Wednesday, February 25, 2026

Enterprenuership: ocatio dan Beruf

 

ged pollo

oleh: grefer pollo


Vocatio berasal dari bahasa Latin vocare = “memanggil”. Dalam pemikiran teologis berarti: panggilan dari Allah. Ini berbicara tentang identitas dan tujuan hidup manusia di hadapan Tuhan.

Beruf (bahasa Jerman) memiliki arti “profesi” atau “pekerjaan”. Dalam tradisi Reformasi memiliki nuansa religius yakni pekerjaan sebagai bentuk panggilan.

Pada masa reformasi gereja abad ke-16, konsep Beruf muncul sebagai ide yang penting, ketika tokoh reformator seperti Martin Luther menolak pemisahan tajam antara pekerjaan “rohani” dan “sekuler”. 

Dia berpikir bahwa menjadi tukang, petani, ibu rumah tangga, atau pejabat sama-sama panggilan Allah.

Mari, sedikit begeser, kita melihat kontribusi gereja terhadap perkembangan pendidikan dan ekonomi.

Gereja, khususnya Kekristenan Barat, memberi kontribusi besar pada fondasi intelektual, institusional, dan etos kerjanya. Seperti:

  • Memberi legitimasi teologis untuk penelitian alam.
  • Membangun universitas sebagai institusi permanen.
  • Menciptakan etos kerja rasional yang menopang kapitalisme industri.


Universitas pertama di Eropa lahir dari dalam gereja abad pertengahan. Misalnya,

  • Universitas Cambridge
  • University of Paris
  • University of Oxford

Semua ini berawal dari sekolah katedral dan biara.

Hal yang bermakna dan penting:

  • Kurikulum mencakup logika, matematika, astronomi, kedokteran.
  • Gereja mengembangkan metode disputatio (argumentasi rasional sistematis).
  • Tradisi skolastik menekankan harmoni iman dan rasio.

Tokoh seperti Thomas Aquinas membangun sintesis iman dan rasio yang membuka ruang bagi penelitian rasional terhadap alam.

Tanpa institusi ini, revolusi ilmiah tidak mempunyai ekosistem intelektual.


Etos Kerja Protestan dan Revolusi Industri memberi kontribusi yang kuat dalam ekonomi. Max Weber dalam The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism menunjukkan bahwa:

Konsep Beruf (panggilan kerja) dalam teologi reformasi mendorong:

  • Disiplin
  • Kerja keras
  • Hidup hemat
  • Investasi ulang laba
  • Rasionalitas ekonomi

Ajaran John Calvin tentang kerja sebagai panggilan Allah menghapus dikotomi sakral–sekuler.

Hasilnya?
Wilayah Protestan seperti:

  • England
  • Netherlands

menjadi pusat awal kapitalisme dan revolusi industri.


Gereja juga memelopori:

  • Rumah sakit
  • Bank amal
  • Sistem pendidikan massal
  • Etika kontrak dan kejujuran dagang

Konsep hukum alam Kristen mempengaruhi perkembangan hukum dagang modern.

Secara historis dapat dikatakan:

  1. Gereja menyediakan institusi pendidikan.
  2. Teologi Kristen memberi dasar metafisik bagi sains.
  3. Reformasi memberi etos kerja ekonomi.
  4. Dari situ lahir revolusi ilmiah dan industri modern.

 

 Ringkasnya:

Vocatio

Beruf

Panggilan ilahi

Profesi/kerja

Identitas & tujuan hidup

Ekspresi praktis panggilan

Dimensi spiritual

Dimensi sosial-ekonomi

Idealnya: Beruf adalah manifestasi konkret dari vocatio.

 

Youth Entrepreneurship

Etimologi 

Kata entrepreneur berasal dari bahasa Prancis entreprendre:

  • entre = antara
  • prendre = mengambil

Artinya: “mengambil di antara”, atau lebih tepatnya “mengambil inisiatif untuk mengerjakan sesuatu”.


Entrepreneur adalah orang yang memindahkan sumber daya dari produktivitas rendah ke produktivitas lebih tinggi.


Ekonom Austria Joseph Schumpeter menekankan bahwa entrepreneur adalah agen inovasi yang menciptakan Penghancuran Kreatif (creative destruction). Menurutnya, perubahan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Perubahan adalah inti dari kemajuan. 

Di sini kita memahami entrepreneurship sebagai:

  • Inisiatif
  • Keberanian risiko
  • Inovasi
  • Pencipta nilai baru

 

Jadi, jika kita hanya mengajarkan remaja “cari kerja”, kita membentuk Beruf tanpa vocatio.
Jika kita hanya ajarkan “pelayanan rohani”, tanpa kompetensi, kita membentuk vocatio tanpa Beruf.

Padahal generasi muda perlu memahami: Tuhan memanggil (vocatio), lalu mereka mengerjakannya dalam bentuk karya nyata (Beruf).


Entrepreneurship menjadi salah satu bentuk konkret Beruf yang lahir dari kesadaran vocatio.

Misalnya:

  • Dipanggil peduli kemiskinan: bangun usaha sosial.
  • Dipanggil peduli pendidikan: buat startup edukasi.
  • Dipanggil kreatif: bangun industri kreatif.

Jadi youth entrepreneurship bukan sekadar cari uang, tetapi:

  • Mengaktualkan panggilan
  • Menghasilkan nilai
  • Menciptakan dampak sosial
  • Mengelola talenta sebagai penatalayan


Dalam konteks pengembangan holistis remaja, bisa dikatakan bahwa:

  • Vocatio: Tuhan memanggil.
  • Entrepreneurship: Manusia merespons dengan kreativitas.
  • Beruf: Profesi menjadi altar pelayanan.

 

Maka mengajarkan youth entrepreneurship bukan sekadar ekonomi, tetapi:

  • Membentuk mentalitas kreator, bukan konsumen.
  • Mengajarkan tanggung jawab atas talenta (lihat perumpamaan talenta dalam Matius 25).
  • Membebaskan gereja dari mentalitas “menunggu pekerjaan, menunggu bantuan”.

 

Youth Entrepreneurship adalah respons kreatif terhadap panggilan Allah untuk menghadirkan nilai, solusi, dan kesejahteraan di dunia.


0 comments:

Post a Comment