Sunday, March 1, 2026

,

Secepat-cepatnya kejahatan berlari, suatu saat kebenaran akan mendahuluinya. Kebenaran akan mencari jalannya sendiri

 

ged pollo

oleh: grefer pollo


Ungkapan “Secepat-cepatnya kejahatan berlari, suatu saat kebenaran akan mendahuluinya. Kebenaran akan mencari jalannya sendiri” tidak memiliki sumber asli yang valid. Beberapa quote di bawah ini memiliki kemiripan dengan ungkapan di atas.

“Truth will ultimately prevail where there is pains to bring it to light.”: Kebenaran pada akhirnya akan menang di mana ada usaha untuk membawanya ke cahaya.).

“The truth will find its own way.”: Kebenaran akan menemukan jalannya sendiri.

“Lies run sprints, but the truth runs marathons.”: Kebohongan berlari sprint, tetapi kebenaran berlari maraton.


Realitas Sosial dan Historis

Sebuah studi dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) tahun 2018 yang melibatkan tiga juta orang dengan jumlah tweet sebanyak 4,5 juta kali dari tahun 2016-2017. Dari jumlah tersebut diambil 126 ribu tweet yang berhubungan dengan berita. 

Untuk menentukan sebuah berita yang ditweet benar atau salah, MIT menggandeng 6 lembaga pemeriksa fakta yakni factcheck.org, hoax-slayer.com, politifact.com, snopes.com, truthorfiction.com, dan urbanlegends.about.com.

Dari studi ini ditemukan bahwa berita palsu diretweet 70 % lebih banyak daripada berita yang asli. Selain itu butuh waktu 6 kali lebih lama bagi berita asli menjangkau 1500 orang daripada berita palsu. Hoaks menyebar di Twitter 6 kali lebih cepat daripada berita aslinya. Ini membuktikan secara pengalaman nyata bahwa “kejahatan berlari cepat”.

Namun secara jangka panjang, sistem sosial cenderung melakukan koreksi diri. Investigasi, proses hukum, dan waktu sering mengungkap fakta yang tersembunyi.

Artinya, kejahatan punya keunggulan kecepatan. Kebenaran punya keunggulan daya tahan.

Ini selaras dengan prinsip moral universal bahwa waktu adalah sekutu kebenaran.

 

Kejahatan sering tampak lebih cepat

dalam sejarah, korupsi, penindasan, dan kekerasan sering berkembang pesat karena didorong oleh ambisi, kekuasaan, dan ketakutan. 

Beberapa contoh dalam kancah Politik & Sejarah:

  • Richard Nixon dan skandal Watergate. Awalnya ditutup-tutupi, tetapi kebenaran akhirnya terbongkar dan memaksanya mundur. Siapa Richard Nixon? Dia adalah Presiden Amerika Serikat ke-37 (1969–1974). 
    • Ia mengumumkan pengunduran diri pada 8 Agustus 1974, efektif berlaku keesokan harinya, akibat skandal Watergate. Tidak ada presiden lain dalam sejarah AS yang mundur dari jabatan. Beberapa presiden lain menghadapi ancaman pemakzulan, tetapi hanya Nixon yang memilih untuk mengundurkan diri. 
    • Sebelumnya, ia dikenal karena: membuka hubungan diplomatik dengan Tiongkok, kebijakan détente dengan Uni Soviet, mengakhiri keterlibatan langsung AS dalam Perang Vietnam. Namun warisannya paling diingat karena Skandal Watergate, yang berujung pada pengunduran dirinya. Dia juga adalah satu-satunya presiden AS yang pernah mundur dari jabatan.
  • Nelson Mandela dipenjara 27 tahun karena sistem yang tidak adil, namun pada akhirnya kebenaran moral tentang apartheid diakui dunia.

    Anda masih bisa meneruskan contoh lain di negeri seberang, termasuk di lingkungan Anda sendiri.

Sejarah menunjukkan bahwa ketidakadilan bisa lama bertahan. Tetapi ketika kebenaran muncul, dampaknya jauh lebih kuat dan bertahan lama.

 

Perspektif Alkitabiah

·       Lukas 8:17: Tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan.

  • Mazmur 37:7–9: orang fasik tampak berhasil, tetapi akhirnya binasa; orang benar akan mewarisi tanah.
  • Yohanes 8:32: “Kebenaran akan memerdekakan kamu.” Kebenaran bukan hanya fakta, tetapi kuasa Allah yang menyingkapkan.
  • Habakuk 2:3: visi kebenaran mungkin tampak lambat, tetapi pasti digenapi pada waktunya.
  • 2 Korintus 8:2: jemaat Makedonia memberi dengan kelimpahan meski dalam kemiskinan. Ini menunjukkan bahwa kebenaran kasih tidak bisa dibatasi oleh keadaan ekonomi.

 

Contoh paling kuat: Salib Kristus

  • Yesus Kristus dihukum sebagai penjahat.
  • Secara sosial, kejahatan (fitnah dan kuasa politik) tampak menang.
  • Namun kebangkitan membalikkan narasi sejarah.

Salib menunjukkan bahwa kejahatan bisa tampak menang dalam waktu singkat. Kebenaran Allah bekerja dalam dimensi kekekalan.

 

Kejahatan berlari cepat karena menggunakan jalan pintas: manipulasi, kekerasan, kebohongan. Kebenaran berjalan mantap. Kebenaran mungkin tampak lambat, tetapi memiliki daya tahan. Seperti cahaya yang menembus kegelapan, ia tidak bisa dipadamkan.

  • Memberi dalam kemiskinan adalah contoh nyata: meski secara logika “tidak mampu,” kebenaran kasih membuat orang tetap memberi. Ini membuktikan bahwa kebenaran mencari jalannya sendiri, melampaui kalkulasi material.

Kaitan dengan Memberi dalam Kemiskinan

  • Fakta sosial: banyak komunitas miskin justru lebih dermawan, karena solidaritas menjadi bagian dari bertahan hidup.
  • Alkitabiah: janda miskin yang memberi dua peser (Markus 12:41–44) lebih besar nilainya daripada persembahan orang kaya. Kebenaran kasih mendahului logika ekonomi.
  • Historis: gerakan sosial dan gereja di masa krisis (misalnya gereja awal di bawah penganiayaan Romawi) bertahan karena memberi dan berbagi, meski miskin. Kebenaran kasih mereka akhirnya mengubah dunia.

 Kejahatan memang tampak cepat, tetapi rapuh. 

Kebenaran mungkin tampak lambat, tetapi ia selalu menemukan jalannya. 

Melalui sejarah, melalui iman, dan melalui tindakan kasih. 

Memberi dengan kelimpahan dalam kemiskinan adalah bukti nyata bahwa kebenaran tidak bergantung pada kekuatan materi, melainkan pada kuasa kasih dan iman

 

Memberi dengan Kelimpahan dalam Kemiskinan

Bagian ini sangat kuat secara teologis dan historis gereja mula-mula.

Jemaat Makedonia, dalam 2 Korintus 8:2: “Meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.”

Mereka mengalami tekanan ekonomi dan penganiayaan, tetapi tetap memberi dengan sukacita.

Janda Miskin, dalam Markus 12:41-44:

  • Seorang janda memberi dua peser.
  • Secara ekonomi kecil.
  • Secara rohani terbesar.

 

Hubungan Antara Kebenaran & Memberi dalam Kemiskinan

Di sinilah hubungan mendalamnya:

Kejahatan Berlari Cepat

Sistem dunia sering mengajarkan:

  • Simpan untuk diri sendiri.
  • Bertahan dulu.
  • Jangan memberi kalau belum cukup.

Logika dunia: Kelimpahan dulu, baru memberi.

Namun kebenaran Kerajaan Allah berbeda:

  • Memberi bukan soal jumlah.
  • Memberi adalah ekspresi iman.

Prinsip Alkitab: Siapa menabur dengan murah hati akan menuai dengan murah hati.

Secara historis, gereja mula-mula bertumbuh bukan karena kekayaan, tetapi karena:

  • Solidaritas
  • Pengorbanan
  • Komunitas yang saling menopang

Ironisnya: Kekristenan berkembang pesat bukan di masa kaya, tetapi di masa penganiayaan dan kemiskinan.

 

Analisa Teologis

Memberi dalam kemiskinan adalah deklarasi iman bahwa:

  • Kebenaran Allah lebih besar dari realitas ekonomi.
  • Identitas tidak ditentukan oleh kekurangan.
  • Tuhan adalah sumber, bukan kondisi finansial.

Itu sebabnya:

Kejahatan bisa cepat menekan secara ekonomi, tetapi kebenaran iman menciptakan kelimpahan rohani.

Kelimpahan dalam kemiskinan bukan berarti kaya materi, tetapi:

  • Kaya iman
  • Kaya kemurahan
  • Kaya kepercayaan kepada pemeliharaan Tuhan

 

Kalimat: “Kebenaran akan mencari jalannya sendiri”, dalam konteks memberi berarti:

  • Integritas memberi akan terlihat buahnya.
  • Tuhan bekerja melampaui logika kekurangan.
  • Pengorbanan yang benar tidak pernah sia-sia dalam ekonomi Kerajaan Allah.

Kejahatan mungkin cepat:

  • Cepat menindas
  • Cepat menipu
  • Cepat memanfaatkan

Tetapi kebenaran lebih kuat:

  • Ia bertahan
  • Ia membuahkan
  • Ia membangun warisan

 

Memberi dalam kemiskinan adalah tindakan profetik. Itu menyatakan:

“Saya tidak hidup dari ketakutan, tetapi dari iman.”

Dan sejarah dunia maupun Alkitab menunjukkan bahwa:

  • Kekayaan tanpa kebenaran runtuh.
  • Kemiskinan dengan iman menghasilkan kelimpahan yang melampaui materi.

Continue reading Secepat-cepatnya kejahatan berlari, suatu saat kebenaran akan mendahuluinya. Kebenaran akan mencari jalannya sendiri

Saturday, February 28, 2026

Alkitab Berisi Informasi dan Ajaran

 

ged pollo

oleh: grefer pollo


Alkitab Berisi Informasi (Fakta, Sejarah, Peristiwa Nyata)

Alkitab bukan hanya buku rohani, tetapi juga memuat:

  • Catatan sejarah bangsa Israel
  • Silsilah dan kronologi raja-raja
  • Letak geografis kota-kota kuno
  • Kebudayaan Timur Tengah kuno
  • Surat-surat pribadi (misalnya surat Paulus)

Contoh:

  • Pemerintahan Kaisar Romawi disebutkan dalam Injil.
  • Kota seperti Yerusalem, Betlehem, Nazaret benar-benar ada.
  • Penyaliban adalah metode hukuman Romawi yang terdokumentasi secara sejarah.

 

Alkitab bukan hanya kitab doa atau renungan. Ia memuat:

  • Sejarah bangsa dan peristiwa nyata
  • Nama raja, kota, bangsa
  • Silsilah keluarga
  • Hukum sosial
  • Puisi dan hikmat
  • Surat pribadi
  • Kesaksian saksi mata

Contoh:

  • Silsilah Yesus dalam Injil Matius (Matius 1)
  • Daftar raja Israel dan Yehuda dalam 1–2 Raja-raja
  • Catatan perjalanan Paulus dalam Kisah Para Rasul

Secara ilmiah, banyak data Alkitab diverifikasi dan terverifikasi melalui arkeologi.

 

Alkitab Berisi Informasi

Bukti Arkeologis Penting

  1. Dead Sea Scrolls (Gulungan Laut Mati, ditemukan 1947)
    • Berisi naskah Yesaya dan kitab lain dari ±200 SM.
    • Dibandingkan dengan Alkitab modern, isinya sangat konsisten.
    • Membuktikan transmisi teks sangat terjaga.
  2. Tel Dan Stele
    • Menyebut “House of David” (Dinasti Daud).
    • Bukti arkeologi bahwa Daud tokoh sejarah, bukan mitos.
  3. Pilate Stone
    • Prasasti menyebut nama Pontius Pilatus.
    • Cocok dengan catatan Injil.

Banyak peneliti seperti William F. Albright (arkeolog Alkitab) menyatakan bahwa temuan arkeologi berulang kali menguatkan konteks sejarah Alkitab.

 

Bukti Sejarah Non-Kristen tentang Yesus

Beberapa sumber luar Alkitab menyebut Yesus:

  • Flavius Josephus (sejarawan Yahudi, abad 1) menulis tentang Yesus dalam Antiquities of the Jews.
  • Tacitus (sejarawan Romawi) mencatat bahwa Yesus dihukum mati di bawah Pontius Pilatus.
  • Pliny the Younger menulis tentang orang Kristen yang menyembah Kristus sebagai Tuhan.

Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan tokoh mitos, tetapi figur sejarah nyata.

Siapa itu Pliny the Younger?

Dia hidup sekitar tahun 61–113 M. Dia adalah seorang pejabat Romawi, pengacara, dan penulis surat terkenal pada abad pertama. Nama latinnya Gaius Plinius Caecilius Secundus. Ia adalah keponakan dari Pliny the Elder (penulis ensiklopedia Naturalis Historia).

Mengapa dia penting bagi studi Kekristenan?

Karena dia menulis salah satu dokumen non-Kristen tertua tentang orang Kristen. Sekitar tahun 112 M, saat menjadi gubernur, ia menulis surat kepada Kaisar.

Dalam suratnya (Epistulae 10.96), Pliny bertanya bagaimana cara menangani orang Kristen yang dituduh melanggar hukum Romawi. Isi penting dari surat itu:

  • Orang Kristen berkumpul pada hari tertentu sebelum fajar.
  • Mereka menyanyikan pujian kepada Kristus “seperti kepada Allah”.
  • Mereka berjanji untuk tidak melakukan kejahatan (tidak mencuri, tidak berzina, tidak berkhianat).
  • Mereka ditangkap dan dihukum jika menolak menyembah dewa Romawi.

 

Mengapa ini penting secara ilmiah?

Surat ini adalah bukti sejarah dari sumber luar Alkitab bahwa:

· Orang Kristen sudah ada awal abad ke-2

· Mereka menyembah Kristus sebagai Allah

· Mereka hidup dengan standar moral tinggi

· Mereka mengalami penganiayaan

Dokumen ini diterima luas oleh sejarawan modern sebagai autentik.

 

Makna Teologisnya

Tanpa bermaksud membela Kekristenan, Pliny justru:

  • Menguatkan bahwa Yesus bukan mitos.
  • Menunjukkan gereja mula-mula sudah mengakui keilahian Kristus.
  • Membuktikan iman Kristen berkembang sangat cepat.

Ini memperkuat apa yang ditulis dalam Perjanjian Baru tentang penganiayaan dan kesetiaan jemaat.

 

 

Alkitab Berisi Ajaran (Doktrin dan Nilai Hidup)

Alkitab bukan sekadar data sejarah. Ia membawa ajaran hidup.

2 Timotius 3:16:

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar…”

Artinya:

  • Memberi arah hidup
  • Mengoreksi kesalahan
  • Membentuk karakter
  • Menuntun keselamatan

Namun ajaran itu tidak berdiri sendiri. Semuanya mengarah pada satu pusat.

 

Juga berisi ajaran tentang:

  1. Siapa Allah
  2. Siapa manusia
  3. Apa itu dosa
  4. Bagaimana manusia diselamatkan
  5. Bagaimana hidup yang benar

 

Seluruh ajaran itu berpuncak pada satu pusat: CHRIST-CENTERED MESSAGE (Pesan yang Berpusat pada Kristus)

Alkitab bukan sekadar buku moral. Intinya bukan hanya "berbuat baik". Intinya adalah: Allah menyelamatkan manusia melalui Yesus Kristus.

Yesus sendiri berkata dalam:

  • Yohanes 5:39 Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku.
  • Lukas 24:27 Ia menjelaskan bahwa seluruh Kitab Suci menunjuk kepada-Nya.

Artinya:

  • Alkitab bukan terutama tentang manusia menjadi baik.
  • Alkitab terutama tentang Allah menyelamatkan manusia melalui Kristus.
  • Seluruh Alkitab menunjuk kepada Kristus.

 

Benang Merah Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu

  • Kejadian Manusia jatuh dalam dosa
  • Keluaran Allah menebus umat
  • Nabi-nabi Nubuat tentang Mesias
  • Injil Yesus datang
  • Kisah Para Rasul Injil diberitakan
  • Surat-surat Penjelasan karya keselamatan
  • Wahyu Kristus menang dan memulihkan segalanya

Semua menunjuk kepada satu tema besar: Allah mengasihi dan menyelamatkan manusia melalui Yesus.

 

Jika diringkas, isi Alkitab dapat dipahami dalam 4 tahap besar:

  1. Penciptaan – Manusia diciptakan baik (Kejadian 1–2)
  2. Kejatuhan – Manusia berdosa (Kejadian 3)
  3. Penebusan – Kristus datang menyelamatkan (Injil)
  4. Pemulihan – Langit dan bumi baru (Wahyu)

Pusatnya adalah Yesus Kristus.

 

Ajaran Utama Secara Christ-Centered (Berpusat pada Kristus)

Berikut inti ajaran penting yang harus dibaca dalam terang Kristus:

1. Tentang Dosa

Dosa bukan hanya pelanggaran moral. Dosa adalah keterpisahan dari Allah. Ilmu psikologi modern menunjukkan kecenderungan egoisme dan bias moral dalam diri manusia.

Alkitab menjelaskan akar masalah manusia bukan hanya lingkungan, tetapi hati.

Roma 3:23 — semua orang telah berbuat dosa.

Yesus datang bukan sekadar memberi contoh baik, tetapi: mati menggantikan manusia.

 

2. Tentang Keselamatan

Efesus 2:8–9

Keselamatan bukan hasil usaha manusia.

Yesus menjadi pusat keselamatan, bukan agama, bukan perbuatan baik.

 

3. Tentang Kasih

Kasih dalam Alkitab bukan sekadar emosi.

Kasih tertinggi dinyatakan di salib.

Yohanes 3:16 Allah memberi Anak Tunggal-Nya.

 

4. Tentang Hidup Baru

2 Korintus 5:17

Dalam Kristus manusia menjadi ciptaan baru.

Kekristenan bukan memperbaiki diri sedikit demi sedikit, tetapi lahir baru.

 

Inkarnasi (Allah Menjadi Manusia)

Yesus adalah firman Allah yang menjadi manusia (Yohanes 1:14).

Tokoh sejarah non-Kristen seperti:

  Tacitus

  Flavius Josephus

mencatat keberadaan Yesus dan penyaliban-Nya. Artinya, Yesus bukan tokoh mitologi.

 

Salib dan Kebangkitan

Inti ajaran Kristen bukan moralitas, tetapi salib dan kebangkitan.

Bukti yang sering dikaji ilmuwan sejarah:

  Makam kosong

  Kesaksian saksi mata

  Perubahan radikal para murid

  Gereja mula-mula rela mati

Banyak sejarawan modern seperti N.T. Wright ((Nicholas Thomas Wright, lahir 1948 adalah seorang teolog, sejarawan Perjanjian Baru, dan mantan uskup Anglikan dari Inggris. Ia dikenal sebagai salah satu sarjana modern paling berpengaruh dalam studi sejarah Yesus dan kebangkitan-Nya) menyatakan kebangkitan adalah penjelasan historis paling konsisten terhadap data awal Kekristenan.

 

Kasih Karunia (Grace)

Efesus 2:8–9

Keselamatan bukan karena usaha manusia. Ini unik. Agama lain menekankan usaha manusia menuju Allah. Kekristenan mengajarkan Allah datang kepada manusia.

 

Fakta Ilmiah tentang Keunikan Alkitab

Berikut beberapa fakta yang sering diteliti akademisi:

1. Ditulis oleh lebih dari 40 Penulis

  • Rentang waktu ±1500 tahun
  • 3 bahasa utama: Ibrani, Aram, Yunani
  • Latar belakang penulis berbeda (raja, nelayan, dokter, nabi)

Namun memiliki satu tema utama konsisten: keselamatan dalam Kristus.

Banyak akademisi mengakui koherensi naratif Alkitab sebagai fenomena literatur unik.

 

2. Manuskrip Kuno Terbanyak

Perjanjian Baru memiliki lebih dari 5.800 manuskrip Yunani kuno.

Sebagai perbandingan:

  • Karya Homer (Iliad) memiliki jauh lebih sedikit manuskrip dan jarak waktu lebih lama dari naskah asli.

Temuan seperti Dead Sea Scrolls (Gulungan Laut Mati) membuktikan keakuratan penyalinan teks Perjanjian Lama.

 

Berikut adalah perbandingan manuskrip kuno antara Alkitab (Perjanjian Baru) dan karya-karya klasik seperti Homer, Plato (murid Socrates), dan Aristoteles. Data ini umum dipakai dalam studi kritik teks (textual criticism).

Catatan: Socrates tidak menulis karya sendiri. Ajarannya dikenal melalui muridnya seperti Plato dan Xenophon.

 

Perbandingan Manuskrip Kuno

Karya / Penulis

Perkiraan Tahun Penulisan Asli

Manuskrip Tertua yang Masih Ada

Jarak Waktu (Gap)

Perkiraan Jumlah Manuskrip

Perjanjian Baru

50–100 M

±125–150 M (Papirus awal seperti Rylands P52)

±25–75 tahun

±5.800+ (Yunani saja), 20.000+ termasuk Latin & lainnya

Homer – Iliad

±800 SM

±400 SM

±400 tahun

±1.900+

Plato

±400 SM

±900 M

±1.300 tahun

±200+

Aristoteles

±350 SM

±1.100 M

±1.400 tahun

±49+

Tacitus – Annals

±100 M

±800–1.000 M

±700–900 tahun

±20+

Thucydides

±400 SM

±900 M

±1.300 tahun

±8+

 

Penjelasan Sederhana

Jarak Waktu (Time Gap): Semakin kecil jarak antara:

  • Waktu penulisan asli
  • Dan manuskrip tertua yang ditemukan

Semakin kecil kemungkinan terjadi perubahan besar. Perjanjian Baru memiliki gap paling pendek dibanding karya klasik lain.

 

Jumlah Manuskrip

Semakin banyak manuskrip:

  • Semakin mudah membandingkan dan mendeteksi kesalahan salin.
  • Semakin kuat dasar rekonstruksi teks asli.

 

Apa itu manuskrip?

Manuskrip adalah naskah yang ditulis tangan, bukan hasil cetakan mesin. Kata ini berasal dari bahasa Latin:

  • manus = tangan
  • scriptum = tulisan

Jadi secara harfiah berarti: “ditulis dengan tangan.”

 

Perjanjian Baru memiliki jumlah manuskrip jauh lebih banyak dibanding karya Yunani-Romawi lainnya.

Sebagai perbandingan:

  • Homer dianggap sangat terjaga dengan ±1.900 manuskrip.
  • Perjanjian Baru memiliki puluhan ribu jika termasuk berbagai bahasa kuno.

Manuskrip Penting Perjanjian Baru

Beberapa contoh manuskrip awal:

  • Papirus Rylands (P52) ±125–150 M
  • Codex Sinaiticus (abad ke-4)
  • Codex Vaticanus (abad ke-4)

 

Kesimpulan Akademik

Dalam standar kritik teks kuno:

Perjanjian Baru memiliki:

  • Jarak waktu paling pendek
  • Jumlah manuskrip paling banyak
  • Distribusi geografis luas

Karya seperti Homer tetap diterima sebagai teks sejarah meskipun gap-nya jauh lebih besar. Artinya:
Jika standar akademik menerima Homer atau Aristoteles sebagai teks yang dapat dipercaya secara historis, maka secara tekstual Perjanjian Baru memiliki dasar yang lebih kuat.

 

Perbedaan: Informasi vs Ajaran

Informasi

Ajaran

Data sejarah

Makna rohani

Fakta peristiwa

Tujuan keselamatan

Nama tokoh

Karya penebusan

Kronologi

Rencana Allah

Jika hanya membaca informasi jadi pengetahuan. Jika memahami ajaran dalam Kristus jadi transformasi hidup.

 

Mengapa Disebut Christ-Centered?

Karena:

  Perjanjian Lama menubuatkan Dia.

  Injil menceritakan hidup-Nya.

  Kisah Para Rasul memberitakan Dia.

  Surat-surat menjelaskan karya-Nya.

  Wahyu menyatakan kemenangan-Nya.

Tanpa Kristus, Alkitab hanya jadi buku moral. Dengan Kristus, Alkitab menjadi kabar keselamatan. Kabar Baik.

 

Kesimpulan Sederhana

Alkitab merupakan:

· Buku sejarah nyata

· Buku teologi

· Buku moral

· Buku nubuat

· Buku pengharapan

Alkitab berisi:

   Informasi sejarah nyata

   Ajaran moral dan rohani

   Nubuat yang digenapi

   Kesaksian saksi mata

Namun semua itu menunjuk kepada satu pesan utama: Allah mengasihi manusia dan menyelamatkannya melalui Yesus Kristus. Itulah Christ-Centered Message.

Alkitab adalah kisah tentang Yesus Kristus. Tanpa Kristus, Alkitab menjadi kumpulan cerita moral.
Dengan Kristus, Alkitab menjadi kabar keselamatan. Kabar Baik.

 


Continue reading Alkitab Berisi Informasi dan Ajaran