Game: “Emosi Berantai” 😄😡😱 (10 menit)
Cara bermain:
- Peserta
berbaris.
- Fasilitator
menunjukkan emosi kepada orang pertama, misalnya:
- Takut
- Panik
- Marah
- Shock
- Orang
pertama memperagakan emosi itu ke orang kedua tanpa suara.
- Berlanjut
sampai peserta terakhir.
Peserta terakhir harus menebak emosi apa yang dimulai.
Pesan:
Emosi bisa salah dipahami jika kita tidak mengkomunikasikannya dengan
baik.
Tema PA: Mengelola Emosi dan Stres
Tujuan
Remaja diharapkan:
- Menyadari
emosi yang mereka alami (takut, marah, cemas).
- Belajar
dari tokoh Alkitab tentang cara menghadapi emosi tersebut.
- Menemukan
cara sehat dan rohani untuk mengelola emosi.
Ayat Kunci
- 1
Petrus 5:7 – “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang
memelihara kamu.”
- Mazmur
56:4 – “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu.”
Skoring Emosi (Self Assessment) (10 menit)
Minta remaja menilai diri mereka 1–5.
|
Pernyataan |
Skor
(1–5) |
|
Saya
sering merasa takut terhadap masa depan |
|
|
Saya
mudah marah ketika ditegur |
|
|
Saya
sering cemas tentang sekolah atau nilai |
|
|
Saya
merasa tertekan dengan tugas |
|
|
Saya
sulit menenangkan diri ketika emosi |
Interpretasi sederhana
- 5–10 → Emosi
relatif stabil
- 11–18 →
Kadang stres
- 19–25 → Perlu
belajar mengelola emosi lebih baik
Tekankan bahwa ini bukan tes benar salah, hanya untuk refleksi.
Pendalaman Alkitab (20 menit)
Menghadapi Rasa Takut
Kisah: Daud melawan Goliat (1 Samuel 17)
Fakta
- Daud
juga manusia yang bisa takut.
- Tapi
ia percaya Tuhan lebih besar dari masalah.
Pelajaran
- Ingat
pertolongan Tuhan di masa lalu.
- Fokus
pada Tuhan, bukan pada masalah.
Pertanyaan diskusi
- Apa
“Goliat” dalam hidup remaja saat ini?
- Apa
yang membuat kalian takut?
Menghadapi Kemarahan
Kisah: Musa marah kepada bangsa Israel (Bilangan 20)
Fakta
- Musa
adalah pemimpin besar.
- Tetapi
kemarahannya membuatnya bertindak salah.
Pelajaran
- Marah
itu manusiawi.
- Tetapi
marah tanpa kontrol bisa merugikan.
Diskusi
- Apa
yang biasanya membuat kalian marah?
- Apa
yang kalian lakukan ketika marah?
Menghadapi Kecemasan
Peristiwa: Yesus berdoa di Taman Getsemani
Fakta
- Yesus
merasakan tekanan luar biasa.
- Ia
datang kepada Tuhan dalam doa.
Pelajaran
- Doa
adalah tempat terbaik membawa kecemasan.
- Kita
tidak harus menghadapi stres sendirian.
Pertanyaan diskusi
- Apa
yang biasanya membuat kalian cemas?
- Bagaimana
kalian biasanya mengatasinya?
Diskusi Kelompok Kecil (15 menit)
Bagi remaja dalam kelompok 4–5 orang.
Diskusikan:
- Emosi
apa yang paling sering kalian alami?
- Situasi
apa yang memicu emosi itu?
- Dari
tokoh Alkitab tadi, siapa yang paling kalian relate?
Setiap kelompok membagikan 1 kesimpulan.
Sharing Pengalaman (10 menit)
Fasilitator meminta 2–3 remaja berbagi:
- Pengalaman
ketika merasa takut / marah / cemas.
- Apa
yang mereka lakukan.
- Bagaimana
Tuhan menolong mereka.
Tips untuk fasilitator:
- Jangan
memaksa sharing.
- Ciptakan
suasana aman.
Games Refleksi (10 menit)
Game: “Lepaskan Beban”
Alat
Kertas kecil.
Langkah
- Peserta
menulis satu hal yang membuat mereka stres.
- Kertas
diremas.
- Semua
peserta melemparkan ke sebuah kotak bertuliskan “Serahkan pada Tuhan”.
Fasilitator membaca ayat:
- 1
Petrus 5:7
Makna: Tuhan peduli pada setiap pergumulan kita.
Kesimpulan (5 menit)
Tiga cara mengelola emosi:
- Datang
kepada Tuhan (Doa)
- Berbagi
dengan orang yang dipercaya
- Berpikir
sebelum bertindak
Emosi bukan dosa, tetapi cara kita merespon emosi itu yang penting.
Doa Penutup
Pokok doa:
- Remaja
mampu mengelola emosi.
- Tuhan
memberi damai dalam tekanan sekolah.
- Remaja
berani datang kepada Tuhan.
0 comments:
Post a Comment