (AQ) merupakan bagian yang diperlukan untuk mengukur kemampuan seorang guru dalam mengelola tekanan yang muncul dalam dirinya, menghadapi serta mengatasi kesulitan itu.


Tiga tingkatan dalam AQ


Tiga tingkatan yang dimaksud adalah quitters, campers, dan climbers. 

Ketiganya digunakna untuk mengukur kemampuan AQ seseorang.

Orang tipe quitters (berhenti) adalah orang-orang yang tidak melanjutkan usaha untuk menyelesaikan masalahnya tetapi hanya mengeluh dan menyerah saat menghadapi kesulitan.

Seorang tipe campers (berkemah) akan berusaha menyelesaikan masalahnya pada awalnya. Tetapi belum lagi masalah diselesaikan secara tuntas, dia sudah tidak berusaha lagi karena merasa usahanya sudah cukup.

Seorang tipe climbers (pendaki)  akan selalu berusaha untuk dapat menyelesaikan masalah yang sedang dia hadapi. Hal ini dilakukan agar masalahnya dapat diselesaikan dan dia dapat menikmati kebahagiaannya. 


SQ

Seorang guru yang memiliki kemampuan spiritual quotient (SQ) yang baik akan mampu mengelola persoalan dengan baik dan berdamai dengan persoalan itu. 

Lalu, dari upaya menyelesaikan persoalan itu mereka akan menemukan nilai dan makna hidup. 

Mereka yang termasuk berkembang baik dalam kemampuan ini akan bersikap fleksibel dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya.

Guru yang memiliki kemampuan SQ yang baik juga akan memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, dapat menghadapi penderitaan dan sakit serta mengambil nilai dan makna dari sebuah kegagalan yang dialami. 


Keseimbangan dari 4 kemampuan di atas akan sangat menolong seorang guru untuk lebih produktif, kreatif, dan terus menjadi teladan sebagai seorang pendidik manusia dan kehidupan. Seorang arsitek jiwa. 


Referensi: berbagai sumber

Continue reading Gunakan Kemampuanmu, Guru!

Friday, November 20, 2020

,

Ada Apa dengan Fokus Hidup Kita?

 

belajar bukan supaya pintar

oleh: Grefer E. D. Pollo, S.P., M.Pd



Banyak orangtua mengeluh, guru-guru mengeluh, masyarakat mengeluh, pemerintah mengeluh, gereja mengeluh, semua komponen hidup mengeluh. 
Apa yang mereka keluhkan? Teknologi bertambah canggih. Teknologi adalah hasil budi dan karya manusia. Informasi bertambah cepat. Peradaban manusia makin modern.

 

Namun, dalam kasus tertentu peradaban manusia seolah mengalami kemunduran. Kualitas hidup materialistis makin baik. Namun kejahatan, kejatuhan budi dan akhlak, imoralitas, dan dosa makin bertambah. 

Ternyata bahwa pengetahuan dan kepintaran manusia tidak bergaris lurus dengan kualitas hidup, hati, jiwa, dan kebahagiaan. Kesuksesan hidup tidak sejalan dengan kebahagiaan hidup manusia. Apa yang salah dengan ini? 


Di mana letak jurang pemisahnya? Apakah sekolah? Kurikulum? Guru? Fasilitas pendidikan? Siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang harus memperbaikinya?


Mengapa Yesus yang adalah Firman Allah sendiri datang ke dalam dunia dalam rupa manusia? Apakah karena manusia tidak sanggup memperbaikinya sehingga Allah harus datang ke dalam dunia untuk memperbaiki semua itu? 

Apakah manusia yang diciptakan langsung oleh tangan Allah sendiri dan diberikan gambar dan rupa Allah sehingga memiliki kemampuan untuk berkreasi (mencipta) itu mampu untuk memperbaiki hidupnya sendiri yang sudah rusak oleh dosa? Jawabannya adalah tidak mampu.


baca juga: https://halobelajarsesuatu.blogspot.com/2020/11/apakah-kamu-cantik.html


Dosa telah membuat orientasi dan fokus hidup manusia dari rindu untuk bersekutu dan berdiam dengan Allah di dalam Kerajaan-Nya menjadi kepada dirinya sendiri atau egosentris. 

Kejadian 3:6 berkata “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.” Perempuan itu adalah manusia. Dia representasi dari  Anda dan saya.


baca juga: https://halobelajarsesuatu.blogspot.com/2020/11/apa-yang-kamu-takutkan.html

Anda dan saya lebih suka untuk membuat pilihannya sendiri tanpa Allah. Anda dan saya “melihat” sesuatu yang menurutnya “baik”. Anda dan saya “menilai dalam hati” bahwa hal itu “menarik hati” dan memberi “pengertian”. 

Lalu “mengambil untuk dimakan”. Dan, memberikan kepada “suaminya lalu dimakan juga”. Perempuan itu memberikan pertimbangan kepada manusia (Adam) itu mengenai apa yang “baik” dan “menarik hatinya”. Lalu, manusia (Adam) itu membuat keputusan sendiri untuk memakannya. Keduanya jatuh dalam dosa.

Ini memberikan petunjuk mengenai penglihatan, pertimbangan, pilihan, dan perbuatan manusia sejak awalnya. Anda dan saya lebih memilih tidak suka bergantung kepada Allah dan mengikuti keinginan diri

Namun, dalam kasih-Nya Allah datang mencari manusia dan membawa manusia itu kembali kepada Allah dan berdiam di dalam Kerajaan Allah bersama Allah selama-lamanya.

 

disadur dari buku: Belajar, Bukan Supaya Pintar

karya: Grefer Pollo

Continue reading Ada Apa dengan Fokus Hidup Kita?

Thursday, November 19, 2020

,

KARENA AKU ANAK INDONESIA

 

aku anak Indonesia



gambar: Mohamad Trilaksono from Pixabay 




Sejumput harap awali sebuah kisah

Saatku terkenang padamu Indonesia

Jemariku menoreh kisah rupiah

Dalam gerakan penuh gejolak cinta

 

Ada apa dengan rupiah?

Ada apa denganmu Indonesia?

22 tahun silam sang reformasi bergugah

Tapi, justru rupiah terperosok parah

 

6 ribuan …

7 ribuan …

9 ribuan …

11 ribuan …

dan, nilaimu terhenti di 16 ribuan

 

Bak telaga nan tiada mengecewakan

Masih saja ada rupawan yang naik menjemput angan

Sebongkah kisah mendekap badan

Cinta rupiah mulai digerakkan

 

Hei!!!

“Biarlah angin berbisik dalam hembusan!”

Agar kehidupan membangun insan

Karena, sedih dan senang selalu bercumbuan

Melaung dari kehampaan hingga keabadian

 

Hei!!!

Biarlah rupiah tak dibiarkan sendirian

Agar Indonesia tak akan lagi kesepian

Mari berdendang: “Aku cinta rupiah”

Karena aku anak Indonesia

 

 

 

 

 

Karya: Grefer E. D. Pollo

Untuk lomba cipta puisi Bank Indonesia

10 November 2020

Continue reading KARENA AKU ANAK INDONESIA

Wednesday, November 18, 2020

,

Pembelajaran Daring Berbasis Teams, Mentimeter, dan Quizizz

 

belajar daring

oleh: Grefer E.D. Pollo, S.P., M.Pd


Wajah dunia pendidikan berubah total sejak dilanda pandemi covid-19


Perubahan ini telah menjadi sebuah hambatan dalam melaksanakan program yang telah dirancang sebelumnya, namun di sisi lain menjadi sebuah tantangan atau batu loncatan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.  

 

Salah satu batu loncatan itu adalah bekerja dari rumah, beribadah dari rumah, dan belajar dari rumah. 


Program pembelajaran ini turut menghasilkan model e-learning sinkronous dan e-learning asinkronous atau pembelajaran berbasis eletronik yang memprasyaratkan kekuatan tekonologi untuk mencapai tujuan pembelajaran di atas dan bukan sebagai tujuan itu sendiri. 


Meski demikian, peranan dan kehadiran guru dan orangtua tetap menjadi faktor penentu. Namun, efek samping dari penggunaan teknologi ini menghadirkan masalah lain oleh karena kebanyakan masyarakat Indonesia termasuk guru, siswa, dan orangtua siswa gagap teknologi. 




Belum lagi ditambah dengan masih kurang kuatnya jaringan internet di berbagai daerah di Indonesia termasuk di daerah saya. Dalam situasi seperti ini inovasi dan kreativitas harus berperan penting. Guru dan orangtua bahkan pemerintah harus dapat berkreasi.

 


Platform yang Digunakan

 

Demi mendukung pemutusan mata rantai penyebaran covid-19, maka sekolah tempat saya mengabdi telah mempersiapkan tools (peralatan dan kelengkapan) e-learning synchronous dan e-learning asynchronous untuk memfasilitasi pembelajaran (di) dari rumah, yakni Microsoft 365 di samping aplikasi lain seperti zoom, mentimeter, Quizizz, dan lain-lain sesuai dengan kesepakatan guru dan siswa/orangtua siswa. 







Aplikasi teams yang ada dalam Microsoft 365 dilengkapi dengan fitur chatting, telpon, dan juga video calls. 


Selama hampir 3 bulan mendampingi siswa dalam pembelajaran Home Based Learning –HBL (istilah yang kami gunakan di sekolah), kelas dimulai tiap pagi jam 7.30 dengan kegiatan devosi (kesempatan belajar firman Tuhan dan berdoa antara guru dan siswa). Pembelajaran diakhiri pada jam 12.30 siang. 

Selama masa ini saya belajar bahwa interaksi antara guru dan siswa adalah unsur penting dalam meraih pengalaman belajar yang diinginkan. 

Dengan menggunakan model online chatting saya berharap siswa bersemangat belajar dari rumah karena memiliki pengalaman belajar yang berbeda. Kelas pembelajaran dilakukan mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan oleh kurikulum sekolah. 

Dalam tiap sesi pembelajaran dilakukan pengecekan kehadiran melalui kuis atau refleksi pembelajaran sebelumnya atau testimoni siswa tentang perenungan firman dalam devosi mereka. Juga pengecekan kehadiran di akhir sesi melalui tugas atau kuis.

 

Untuk menuntun siswa mengikuti pembelajaran dengan terarah saya memberikan agenda belajar harian yang disampaikan baik melalui online chatting ataupun video yang di-upload di files teams. 


Siswa diminta untuk mengaksesnya dan mempelajari isi video tersebut. Jika siswa tidak mengikuti pembelajaran seperti seharusnya, maka saya akan menghubungi mereka setelah sesi pembelajaran melalui private chatting di teams.

 

Awal melakukan pembelajaran online ini saya mengalami beberapa kendala seperti belum menguasai secara baik fitur yang ada, jaringan internet yang tidak stabil sehingga pesan kurang tersampaikan, pengiriman file tidak segera bisa diakses, ataupun pemadaman lampu oleh pihak PLN, akibatnya performa kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas menjadi kurang baik. 


Adakala juga siswa merasa kelelahan atuapun sakit sehingga harus beristirahat karena mengerjakan banyak tugas. Beberapa siswa merasa jenuh dengan model belajar yang saya berikan.

 

Mengevaluasi dan merefleksi keadaan ini saya munculkan kuis untuk pengecekan kehadiran mereka di awal dan akhir sesi pembelajaran, pengerjaan tugas menggunakan aplikasi mentimeter dan Quizizz. 


Juga memberikan link video dari youtube kepada siswa lalu meminta mereka mengakses link tersebut dan mengerjakan tugas yang saya berikan. Siswa lebih menyukai model belajar seperti ini karena mereka terlibat secara langsung dan menjadi subyek belajar sertan sesuai dengan gaya belajar mereka yang lebih audio visual.

 

Selama sesi pembelajaran dimulai, saya akan menyapa mereka dan mereka akan menanggapi sapaan saya. Kemudian, saya akan menanyakan apakah mereka sudah sarapan atau belum. Jika belum, maka saya akan memberi waktu beebrapa menit untuk mengambil sarapannya lalu belajar sambil sarapan. 


Saya terus berkomunikasi denga siswa menggunakan online chatting dari teams. Saya mengontrol keakfitvan siswa dengan mengecek pembelajaran yang mereka lakukan. Di sela-sela pembelajaran, siswa diberikan waktu untuk beristirahat antara 10-15 menit.

 


Evaluasi pembelajaran


Untuk mengevaluasi keseluruhan pembelajaran online yang dilakukan oleh semua guru, para guru melakukan pertemuan evaluasi pembelajaran mingguan untuk mengetahui perkembangan pengalaman belajar dari tiap siswa dan juga pengalaman mengajar dari para guru. 


Para guru memberikan respon positif terhadap aplikasi yang digunakan untuk pembelajaran online ini meskipun beberapa di antaranya perlu menyesuaikan diri. 


Sistem pengajaran ada yang menggunakan tatap muka secara langsung (e-learning synchronous) dan ada yang menggunakan kolaborasi tatap muka secara langsung dan online chatting serta e-learning asynchronous (pembelajaran offline). 

Meskipun model pembelajaran seperti ini cukup membantu untuk siswa dan guru, namun masih terdapat kesulitan untuk mengukur tingkat kemampuan siswa karena tidak dapat diketahui apakah mereka mengerjakannya seorang diri tanpa menyontek atau bertanya pada orang lain, atau bahkan orang lain yang mengerjakan bagi mereka.

 

Hasil pertemuan kami tindaklanjuti, antara lain melakukan pendekatan kepada siswa yang kesulitan belajar atau yang tidak mengikuti pembelajaran untuk mengetahui kendala apa yang mereka hadapi dan apa yang bisa dibantu agar mereka bisa belajar. 


Walikelas diminta menghubungi siswa tersebut untuk melihat perkembangan belajarnya termasuk menghubungi orangtua siswa untuk membangun kerja sama dengan mereka. Saran atau konstribusi dari orangtua siswa dan juga siswa ditampung dan dipertimbangkan untuk dilakukan sesuai kebijakan sekolah yang berlaku dan kondisi yang ada. 


Semua bekerja sama agar pembelajaran tetap berjalan dan berharap tidak menurunkan kualitas pengalaman belajar dari siswa.

 

Sedangkan, khusus untuk asesmen terhadap siswa dan evaluasi pembelajaran yang saya sendiri telah ajarkan, saya lakukan melalui pemberian tugas yang dapat dikerjakan secara sinkronous dan asinkronous. 


Cara sinkronous dengan memberikan kuis online menggunakan aplikasi mentimeter dan Quizizz yang harus dikerjakan saat itu juga sambil saya menunggu atau memantau melalui online chatting. Sedangkan, cara asinkronous melalui postingan tugas di teams pada fitur files. 


Siswa dapat men-download-nya lalu mereka mengerjakan dan harus dikumpulkan pada batas waktu yang sudah saya tentukan. Batas waktu yang saya tentukan kadang di akhir sesi pembelajaran sekaligus sebagai alat cek kehadiran siswa, kadang pada beberapa hari kemudian. Siswa diminta untuk mem-post tugas yang sudah mereka kerjakan pada folder yang sudah saya buat di fitur files teams. 


Untuk membantu saya mengetahui siapa saja yang sudah mengumpulkan, saya meminta mereka memberikan nama file dengan prosedur: nama depan_nama belakang_judul tugas&tanggal_nama. 


Jika belum ada yang mengumpulkan atau tidak hadir maka saya akan menanyakan kondisi mereka melalui online chatting atau menelpon mereka menggunakan fitur di teams. 


Dalam evaluasi ini juga saya menemukan bahwa beberapa siswa bangun kesiangan karena semalam tidur larut entah karena mengerjakan tugas atau bermain game. Untuk hal seperti ini saya akan menasihatinya lalu meminta mereka mengerjakan kuis bukti hadir.

 

Cara lain yang saya gunakan adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberi masukan atau refleksi terhadap pembelajaran yang sudah saya lakukan. 


Ada yang memberi masukan tentang banyaknya tugas yang saya berikan dan modifikasi metode pembelajaran. Menanggapi pendapat dari siswa ini saya menggunakan model bermain sambil belajar melalui aplikasi mentimeter dan Quizizz.

 


 

Kerja sama guru dan orangtua siswa


Pengawasan guru terhadap pembelajaran di rumah jauh berkurang dibandingkan di sekolah. Karena itu, peranan orangtua siswa sangat diperlukan misalnya, menasihati anaknya untuk mengatur prioritas antara waktu belajar, bermain game, dan istirahat.



Daftar Rujukan

 

https://tirto.id/orang-terpelajar-dan-homeschooling-bQry 9 mei 2020

https://rumahinspirasi.com/sejarah-homeschooling-di-indonesia/ 9 mei 2020

 https://www.finansialku.com/perbedaan-homeschooling-dan-sekolah-formal/ 9 mei 2020

https://www.kajianpustaka.com/2018/06/pengertian-karakteristik-jenis-dan-metode-homeschooling.html 9 mei 20

https://kiajar.com/pengertian-edukasi/ 9 mei 20

http://kopertis3.or.id/v2/wp-content/uploads/Paulina-Pannen-Kebijakan-PJJ-dan-E-Learning.pdf

https://books.google.co.id/books?id=O2azDwAAQBAJ&pg=PA13&lpg=PA13&dq=definisi+pembelajaran+sinkronus&source=bl&ots=6cZ6IZXNXA&sig=ACfU3U1WA1QwCPvjZ03Na95wZzjkuGUvPw&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwiYjsHM08jpAhUPbn0KHRPDDSw4ChDoATAAegQIChAB#v=onepage&q=definisi%20pembelajaran%20sinkronus&f=false. Diakses 23 Mei 2020

https://www.academia.edu/10508073/SYNCHRONOUS_AND_ASYNCHRONOUS_LEARNING. Diakses 23 mei 2020

http://elearningbdlhksmd.blogspot.com/2017/01/sejarah-singkat-e-learning-dan-e.html. Diakses 23 Mei 2020

https://media.neliti.com/media/publications/279501-konsep-dan-aplikasi-mobile-learning-dala-e91aa6f2.pdf. Diakses 23 Mei 2020


tulisan ini pernah dimuat dalam buku antologi (menulis bersama)


Continue reading Pembelajaran Daring Berbasis Teams, Mentimeter, dan Quizizz

Tuesday, November 17, 2020

Apa yang Kamu Takutkan?

 

mengapa takut

oleh: Grefer E. D. Pollo, S., M.Pd


Setiap orang memiliki rasa takut. Rasa takut adalah bagian dari anugerah Allah bagi manusia agar manusia mencari Allah dan menyembah-Nya. Tanpa rasa takut manusia tidak dapat menyembah Allah.

Sampai di sini dapat dikatakan bahwa rasa takut adalah kebutuhan manusia. Dengan adanya rasa takut, manusia dapat memiliki perencanaan dalam hidupnya dan bertindak hati-hati.

Meski demikian, rasa takut harus dikelola secara bijaksana dan diarahkan kepada hal yang tepat. Sebab, apa yang manusia takutkan akan mengejarnya, dan sangat mungkin karena alasan demikian manusia akan menyembah apa yang dia takutkan. Apa yang ditakutkan manusia akan menjadi tuhannya.


mengapa takut?


Rasa takut pertama kali muncul saat manusia jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3:10, demikian: Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.")


Sejak saat itu, manusia mulai berjuang menutupi rasa takutnya dengan berbagai cara yang justru membuat dirinya semakin terpuruk. Ditambah lagi dengan berbagai kelemahan dalam dirinya.


Ya, manusia memiliki banyak sekali kelemahan dalam dirinya disamping berbagai kekuatan. Namun demikian, kelemahan dan kekuatan ini dapat dikolaborasikan baik dalam dirinya menusia itu sendiri atau dengan sesamanya. 

Berbagai kelemahan dan keterbatasan dalam diri manusia dapat membuat dia melakukan perhitungan, kalibrasi, dan analisa yang keliru sehingga perencanaan dan tindakana antisipatifnya menjadi salah dan keliru. 

Apa yang diharapkan tidak tercapai. Apa yang dirindukan tidak didapatkan. Ada kuasa yang lebih besar dan lebih dahsyat dari manusia. Secara spiritual, manusia menyadari hal itu dan dia tidak dapat berbuat apa-apa untuk mengendalikan situasi dan keadaannya. Di situlah manusia menjadi takut dan merasa serta yakin bahwa dia tidak berdaya.


sikap dan tindakan orang saat alami ketakutan


Banyak orang menjadi panik saat mengalami ketakutan. Mereka menjadi bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Ini bukan menjadi sebuah suasana kondusif dan produktif bagi dia. Tidak banyak orang yang menjadi tenang, responsif terhadap keadaan, dan berpikir jernih saat dalam keadaan takut. Padahal sikap dan tindakan yang dibutuhkan saat menghadapi ketakutan. Sehingga dia dapat menguasai diri dan berdoa, serta memikirkan tindakan antisipatif yang tepat dan bijak.

Karena itulah, seringkali jika Allah berfirman kepada manusia, Dia mengucapkan perkataan untuk menolong manusia mengalahkan rasa takutnya, seperti dalam Lukas 2:10-11, demikian: Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Allah berkenan menolong manusia untuk mengalahkan rasa takut yang tidak perlu dan mengelola rasa takut yang sepatutnya manusia miliki. 

Apa respon Anda terhadap perbuatan dan anugerah Allah ini?



Continue reading Apa yang Kamu Takutkan?

Monday, November 16, 2020

Mari Obati Lukamu

 

mengobati masa lalu - air mata

                                                                                                      gambar: emotionallyresilientliving.com

oleh: Grefer E. D. Pollo, S.P., M.Pd


Setiap orang memiliki masa lalu dengan berbagai ragam dan ceritanya. Tetapi, tidak jarang masa lalu tersebut merupakan cerita yang menyakitkan dan tidak ingin diingat kembali. 


Sayangnya, cerita-cerita itu seperti mengikuti dan mewarnai masa kini seseorang. Saya pernah mendengar seorang perempuan, seoarang kontestan pada sebuah kontest besar dunia pada saat grand fimal kontes tersebut dia ditanya apa yang akan kamu lakukan jika kamu punya kesempatan untukkembali kepada masa lalumu?


Kontestan ini mengucapkan sebuah kalimat yang mungkin tidak akan diucapkan oleh banyak orang. Dia berkata bahwa jika dia punya kesempatan untuk kembali kepada masa lalunya maka dia tidak akan mengubah apa-apa dari masa lalunya itu.


Mengapa?

Dia memberikan alasannya bahwa dari masa lalunya itu maka dia ada di panggung ini sekarang.


Dalam realita hidup kita sekarang, sering kita berada pada situasi yang tidak menyenangkan atau menderita dan cukup sering itu ada kaitanya dengan masa lalu kita.

Apa yang mungkin sedang terjadi?


Seperti seorang dokter yang sedang mengobati seorang pasien yang mengalami sebuah luka. Dokter itu akan mengorek luka itu untuk membersihkan dari kotoran atau nanah yang mungkin tersimpan dalam luka itu baru setelah itu, dokter tersebut akan menaruh obat untuk menyembuhkannya.


Demikian juga dengan masa lalu kita. Terkadang kita di bawah oleh Tuhan kepada situasi yang ada kaitannya dengan masa lalu kita itu untuk memulihkan hidup dan hati kita.


Tetap pandang ke depan, jadilah setia, serta tetap percaya pada Tuhan yang sedang menuntunmu kepada masa depan yang penuh harapan.


Continue reading Mari Obati Lukamu

Friday, November 13, 2020

,

Keluarga

 

image: www.freepik.com/photos/wood dan canva


oleh: Grefer E. D. Pollo, S.P., M.Pd



Keluarga

Tempat terindah dalam kehidupan

Tempat tenteram penuh aman

Tempat tak di-bully meski ada kesalahan

Dipenuhi kasih, diberi keampunan

 

Keluarga

Tempat berbagai mimpi dimulai

Meski airmata menetes mengiringi

Aku tak sendiri

Doa papa, mama, dan saudara menyertai

 

Langkahku berjalan terus beranjak

Entah lurus atau berkelok

Kakiku tak akan berbalik

Sampai tiba waktunya kelak

 

Keluarga

Anugerah Allah bagiku

Dalam harap dan doa kusebut selalu

Dalam mimpi dan realita kurindu selalu

 

Didedikasi untuk bookweek 2021

SDHKupang

Greferpollo

9november2020,11.22am

Continue reading Keluarga