Monday, January 9, 2023

,

Apakah Engkau Mengasihi Aku?

 

grefer pollo

oleh: Grefer Pollo


Yohanes 21:18

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

“Jangan sebut nama saya”. Saya mengatakan hal ini kepada Ketua Majelis Jemaat di Gereja tempat saya berbakti. 

Waktu itu, saya dipercayakan sebagai ketua seksi acara peringatan Paskah dan Pentakosta di Gereja. 

Oleh karena acara ini melibatkan semua komponen jemaat dan pembukaan kegiatannya akan dihadiri oleh Gubernur NTT, maka kami semua berlatih sedemikian rupa untuk memastikan acaranya berjalan dengan baik dan memuaskan. 

Saya meminta kepada Ketua Majelis Jemaat tersebut agar memberi sambutan dalam acara pembukaan. 

Beliau setuju dan ingin menyebut nama saya sebagai “sutradara” dari acara dimaksud tetapi saya menolak: “Jangan sebut nama saya”.

 

Saat beliau memberi sambutan di acara pembukaan itu, saya sedang berada di luar gedung gereja karena harus mengawasi semua petugas acara dan memastikan acara berjalan sebagaimana seharusnya. 

Dalam sambutannya itu, beliau menyebut nama saya sebagai “sutradara” dari acara yang sementara berjalan dengan baik. Saat saya mendengar itu air mata saya menetes dan saya katakan dalam hati “ Itu nama Tuhan Yesus yang disebutkan”. 

Secara spontan perkataan ini muncul di hati saya untuk menjaga agar saya tidak terjebak dalam kesombongan, mencari pujian yang sia-sia, ataupun agenda pribadi lainnya. 

Karena memang semua karena Tuhan Yesus dan hanya Dia sajalah yang patut dipuji. Amin.

 

Ada banyak orang yang suka menepuk dada sambil berkata baik secara verbal atau dalam hatinya bahwa tanpa dia sesuatu tidak dapat terjadi ataupun berjalan dengan baik.

 

Kisah dalam Yohanes 21 ini unik. Petrus baru saja 3 kali menyangkal Yesus tetapi dalam percakapan Yesus dengan Petrus, hal penyangkalan itu sama sekali tidak dibicarakan oleh Yesus. 

Percakapan Yesus difokuskan kepada isi hati Petrus, kepada agenda pribadinya. Agenda pribadi Petrus adalah menyelamatkan nyawanya, mengurus pentingan pribadi, dan perutnya sendiri. 

Dan dalam konteks ini agenda Petrus adalah menangkap ikan, sesuatu yang sudah dia tinggalkan beberapa tahun sebelumnya (Lukas 5:11). 

Yesus melihat bahwa agenda ini tidak menghasilkan apa-apa (ayat 3 dan 5). 

Yesus hadir lalu menyediakan apa yang mereka butuhkan (ayat 5 dan 6) kemudian menuntun Petrus kembali kepada agenda yang sudah Yesus percayakan kepadanya sebelumnya (Matius 16:18 - Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya) melalui pertanyaan: “Apakah engkau mengasihi (agapaƵ) Aku?”.

 

Pertanyaan ini menohok isi hati Petrus. 

Dalam bacaan di atas, Yohanes 21:18, kita dapat melihatnya dari beberapa sudut pandang. 

Tetapi, saya melihat siratan makna bahwa meski Petrus punya agenda tersendiri namun akan ada suatu saat dia akan menyerah kepada agenda Tuhan dalam dirinya (Yohanes 21:19, kematian Petrus memuliakan Allah). 

Pada akhirnya, pertanyaan Yesus “Apakah engkau mengasihi (agapaƵ) Aku?” telah berhasil mengembalikan Petrus kepada agenda yang sudah Yesus percayakan kepadanya sebelumnya.

 

Dalam perenungan saya terhadap bagian ini saya mendapati bahwa ada orang-orang yang suka menyelipkan agenda pribadi untuk mencari keuntungan pribadi sehingga hilang kepedulian terhadap agenda kelompok. 

Demikian pula mereka yang suka bersaing untuk menunjukkan kemampuan diri. Tuhan Allah memiliki misi besar Kerajaan Allah yang tidak dapat dikerjakan seorang diri ataupun menjadi single fighter. 


Misi Kerajaan Allah dapat dikerjakan melalui perubahan pikiran, jiwa dan hati dari – “AKU sedang dalam misi menjadi KITA sedang dalam misi”.

 

Membawa agenda pribadi yang tidak sejalan dengan misi Kerajaan Allah tidak akan berbuah apa-apa selain membuat kita kecewa dan malu pada akhirnya.

 

Mengingat kembali pengalaman saya di atas, kembali mendorong saya untuk hidup berpusat kepada Kristus. 

Mengingat agenda yang sudah Kristus percayakan dalam tim di mana saya juga ada di dalamnya. 

Untuk melakukannya dengan sepenuh hati dan jiwa, dan mengembalikan segala kemuliaan hanya bagi-Nya.

 

What would have to change in your mind, soul and heart to change from – “I AM on a mission to WE ARE on a mission?”

 


6 comments:

  1. Menarik dan inspiratif. Makasih pak Ged Pollo

    ReplyDelete
  2. Sekalian masukan buat pak Ged, beberapa kalimat panjang, kalo dipisah dgn tanda baca koma akan lebih enak dibaca. Terimakasih

    ReplyDelete
  3. Ged,makasih sdh share,mengingatkan bahwa utk mnjalankan misi Allah,ego disingkirkan,mari kerja bersama dgn tujuan Allah dimuliakan

    ReplyDelete