Friday, May 22, 2020

Belajar (di) dari Rumah (teknologi)




teknologi dalam belajar

Sejak pandemi covid-19 melanda seluruh dunia pada akhir tahun 2019 hingga awal 2020, muncullah ide bekerja dari rumah, beribadah dari rumah, dan belajar dari rumah. Menanggapi konsep belajar dari rumah ini, maka pada tanggal 16 Maret 2020 lalu, Kemendikbud menyebut beberapa platform pembelajaran online atau daring di Indonesia, seperti Google Indonesia, Kelas Pintar, Microsoft, Quipper, Ruangguru, Sekolahmu, dan Zenius



Belajar (di) dari Rumah
Pada masa pandemi seperti sekarang ini, gagasan belajar dari rumah ramai dibicarakan dan dilakukan. Berbagai webinar dengan tema seputar belajar dari rumah bergulir dengan pemateri-pemateri berkelas doktor dan professor serta diikuti oleh ratusan bahkan belasan ribu peserta. Ada yang berbayar dan ada juga yang gratis.
Sebenarnya kapan ide belajar dari rumah atau belajar di rumah ini dilakukan di Indonesia?

Dalam sejarah pendidikan di Indonesia tercatat bahwa pada tahun 1922, Ki Hadjar Dewantara telah mendirikan dan menggerakkan Perguruan Taman Siswa di Jawa Tengah, tahun 1926, Muhammad Sjafei dengan INS Kayutanamnya di Padang Pariaman, Sumatera Barat, sedangkan KH Agus Salim lebih tertarik untuk mendidik anak-anaknya belajar secara otodidak di rumah. Di kalangan pemusik era tahun 1970-an, Said Kelana pun menjadi guru musik bagi anak-anaknya. Anak-anaknya, Idham Noorsaid, Iromy Noorsaid, Lydia Noorsaid, dan Imaniar Noorsaid tidak di sekolahkan seperti biasa, tetapi belajar jadi musisi sejak kecil di rumah.

Ide belajar (di) dari rumah seolah menjadi ide booming pada masa kini di tengah situasi seperti sekarang ini. Tetapi, jika kita melihat kembali pada ribuan tahun lalu, sebenarnya di zaman purba, manusia sudah melakukan belajar di rumah ini. Di zaman itu manusia hidup di goa-goa, lalu berpindah-pindah demi bertahan hidup. Mereka terus mendidik anak-anak mereka untuk bertahan hidup dan berbudaya. Di situlah keluarga menjadi sangat penting dan orangtua menjadi pendidik utama bagi anak-anak mereka jauh sebelum dunia menjadi modern mengenal pendidikan formal yang kemudian bagi sejumlah orang tertentu, justru sekolah itu menjadi candu dan mereproduksi kesenjangan sosial. Karena itu, pada masa kini banyak orangtua yang tidak lagi mempercayai sekolah atau pendidikan formal lagi karena berbagai alasan, salah satu alasannya karena setiap anak memiliki keistimewaan atau keunikannya masing-masing.

Seiring dengan terbukanya akses internet dan akses bersekolah ke luar negeri terutama Amerika Serikat, gagasan belajar di rumah mulai banyak dipraktekkan oleh banyak keluarga.

Pada beberapa negara maju, istilah sekolah rumah atau belajar di rumah (homeschooling) disebut dengan istilah home education, home based learning atau sekolah mandiri yang dilaksanakan secara individu maupun berkelompok. Tanggung jawab utamanya ada pada orangtua dan bukan guru, dan fenomena utamanya adalah belajar tidak di sekolah formal. Bentuk dari model belajar ini adalah school at home (belajar tapi di rumah) dan unschooling (tidak bersekolah). Sebagian besar praktik homeschooling berada di antara kedua rentang itu.

Salah satu perbedaan kuat antara model belajar di rumah (homeschooling) dengan sekolah formal adalah dalam hal peran orangtua. Pada sekolah formal peranan orangtua tidak begitu dominan, sebab ada sistem pendidikan formal yang mengatur dan peranan guru yang cukup dominan. Tetapi, orangtua masih terlibat secara aktif dan proaktif. Sedangkan, pada model homeschooling, peranan orangtua sangat dominan dan turut menentukan kualitas dan keberhasilan pendidikan anaknya.

Kelebihan belajar (di) dari rumah:
1.   Anak-anak lebih terjamin keamanannya dari kenakalan remaja seperti perkelahian, narkotika dan sejenisnya, jajanan yang kurang sehat, dan lain-lain. 
2. Memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan orang dewasa sebagai model.
3. Anak-anak punya ruang belajar yang sesuai dengan kondisi lingkungan sosialnya
4.   Anak-anak punya banyak waktu belajar sesuai dengan nilai dan budaya di rumah atau keluarganya

Kelemahan belajar (di) dari rumah:
1. Anak kurang memiliki ruang yang lebih untuk bersosialisasi dibanding sekolah (formal) dengan beragam orang dan karakter  
2.   Jika tidak dikelola dengan baik dan bijak, belajar (di) dari rumah akan mendorong anak untuk terisolasi dari lingkungan sosial  
3. Pembelajaran model kerja sama tim lebih rendah dibanding di sekolah formal
4.   Karena perlu perhatian ekstra dari orangtua (dibanding di sekolah formal) sehingga pekerjaan lain orangtua akan mudah ter”ganggu”.

Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Juga dijelaskan sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional (pasal 1).

Berdasarkan definisi di atas, maka meski dalam kondisi pandemi covid-19 ini pembelajaran mesti tetap berjalan dengan memastikan kualitasnya sambil menyesuaikan diri dengan keadaan realita dan tantangannya. Usaha pencapaian fungsi dan tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab tetap dilakukan. Oleh sebab itu, fasilitas tekonologi yang ada menjadi salah satu ujung tombak atau media utama tetapi bukan tujuan dari pendidikan itu sendiri.

Teknologi dalam Pembelajaran

google classroom
16 Maret 2020 lalu, pemerintah melalui kemdikbud menyebutkan bahwa aplikasi google classroom adalah salah satu dari beberapa aplikasi lain, seperti Google Indonesia, Kelas Pintar, Microsoft, Quipper, Ruangguru, Sekolahmu, dan Zenius yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran daring. Aplikasi ini dapat digunakan oleh guru dan siswa yang sudah memiliki akun google. Jika telah memiliki akun tersebut maka mereka dapat terhubung dalam pembelajaran. Google classroom sendiri bagian dari G Suite for Education yang dapat diakses juga menggunakan aplikasi seluler. Oleh karena bagian dari G Suite for Education, google classroom memiliki fitur-fitur Drive, Calender, Form, Jamboard, Hangouts Meet, Docs, Sheets, Slide, termasuk Gmail yang dapat dipakai dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran melalui google classroom Dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja dan bukan hanya di kelas. Google Classroom yang terhubung dengan  gmail, drive, hangout, youtube dan calendar membuat pembelajaran semakin mudah, menyenangkan, dan menarik serta atraktif. Setelah memiliki akun dan dapat akses ke akun google classroom, maka pemilik akun akan diperhadapkan pada tiga menu utama yaitu stream /aliran, classwork/aktifitas siswa dan people. Stream dimaksudkan untuk membuat pengumunan, berdiskusi atau melihat aliran tugas, kuis, dan materi yang sudah diberikan guru. Menu people dapat digunakan oleh guru untuk mengundang siswa dengan memberikan kode kelas. Guru yang bersangkutan juga dapat mengundang guru lain sebagai kolaborator mealui email. Aktivitas siswa atau classwork digunakan oleh guru untuk membuat soal tes, pretes, kuis, menggunggah materi dan mengadakan refleksi.

Kelebihan google classroom:
1.  Persiapan pembuatan akun Google Classroom mudah dilakukan demikian juga dengan persiapan pembelajarannya.
2.  Setelah guru sudah menyiapkan kelasnya dapat mengundang siswa serta asisten pengajar untuk masuk
3.    Pembelajaran dengan google classroom menghemat kertas dan waktu
4. Informasi, tugas, pertanyaan, dan penyajian materi dapat dibagi dalam halaman tugas kelas tersendiri, lalu memulai komunikasi, pengelolaan kelas, dan lain-lain di tempat yang sama
5.  Menggunakan google classroom kegiatan belajar mengajar menjadi lebih sederhana, menyenangkan, dan bermakna tanpa meniadakan kualitas pembelajaran serta meningkatkan kolaborasi antara guru dan siswa.
6. Pengajar dapat membuat tugas, mengirim pengumuman, dan memulai diskusi kelas secara langsung. Setiap siswa dapat melihat tugas di halaman tugas, di aliran kelas, atau di kalender kelas, dan untuk mendukung ini, alur komunikasi antara pengajar dengan murid atau antar-murid dibuat lebih efektif. Misalnya, antar siswa dapat berbagi materi serta berinteraksi dalam aliran kelas atau melalui email.
7.   Untuk mengontrol pengumpulan tugas siswa dan memberikan umpan balik kepada siswa, disiapkan fitur agar pengajar dapat melihat dengan cepat siapa siswa yang sudah dan belum menyelesaikan tugas, serta langsung memberikan nilai dan masukan real-time.
8.    Sekolah dan lembaga nonprofit mendapatkan Google Classroom sebagai layanan inti G Suite for Education dan G Suite for Nonprofits secara gratis.
9.    Setiap orang yang memiliki akun Google pribadi juga dapat menggunakan Classroom secara gratis.
10.Untuk organisasi, Google Classroom adalah layanan tambahan dalam produk G Suite seperti G Suite Enterprise atau G Suite Business.
11. Semua materi kelas otomatis disimpan dalam folder Google Drive.
12. Tak ada iklan dalam Google Classroom dan konten pengguna atau data siswa tidak digunakan untuk tujuan periklanan
13.Perangkat yang Mendukung Google Classroom dapat diakses menggunakan internet di komputer dengan browser apa pun, seperti Chrome, Firefox, Internet Explorer, termasuk Safari.



zoom
Aplikasi zoom menjadi salah satu pilihan yang digunakan untuk melakukan online meeting akibat kebijakan bekerja dari rumah sebagai dampak covid-19. Aplikasi ini sendiri telah didirikan sejak 2011 di Amerika Serikat oleh Eric Yuan. Sejak itu, telah digunakan oleh berbagai organisasi dan perusahaan untuk mengakomodir para karyawan dari jarak jauh. Komunikasi melalui zoom adalah komunikasi audio video yang dapat digunakan dalam berbagai perangkat seluler, desktop, telepon, dan sistem ruang. Kebanyakan para pengguna menggunakan zoom untuk conference meeting audio dan video.

Kelebihan dalam fitur-fitur zoom:
1.  Aplikasi zoom telah disokong dengan high definition (HD) sehingga kualitas gambar dan audio yang dihasilkan sangat baik. Aplikasi Zoom juga dapat menampung 1000 peserta dan 49 video di layar.
2. Zoom memiliki alat kolaborasi bawaan untuk berbagi layar di antara beberapa pengguna dan menulis catatan pertemuan
3.    Secara keamanan terjamin karena zoom telah disokong dengan end-to-end encryption untuk seluruh rapat yang telah diagendakan melalui aplikasi Zoom. Selain itu ada pula perlindungan kata sandi hingga keamanan pengguna menjadi lebih aman.
4. Rekaman rapat yang dilakukan dengan Zoom dan menyimpanya di perangkat masing-masing yang digunakan atau pada akun cloud
5. Fitur penjadwalan juga tersedia sehingga penjadwalan dapat dilakukan dengan mudah.
6. Mengobrol dengan grup dapat juga dilakukan tanpa kerumitan. Riwayat percakapan mudah dicari, berbagi file terintegrasi, dan arsip dapat disimpan selama sepuluh tahun.

edmodo
Nic Borg dan Jeff O'Hara, dua orang yang mencintai pendidikan dan mendirikan edmodo pada tahun 2008 dengan tujuan awal mengembangkan ruang privasi yang memungkinkan guru, siswa, dan sekolah agar diantara satu dengan yang lain lebih terhubung namun tetap menjaga murid aman dan terlindungi. Jadinya Edmodo, sebuah perusahaan teknologi pendidikan yang menawarkan alat komunikasi, kolaborasi, dan pembinaan untuk guru dan sekolah secara gratis. Di dalam jaringan Edmodo guru dapat berbagi konten, mendistribusikan kuis, tugas, baik dalam bentuk teks, gambar, link, audio, serta video, dan mengelola komunikasi dengan siswa, kolega, dan orang tua. Menurut pendirinya, edmodo memiliki beberapa kelebihan, seperti:
1.    Akses Mobile - edmodo dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Artinya, pembelajaran dapat terjadi di mana saja dan kapan saja menggunakan gadget yang dimiliki.
2.   Management kelas yang lebih mudah– melalui edmodo, kelas dapat dengan mudah ditata, membuat kelompok belajar, memberikan pekerjaan rumah, penilaian setiap individu, penanggalan dan perpustakaan.
3. Manfaat area/kota – edmodo memberikan berbagai kemudahan untuk menghubungkan sekolah dalam wilayah yang diinginkan sehingga tercipta komunikasi efektif dan tentu administrator yang bertugas mengaturnya.

Fitur-Fitur Edmodo
Assignment
Digunakan oleh guru untuk memberikan penugasan kepada siswa. Dalam fitur tersedia waktu deadline dan attach file. Siswa dapat mengirimkan file kepada guru dalam bentuk file dn setelah itu menekan tombol “turn in” yang menandakan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas mereka. Pada bagian ini juga guru dapat mengoreksi dan memberikan skor kepada siswa yang langsung dapat dilihat oleh siswa karena secara otomatis akan tersimpan dalam fitur gradebook.

File and Links
Fitur ini dapat dipakai oleh para guru dan siswa untuk mengirimkan pesan pada grup kelas, siswa atau guru lainnya dengan melampirkan file dan link. Format file yang dilampirkan berlaku untuk semua jenis ekstensi seperti .doc, .pdf, .ppt, .xls, dll.

 Quiz
Jika guru ingin memberikan evaluasi secara dalam jaringan dengan menggunakan model kuis, dapat menggunakan fitur ini. Jenis kuis yang dapat diberikan berupa pilihan ganda, isian singkat, maupun soal uraian. Fitur ini tekah datur sehingga hanya guru yang dapat membuat kuis, sedangkan siswa hanya mengerjakannya saja. Informasi tentang kuis yang akan dibuat, batas waktu pengerjaan, judul kuis dan tampilan kuis juga disediakan sehingga membantu siswa dalam mengerjakannya. Untuk model soal pilihan ganda dan isian singkat, perhitungan skornya dilakukan secara otomatis sedangkan, untuk model soal uraian harus diperiksa oleh guru secara manual.

Polling
Fitur ini hanya dapat dibuat oleh guru untuk dibagikan kepada siswa umumnya, para guru menggunakan poling untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran yang sudah dilakukan.

Gradebook
Untuk mencatat nilai siswa atas tugas (assignment) atau kuis yang sudah diberikan, guru dapat menggunakan fitur ini yang dapat diisi secara manual atau otomatis. Tugas dan kuis dapa dinilai secara otomatis. Penilaian pada gradebook dapat di-export menjadi file.csv. Pengaturan penilaian hasil belajar seluruh siswa dapat diatur oleh guru pada fitur ini. Tampilan fitur ini pada siswa hanya berupa rekapan nilai dalam bentuk grafik dan penilaian langsung.

Library
Seeprti namanya, fitur ini dapat digunakan oleh guru untuk menyimpan beragam konten pembelajarannya baik berupa file materi presentasi, sumber referensi, gambar, video, audio dan konten digital lainnya. Semua file itu dapat dibagikan kepada siswa secara perorangan ataupun grup dan siswa juga dapat menyimpan file yang dibagikna guru ke dalam library-nya.

Award Badges
Jika guru ingin memberikan apresiasi kepada siswa secara individu ataupun kelompok, dapat menggunakan fitur ini.  

Parents Codes
Mengingat bahwa orangtua mempunyai andil besar dalam pendidikan anak, maka edmodo menyediakan fitur bagi keterlibatan orangtua dalam pembelajaran anak. Untuk orangtua dapat mengaksesnya, guru akan memberikan kode kepada orangtua siswa.

Selain beberapa beberapa catatan kelebihan di atas, edmodo memiliki beberapa kekurangan seperti:
1.  Tidak memiliki akses terintegrasi dengan sosial media, seperti twitter, facebook, atau google plus. Hal seperti ini cukup menyulitkan karena banyak pengguna internet akan terbantu dengan fitur yang saling memiliki koneksi dengan media sosial lainnya.
2.    Bahasa program yang ada hanya dalam bahasa Inggris sehingga bagi siswa dan guru yang masih kesulitan dalam berbahasa Inggirs akan hadapi kendala dalam penggunaanya.
3.    Belum ada fitur video conference sehingga jika siswa atau guru berhalangan hadir maka tidak dapat dilakukan e-learning sinkron atau pembelajaran online (dalam jaringan).


Google Trends
Google menyediakan sebuah fitur yang mempresentasikan grafik dari statistik pencarian web bernama google trends. Pada google trends, pengguna dapat mengetahui berapa banyak orang yang telah mencari sebuah kata kunci dan di daerah atau wilayah asal mana saja orang-orang yang mencari kata kunci itu. Bagi seorang blogger, google trends bisa menjadi alternative yang sangat baik untuk mencari topik-topik yang terbaik untuk ditulis.

Pada google trends juga akan terlihat topik-topik atau berita-berta sehubungan topik-topik yang popular pada pencarian untuk waktu tertentu. Statistik tersebut dapat menampilkan kota atau wilayah atau bahasa tertentu. Pengguna yang menggunakan google trends dapat juga melihat dan membandingkan topik-topik yang dicari dengan topik-topik yang diminati di seluruh dunia dan di wilayah mana topik-topik itu memiliki frekuensi pencarian tertinggi dan juga intensitas suatu topik muncul di google news.


Statistik Google Trends

Berikut ini adalah data statistik google trends untuk penggunaan aplikasi google classroom, edmodo, dan zoom pada beberapa negara per 9 Mei 2020.

























Makna edukasi
Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan edukasi sebagai sesuatu yang berkaitan dengan perihal pendidikan yang di dalamnya terjadi proses pengubahan kehidupan seseorang akibat terjadinya transformasi sikap dan perilaku seseorang atau kelompok sehingga bertumbuh ke arah pendewasaan diri melalui upaya pendidikan, pengajaran, pelatihan, dan lainlain. Oleh sebab itu, dampak yang seharusnya dihasilkan dari sebuah edukasi adalah perubahan tingkat kecerdasan ke arah yang lebih baik, terjadi transformasi perilaku dan karakter, adanya pengendalian diri, ketrampilan dan kreativitas yang meningkat khususnya dalam bidang yang dipelajari dan ditekuni.



Peranan Orangtua, Lingkungan, dan Teknologi


Orangtua
Orangtua adalah pendidik utama anak, merekalah yang melahirkan, memperanakkan, dan mengajari anak mereka berjalan, makan, minum, bertanggung jawab, dan sebagainya, sebab itu, peranan penting dalam pendidikan anak ada dalam tanggung jawab orangtua. Dengan demikian, dalam proses pembelajaran dari rumah, orangtua kembali mengambil porsi besar dari pembelajaran dan pendidikan anaknya itu. Anak berada di rumah berarti berada dalam pengawasan orangtua secara langsung di dalam segala aktivitas anaknya itu.

Lingkungan
Dalam proses pembelajaran seorang anak tidak terlepas dari pengaruh dan eksistensi lingkungan belajarnya. Anak berada di rumah berarti dia akan mendapat pengaruh lingkungan sosial vertikal dan horisontal. Vertikal artinya relasi sosial dengan orang yang lebih tua dari dia dan horisontal berarti yang sebaya dengan dia. Keadan ini akan sangat berpengaruh dalam kedewasaan pemikiran, perkataan, dan perilakunya serta berkembang menurut usia dan psikologinya.

Teknologi  
Dalam proses pembelajaran dari rumah dan jarak jauh, teknologi sangat berperan penting dan memberikan pengaruh yang besar. Meski demikian, peranan teknologi seharusnya tidak menggantikan peranan dan kehadiran guru dan orangtua. Sebab, teknologi hanyalahalat untuk mencapai tujuan pembelajaran dan bukan tujuan itu sendiri.

Kreativitas dan Inovasi
Dengan demikian, keativitas dan inovasi dalam proses pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah membutuhkan dan mengharuskan adanya kreativitas dan inovasi dari sekolah dalam hal ini guru dan orangtua yang mendampingi anaknya belajar. Kedua hal ini akan membuat anak tidak bosan dalam belajar serta membantu untuk memahami apa yang dipelajari, demikian juga guru dan orangtua akan sangat terbantu dalam menguasai dan menggunakan teknologi yang ada dalam pembelajarannya. Untuk maksud ini, maka tidak saja siswa atau anak yang perlu menguasai teknologi dalam mengikuti pembelajaran tetapi guru dan orangtuapun harus trampil menggunakannya.

R e f e r e n s i



Continue reading Belajar (di) dari Rumah (teknologi)

Saturday, May 9, 2020

Proses Menerbitkan Buku


Hari ini, 8 Mei 2020, penerbit mayor ANDI kembali berbagi pengetahuan dan ketrampilan dengan peserta kuliah menulis online bersama Omjay via WA. Sebagai pemateri dari penerbit ANDI adalah Bapak Joko Irawan Mumpuni dengan tema proses menerbitkan buku ajar.
proses menerbitkan buku ajar - ANDI offset

 

dengan moderator Bapak Bambang.

Seperti sudah diketahui bersama bahwa penerbit mayor ANDI lebih berperan dalam penerbitan buku-buku umum seperti buku-buku komputer, ekonomi, manajemen, matematika dan ilmu pengetahuan alam, teknik, kepariwistaan, dan sejenisnya. Untuk lebih lengkap dan jelasnya dapat dilihat di link http://www.andipublisher.com/



Di mana Anda berada kini




Semoga Anda sudah berada di puncak, atau setidaknya 1 langkah di bawahnya. Tetapi, jika Anda masih berada di anak tangga paling bawah, mari bersama-sama kita bergandengan tangan dan mulai melangkah dalam tulisan setelah membaca apa yang tertulis di bawah ini.


Proses Penerbitan Buku
Terbitnya sebuah buku dapat dijajaki mulai dari penulis ---à penerbit ----à penyalur ----à pembaca

Penulis menulis naskahnya, diserahkan ke penerbit, lalu penerbit melakukan seleksi naskah sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang ada pada penerbit, jika diterima, maka diterbitkan. Buku yang sudah diterbitkan diberikan kepada penyalur hingga sampai ke tangan pembaca. Detailnya dapat
dilihat pada gambar di bawah ini.


  
Naskah diterima dan naskah ditolak
Setelah naskah buku sudah jadi, menjadi draf buku, penulis akan mengirimkannya ke penerbit. Penerbit akan melakukan penilaian terhadap naskah tersebut untuk menentukan apakah naskah tersebut akan diterima untuk diterbitkan atau tidak. Tidak artinya, naskah tersebut ditolak untuk diterbitkan. Katakanlah bahwa naskah itu diterima untuk diterbitkan, maka penerbit akan mengirimkan surat ke penulis yang berisi bahwa naskah akan diterbitkan. Lalu, penerbit akan meminta softcopy naskah tersebut dari penulis dan dilakukan penandatanganan surat perjanjian.

Setelah penulis sudah menyerahkan softcopy naskah lengkap kepada penerbit, selanjutnya penerbit langsung melakukan editing naskah tersebut dari sisi bahasa, melakukan pengaturan ukuran buku, hiasan, tebal, fontasi, sekaligus cover buku sesuai targtet marketnya. Cover buku di sini sangat penting karena pasar cenderung menilai sebuah buku dari covernya.

Setelah Proses Editing Selesai
Setelah naskah selesai diedit dan diatur, langkah selanjutnya adalah penerbit akan mencetak 1 cetakan sesuai dengan akan seperti apa buku itu nanti atau yang biasa disebut naskah yang siap cetak atau dami buku, untuk diberikan kepada penuis agar penulis melakukan koreksi terakhir sebelum buku dicetak dalam jumlah yang diinginkan. Pada tahapan ini, sangat diharapkan dami buku jangan diromabk total supaya proses penerbitan tidak tertunda.

Langkah Setelah Dami Buku
Sudah Dikembalikan

Setelah naskah dami sudah dikoreksi lagi oleh penulis dan dikembalikan kepada penerbit, maka penerbit akan melakukan koreksi akhir  sekali lagi dari sudut tata bahasanya. Jika sudah selesai, dibuatkanlah film buku untuk ditaruh di plat cetak. Dari situ, kemudian dipindahkan ke alat cetak yang lebih besar untuk dicetak di kateren. Satu kateren bisa 8, 10, atau 30 halaman. Setelah itu masuk mesin lipat.

Indikator Penulis Berhasil atau Tidak
Setiap tulisan yang dikirim oleh penulis ke penerbit pastilah disertai harapan dapat diterbitkan menjadi buku. Penulis yang berhasil akan mendapatkan kepuasan karena bukunya bermanfaat bagi orang lain. Reputasinya mulai dikenal oleh berbagai kalangan seperti guru, siswa, masyarakat umum, website-nya mulai ramai dikunjungi, dan sebagainya. Jika hal-hal ini tidak ada dan tidak ditemukan oleh penerbit, maka sangat mungkin draf buku yang diusulkan ke penerbit tidak akan diterima. Sebab, indikator sebuah buku sukses di pasar bukan dari sudut editorial tetapi peluang potensi pasar dan keilmuannya. Pengaruh dari reputasi penulis hanya 10% dari penilaian buku.
Buku yang sukses adalah buku yang pasarnya besar. Seperti pada gambar di bawah ini.









Ciri-ciri Buku yang Memiliki Pasar Besar

 


proses menerbitkan buku ajar.




Tema Buku
Buku yang memiliki pasar luas dapat dilihat dari gambar di atas, yaitu memiliki tema popular dan penulis popular. Tema popular dapat dilihat dari google trends. Di situ dapat terlihat topik-topik apa saja yang sedang banyak dibicarakan atau laku di pasaran atau dibutuhkan oleh masyarakat. Misalnya, buku-buku pelajaran pasti sangat dibutuhkan untuk jangka waktu yang lama. Sedangkan topik tentang bencana alam tertentu, mungkin hanya dibutuhkan untuk sepanjang bencana alam itu terjadi.

Reputasi Penulis

Dosen
Jika penulis adalah seorang dosen, bisa ditelusuri melalui google scholar atau google cendekia. Dari situ dapat dilihat sudah memiliki berapa karya buku atau jurnal. Karyanya sudah dikutip banyak orang atau tidak. Karya yang baik itu jika sudah disitasi 2000 kali oleh pembaca.

Guru biasa
Jika guru belum punya google cendekia, maka penerbit dapat lihat dari data-data lain, misalnya mengajar apa saja, komunitas di mana dan apa, followernya sedikit atau banyak, sudah menulis buku apa saja, apakah jadi admin dari sebuah grup yang pesertanya banyak, dan lain-lain.


Market dan Oplah
Proses penerbitan tergantung dari jumlah cetak atau oplah. Oplah semakin besar semakin bagus. Cara menentukannya tergantung dari buku tersebut termasuk kuadran mana.

  




 Jika tema buku berada pada kuadran market sempit tapi life cycle panjang, maka buku akan laku terjual tetapi mengalami penudaan. Makusdnya, buku itu dibutuhkan masyarakat tetapi bisa jadi belum sempat dibeli. Contoh buku ilmu murni seperti fisika dasar, matematika dasar, dan lain-lain.

Tema buku yang terdapat pada kuadran market lebar tetapi life cycle panjang yang paling disukai penerbit setiap saat buku akan laku dalam jumlah besar. Contoh ensiklopedia dan kamus.

Untuk tema buku yang terdapat pada kuadran kanan bawah, market lebar tapi life cycle pendek, buku-buku ini tergantung pada perkembangan keadaan. Misalnya, perkembangan teknologi. Contoh buku seperti ini adalah buku informatika dan komputer. Buku seperti harus direvisi. Buku yang sudah dicetak tidak bisa direvisi lagi. Yang bisa direvisi adalah softcopy-nya.



Penulis Idealis atau
Penulis Industrialis

 


Banyak penulis industrialis beralih menjadi penulis idealis seiring dengan perkembangan karir dan usia. Penulis idealis lebih tertarik kepada ide mereka tersampaikan ke pembaca. Mereka kurang tertarik bicara tentang uang atau royalty dengan penerbit. Mereka akan “tersinggung” jika judul buku mereka diubah oleh penerbit padahal penerbit sangat concern dengan judul buku. Sebaliknya, penulis industrialis menulis karena membutuhkan sesuatu, dalam hal ini uang atau royalty. Mereka beorientasi uang.


Buku dan Tingkat Keilmuan
Buku yang banyak laku di pasar adalah buku yang tingkat keilmuannya mengarah kepada tingkat dasar. Artinya, pasar yang lebar kontennya adalah ilmu dasar, seperti SD, SMP, SMA, dan minimal Strata 1. Makin tinggi atau makin k etas tingkat keilmuan maka pasarnya makin sempit.

Model Kerja Sama

 

Seperti gambar di atas, ada beberapa jenis model kerja sama antara penulis dan penerbit dalam menerbitkan buku. Jika memilih model kerja sama regular, maka belum tentu naskah, karena bergntung pada penilaian penerbit. Seandainya, buku yang diusulkan ke penerbit tidak diterima, tetapi penulis masih tetap ingin bukunya dicetak maka penulis dapat menggunakan model kerja sama antar lembaga. Salah satu konsekuensinya adalah logo lembaga tersebut harus dipasang di buku sebagai bentuk promosi lembaga. Namun, jika penulis tidak menemukan lemabaga untuk bekerja sama, dan tetap mau terbitkan bukunya, maka dapat menggunakan skema kerja sama perorangan. Misalnya, menggunakan program ANDI pro literasi.
proses menerbitkan buku ajar.
 



Naskah Terbitan

Biasanya penerbit memilih untuk mencetak buku di atas 1000 buah supaya mendapatkan keuntungan. Jika dicetak di bawah 1000 buku penerbit rugi. Dari segi pengalaman penerbit, lebih banyak naskah yang ditolak dari pada yang diterima oleh penerbit untuk dicetak. Misalnya pada penerbit ANDI, naskah yang masuk tiap bulan rata-rata 400-500 judul, tetapi yang diterima untuk diterbitkan 50-60 judul. Sisanya ditolak. Alasannya seperti di paparkan di depan, yakni penerbit ANDI memprediksikan bahwa buku tersebut tidak memiliki pasar yang baik.

Standard Operational Procedures

Dalam menulis buku perlu memperhatikan langkah-langkah berikut.
  1. Menyusun sinopsis, isinya tentang konten buku secara singkat. Misalnya, prasyarat buku dibaca oleh siapa saja. Tujuan buku ditulis untuk apa dan siapa. Sinopsis dipasang di belakang buku. Dibuat 1-2 paragraf.
  2. Menentukan tujuan buku dan daftar isi. Setelah daftar isi sudah jadi baru mulai menulis buku. Supaya dapat diketahui buku ini sudah sampai di mana. Daftar sisi adalah rencana menulis
  3. Menentukan tujuan manfaat buku jika buku dibaca. Dibuat lebih detil, termasuk sasaran pembaca. Menghitung pesaing buku sudah ada atau belum.
  4. Menjelaskan tulisan ini untuk siapa dan bagaimana
  5. Membuat tulisan tentang penulis (CV). Latar belakang penulis sesuai tema buku yang ditulis. Sebaiknya 1 paragraf saja. Tulisan ini dicantuman di halaman belakang. Buku ber-ISBN akan didokumentasikan oleh negara berpuluh-puluh tahun lamanya.


Gaya Selingkung dan Plagiator

Penerbit tidak mempersoalkan gaya selingkung yang digunakan oleh penulis. Tetapi, penulis harus konsisten dengan gaya selingkung yang digunakan dari awal sampai akhir tulisan. Misalnya, menggunakan model atau gaya APA.  Jika penerbit melihat adanya ketidakkonsistenan, maka editor bisa memperbaiki gaya selingkungnya.

Supaya jangan menjadi plagiator perlu memperhatikan beberapa aturan penulisan dan imitasi tulisan. Misalnya, jika menuliskan penulis menulis 1 buku dengan 1 referensi buku lain, maka dapat disebut plagiator. Tetapi, hingga saat ini belum ada batasan baku berapa jumlah referensi untuk 1 buku.




Lampiran Sesi Tanya Jawab

Agnas setiawan, Majalengka. Saya guru geografi, blogger jg. Tahun lalu pernah terbitkan buku ajar SMA scara  indie. Kalau saya mau coba terbitkn mayor apakah isinya harus dirubah atau boleh sama seperti yg diterbitkan sblumnya?
Kalau buku itu sudah pernah memiliki ISBN berarti buku itu sudah legal terbit, nah kalau diterbitkan kembali makan itu namanya CETAK ULANG, kalau akan diterbitkan sebagai buku baru maka harus direvisi total..

Syukri, SMAN UNGGUL Dharmaraya Padang
1.   Seperti apa itu naskah dan apa aja isinya.
2.   Seperti apa penulis pemula yg dilirik oleh penerbit mayor.
3.   Mohon om joko ulas sedikit tentangvgaya selingkung..
1.   ini naskah lengkap ya Om
2.   Penulis pemula yg dilirik penerbit mayor adalah penulis yang punya naskah bagus yang marketable.
3.   Untuk gaya selingkung, akan saya emailkan detailnya ya OM, mohom alamat emailnya..

Rita, Jembrana Bali,
1.   Apa yang harus kami lakukan agar tulisan kami bisa diterima di penerbit ANDI
2.   Jenis tulisan seperti apa yang penerbit ANDI inginkan
1.   Keduanya Populer (thema, nama penulis) tapi salah satu saja nggak papa, oleh karena itu tulislah buku yang themanya populer dan dibituhkan masyarakat banyak.
3.   ANDI menerbitkan thema apa saja asalkan kami perkirakan buku itu akan laku.

Isminatun, Sukoharjo. Bagaimana agar tulisan/ naskah kita bisa diterbitkan oleh Andi? Apakah tulisan tentang kegiatan menulis (kumpulan materi/resume) bisa diterbitkan Andi? Terima kasih.
Model tulisan itu bisa saja diterbitkan, tetapi sangat tergantung dari kumpulan tulisan apa, resum tentang apa dari forus apa? dari situ harus bisa disimpulkan kalau buku itu kan laku

bu Beni, Bojonegoro, utk buku pelajaran Bhs.Inggris gambaran konten seperti apa yang paling laris? Selain syarat harus sesuai silabus tentunya, terima kasih
TOEF, dan sejenisnya, atau buku bahasa inggris untuk profesi tertentu..

Agnas. Kan kontrak saya dengan penerbit indie tidak dilanjutkan. Kalau misal saya mau masuk ke mayor, apakah nnti di penerbit mayor itu akan cetak ulang atau di aturan harus direvisi total? Kalau total itu 100% isinya memamg harus baru at bagaimana ya?
Kalau cetak ulang maka harus ada surat pengakhiran kontrak dengan penerbit lama, jika revisi total bis dengan penerbit baru dengan kontrak baru..

Munandar, Sumba Timur. Saya pernah diminta oleh penerbit melalui teman saya untuk membuat buka bank soal matematika SMP, sistemnya jual putus. Jadi saya hanya mengirimkan softfile nya saja, dan ternyata tidak dicetak biodata saya sebagai penulis. Apakah saya dpt mengirimkan draf itu kembali ke penerbit lain?
Thank
selama tidak ada perjanjian yang mengikat dengan pihak manapun bisa diterbitkan oleh penerbit mana saja. Sayang sekali ya naskah kok dijual putus, semoga harganya layak ya..

Lusia Curup, Benkulu. bagaimana dengan RPP? Rencana pelaksanan pembelajaran, apakah bisa diterbitkan juga, karena kk sebelumnya itu ada kurikulum 75 itu dulu bnyk, yg KK 13 ini masih belum banyak, apakah ada peluang? Terimakasih
RPP biasanya dibagi gratis ke guru yang telah memakai buku pelajaran utama, tentunya grtais dari penerbit yang buku utamanya dipakai.

Andy Muhtadin, Beltim-Babel. kami ini menulis dri nol, didunia maya tulisan nol,grup ada tpi sedikit, riwayat menulis no, memang layak dpt nol. Tetapi kira2 seberapa peluang penulis pemula dpt bertahan di posisi ini, tolong tipsnya agar dpt terus naik tangga kesuksesan?
Jangan selalu diposisi Nol ya Pak, dulu semua penulis hebat mulai dari Nol, yang membuat mereka berhasil karena apantang putus asa, dan tidak berhenti menulis. penting bergaulah dengan penerbit sehingga tahu apa yang dimaui penerbit.. Semangat.

Dwi Mulyanti, SMKN 1 Kademangan. Dunia wirausaha saat ini sedang trend,namun anak2 kami yg SMK ini belum besar motivasinya
Kira2 materi atau naskah tulisan yang menarik untuk kalangan remaja usia SMK ini apa ya pak? Biar mereka makin tertarik dengan wirausaha
Terimakasih pak
Buku kewirausahaan untuk SMK sudah banyak kita temui termasuk dari Penerbit ANDI, namun buku buku tersebut diterbitkan sesuai dengan kisi kisi kurikulum yang tidak ada unsur motivasi sebagai wirausaha. Nah akan sangat baik jika ibu nulis buku pengayaan untuk SMK yang berisi motivasi menjadi pengusaha.

proses awal pengiriman naskah, apa saja yang terkandung dalam naskah yang terkirim? apakah hanya beberapa bagian atau utuh seluruhnya. proses penilaian naskah perlu waktu brapa lama ? Trima kasih.
Tidak uasah lengkap dulu gpp. Daftar isi, Sinopsis dan dua bab awal sebagai contoh. dikirim berupa hardcopy ya..

proses menerbitkan buku ajar.
 




Resume Belajar Menulis Online Gel 7
Bersama Joko Irawan Mumpuni
8 Mei 2020

Penulis: Grefer E. D. Pollo, dari  SDH Kupang Prov. NTT, Blog: halobelajarsesuatu.blogspot.com, Email: greferedominggu.pollo@gmail.com, IG: ged.pollo
Continue reading Proses Menerbitkan Buku