grefer pollo
PENGANTAR
Pertama
Setiap orang memiliki kesukaan yang sangat mungkin tidak disukai oleh orang lain. Contoh seseorang yang suka membaca sedang orang lain tidak. Mereka tidak tahu dan mengerti enaknya membaca. Sehingga mereka cukup heran melihat oranglai menikmati waktu kesendirian dan membaca.
Atau, yang lain suka memancing
sedang orang lain tidak suka dan tidak mengerti alasan mereka menikmati memancing, menghabiskan waktu duduk diam di tepi sungai atau di tengah laut dan menunggu bahkan sampai pagi hari.
Kedua
- Berapa banyak yang hadir saat ini yang percaya bahwa Alkitab
adalah firman Allah?
- Berapa banyak yang hadir saat ini yang percaya bahwa firman Allah adalah
makanan bagi jiwa kita?
- Berapa banyak yang hadir saat ini yang percaya: Alkitab adalah satu-satunya
buku yang paling berpengaruh membawa orang kepada hidup yang bermakna?
- Berapa banyak yang hadir saat ini yang membaca Alkitab tiap hari?
- Berapa banyak yang hadir saat ini yang tidak hanya baca tapi
merenungkannya tiap hari?
- Dari mana kita yakin Alkitab adalah firman
Allah? Apa buktinya?
Ketiga
Mengenai dunia tempat kita tinggal perlu dipahami bahwa
- Kejadian 3:15 Allah sendiri yang merencanakan dan melakukan permusuhan (pertikaian berdarah) antara Iblis dengan
manusia (band. Efesus 6 tentang peperangan rohani)
- Dunia sudah dipenuhi
dosa sehingga sebenarnya hal yang lumrah jika setiap hari ada kejahatan di
mana-mana dan kita pun setiap hari berbuat dosa. Jika orang yang berbuat dosa
harusnya dihukum maka hal yang mengherankan jika kita masih bisa bangun tidur.
Seharusnya saat bangun tidur dan kita lihat di cermin kita harus berkata:
terima kasih Tuhan orang jahat ini masih diberi anugerah untuk hidup di hari
ini.
- Dalam keadaan perang
permusuhan antara Iblis dengan manusia dan manusia hidup di dunia yang penuh
dosa, maka kita hanya bisa hidup karena kasih setia Allah. Karena itu, Allah
yang lebih dulu mengasihi kita dengan kasih setia yang kekal yang tidak dapat
dibatalkan oleh siapa dan apapun dan Dia telah meteraikan dengan darah Anak
Tunggal-Nya, Yesus Kristus di kayu salib.
- Dia katakan dalam Roma 8:37-39: Tetapi dalam semuanya
itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi
kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat,
maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu
makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam
Kristus Yesus, Tuhan kita.
- Karena itu, dalam hidup ini kita mesti
berhati-hati dan memiliki gaya hidup yang berkenan kepada Allah
BACAAN ALKITAB: Mazmur 1:1-2
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut
nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak
duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan
yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Mazmur 1 menunjukkan ada 2 jalan: jalan orang
benar dan jalan orang fasik (band Yesus katakan jalan luas dan jalan yang
sempit)
Mazmur 1 ini juga tidak sesuai dengan pemikiran
filsafat modern yang katakan bahwa kebahagiaan itu adalah kondisi psikologis
ataupun etis moral.
Mari kita lihat beberapa penjelasan dari beberapa kata dalam Mazmur 1:1-2 di atas
BERBAHAGIALAH ---> Ash'rey
Mari kita lihat, siapakah yang berbahagia menurut
Mazmur 1:1
Kata "berbahagialah!" (LAI TB) adalah
berasal dari kata Ibrani: 'ASH'REY.
Secara harfiah diartikan: kebahagiaan-kebahagiaan
(jamak).
Kebahagiaan oleh karena ketaatan kepada Tuhan
sehingga diberi kemujuran dan keberuntungan dalam jerih payah
Alkitab Bahasa Inggris yang lain menerjemahkan
kata Ash’rey menjadi blessed (diberkatilah).
Sedikit membandingkan kata Ibrani berkat seperti
yang digunakan dalam Yeremia 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN,
yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Ayat 8 dari Yeremia 17 mirip dengan Mazmur 1:3
Yeremia 17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam
di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak
mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir
dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Mazmur 1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di
tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu
daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Yeremia 17: 7 "diberkatilah" menggunakan
kata: BÂRAKH: memberkati. Makna utama dari kata, memberkati, adalah
memberikan sesuatu kepada orang lain sambil berlutut dan menghormatinya.
Makna yang lebih luas adalah melakukan atau memberikan sesuatu yang bernilai
positif kepada orang lain.
Dari sini kita dapat memahami bahwa dari orang yang sombong tidak akan memberkati orang lain.
Kata barakh bisa ditemukan juga dalam beberapa pembacaan lain seperti: Kejadian 1:28 (Allah memberkati
manusia yang Dia baru ciptakan), Bilangan 6:24-26 (berkat imam: Tuhan
memberkati engkau dan melindungi engkau, …), dan Kejadian 12:1-2 (Allah memberkati
Abraham)
BERJALAN --> Hã-lak
Salah satu artinya: gaya hidup (manner of life).
Gaya hidup seseorang dapat dipengaruhi oleh cara
pandang dia terhadap kehidupan.
Contoh cara pandang Ayub sehingga dia tetap setia
dalam segala pencobaan yg dia alami
Refleksi dari kisah Ayub
- Teman-teman Ayub mewakili
cara berpikir manusia tentang penderitaan (hukum retribusi sempit: karena salah
atau dosa maka menderita). Mereka desak Ayub utk akui dosa Ayub. Istri Ayub
paksa dia utk kutuk Allah lalu matilah. Ayub menolak utk lakukan itu
- Dari mana penderitaan
Ayub dimulai? Dari tantangan Iblis kepada Allah: Ayub hidup saleh karena Allah
berbuat baik kepada dia. Coba buka pagar itu. Allah ijinkan Iblis lakukan yg
dia mau tapi nyawa Ayub harus dibiarkan.
- Jawaban Allah kepada Iblis: buktikan itu.
Bagaimana dengan kita?
Apakah kita mengasihi Allah
hanya karena Dia baik kepada kita menurut cara pandang kita? Atau, dalam
kesulitan, hal-hal yang terjadi tidak sesuai keinginan dan harapan kita lalu dengan
mudahnya kita mengutuk, kecewa, hakimi orang lain, keadaan, dsb?
Kita mengasihi Allah karena Dia baik kepada kita
ATAU, kita mengasihi Allah karena SIAPA DIA
Pada akhirnya saat Ayub
mulai menyesali hari lahir dan hidupnya, Allah bilang kepada Ayub utk belajar
dari hippopotamus (Alkitab terjemahkan sebagai kuda nil). Lalu Ayub meminta ampun
kepada Allah. Allah pulihkan hidupnya dan menyatakan teman-teman Ayub bersalah.
Jangan cepat-cepat kita reaktif terhadap keadaan karena
kita tidak tahu apa yg sedang Allah kerjakan.
Yesaya 55: jalanmu bukan jalanKu, rancanganmu
bukan rancanganKu.
Ayub tidak mengerti apa yang terjadi tetapi dia
percaya Allah yang berdaulat atas semuanya.
Kitab Ayub tidak memberi jawaban tentang alasan
dan cara mengatasi penderitaan dan masalah hidup manusia tetapi memberitahukan
bahwa Allah berdaulat atas segala sesuatu.
Gaya hidup lain yang Tuhan mau kita lakukan adalah
menyukai firman Allah dan merenungkan itu siang dan malam.
KESUKAAN --> KHEF'TSO
Dari kata dasar: KHEFETS, "delight,
pleasure, want, wish" yang menunjukkan ketertarikan seseorang kepada
sesuatu hal, kata ini dalam makna Ibraninya tidak merujuk kepada suatu
keinginan yang biasa, tetapi suatu keinginan yang diidam-idamkan yang menjadi
tujuan dari kehidupan seseorang.
Keinginan/ kegemaran itu dilakukan dengan
mempelajari Firman Allah siang dan malam. Disini merujuk kepada tindakan yang
berulang-ulang.
MERENUNGKAN --> YEH'GEH
Berasal dari kata HAGAH, berarti: membaca
dalam hati atau bicara kepada diri sendiri sementara berpikir.
Kata Ibrani HAGAH juga berarti:
mengucapkan dengan suara rendah dan merenung (Mazmur 35:28; Amsal 15:28).
Kamus lain definisikan kata "HAGAH" ini:
Berbicara dengan diri sendiri, menggumam dan
dengan suara rendah, seperti yang sering dilakukan oleh orang yang sedang
merenung.
Ketika Yosua diangkat menjadi pemimpin atas bangsa
Israel. Sebagai penerus dari pelayanan Musa, ia diperintahkan untuk menjaga
hukum Allah, dan ia diperintah untuk merenungkan Hukum Allah itu siang dan
malam.
Yosua 1:8
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab
Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak
hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian
perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
Jika kita menyukai sesuatu maka kita akan habiskan
banyak waktu untuk itu.
Mari buktikan:
- dalam 1 hari: 24 jam:
berapa jam kita habiskan untuk belajar Alkitab dan berdoa
- dalam 1 minggu: 7 hari berapa jam kita habiskan untuk belajar Alkitab dan berdoa
- dalam 1 bulan: 31 hari berapa jam kita habiskan untuk belajar Alkitab dan berdoa
- dalam tahun 1 tahun: 365
hari berapa jam kita habiskan untuk belajar Alkitab dan berdoa
Apakah sungguh-sungguh kesukaan kita adalah firman Allah
dan kita renungkan itu siang dan malam?
Jika kita yakin bahwa
1. Alkitab adalah firman Allah
2. Firman Allah adalah makanan bagi jiwa kita
3. Alkitab adalah satu-satunya buku yang paling
berpengaruh membawa orang kepada hidup yang bermakna
Maka, adalah layak jika membaca dan merenungkan
Alkitab siang dan malam adalah kesukaan kita.
Ingatlah! Masalah tidak pernah menghancurkan iman kita. Tapi
justru menunjukkan seperti apa iman yang kita miliki. Cara kita menyelesaikan dan merespon masalah menunjukkan seperti apa iman kita dan kepada siapa kita beriman.
KETELADANAN
Dalam dunia yang penuh dosa dan kejahatan, kita
membutuhkan figur dan teladan hidup.
Yang pertama kita temukan dalam diri Yesus Kristus
Yang kedua, kita juga butuh dari manusia yang bisa
kita lihat sehari-hari
Bagi beberapa orang atau mungkin banyak orang,
berbicara tentang kekristenan, berbicara tentang firman Tuhan, berbicara
tentang ibadah mereka tidak butuh jawaban. Karena jawaban bisa mereka dapatkan
dari buku-buku apalagi sekarang masa digitalisasi, mereka bisa dapatkan dari
youtube.
TETAPI, MEREKA BUTUHKAN KETELADANAN. KETELADANAN
INILAH YANG MENJADI ALASAN, MENGAPA BERIBADAH SECARA ONLINE TIDAK CUKUP.
KARENA, SECARA ONLINE KITA DAPAT TERTIPU DAN TIDAK DAPAT MENEMUKAN KETELADAN
HIDUP.
TENTUNYA, kita hanya dapat memberikan teladan hidup
jika kesukaan kita adalah firman Allah dan merenungkan itu siang dan malam.
Dari situ kita akan belajar apa itu walk the talk.
Memiliki integritas.
Katakan apa yg dilakukan dan melakukan apa yang
dikatakan.
Memiliki konsistensi.
Kehidupan Yesus membuktikan bahwa DIA merenungkan
firman itu siang dan malam. Misalnya, saat DIA dicobai Iblis setelah berpuasa.
Dia menggunakan firman Allah.
Apa yang masuk itulah yang keluar.
Biasanya saat seseorang menghadapi tekanan hidup, maka respon
yang dia berikan terhadapa tekanan itu adalah apa yang setiap hari dia dengar, lihat, dan simpan
dalam hati.
PENUTUP
Refleksi kehidupan Salomo
Salomo menulis 3 kitab:
- Kidung Agung (Ibrani: SHIR HASHIRIM): kidung
dari segala kidung - song of songs. Salomo tulis dalam masa mudanya. Dalam kidung
agung tidak sebut 1 kali pun kata Allah atau TUHAN. Penuh gelora cinta anak
muda (biasa anak muda spt ini kurang dekat dengan keluarga, ortu, atau urusan
ibadah dan Tuhan)
- Amsal. Salomo tulis di masa paruh baya. Setengah tua. Dia
sudah punya anak. Dia mulai didik anak agar taat orang tua. Taat pada Tuhan.
Hati-hati dengan perempuan jalang
- Pengkhotbah. Salomo tulis di masa tua. Dia mulai melihat
kehidupan di luar Tuhan sebagai kehidupan yg sia-sia. Tanpa firman Allah hidup
sia-sia. Dia nasihati anak-anak muda: INGATLAH PENCIPTAMU PADA MASA MUDAMU
SEBELUM GIGI TIDAK LENGKAP LAGI, LUTUT MULAI GEMETAR, TELINGA TIDAK BISA DENGAR
DENGAN JELAS, dsb
Apakah Salomo memiliki kesukaan merenungkan firman
Tuhan? Di awal pemerintahan sebagai raja, IYA.
Saat mulai jaya, dia tinggalkan Tuhan Allahnya.
Cerita kuno dalam tradisi Yahudi mengatakan bahwa saat-saat sebelum meninggal, Salomo masuk ke dalam bait Allah, berdiam diri, memandang ke depan hingga suatu waktu dia terjatuh dan mahkotanya terlepas dari kepala dan bergelinding.
Suatu waktu, Raja Daud memiliki keinginan untuk membangun Bait Allah, tetapi Tuhan Allah meresponinya bahwa anak kandungnya yang akan membangunnya.
Lalu, Allah berbicara tentang anak kandung itu seperti terdapat dalam 2 Samuel 7:14-15:
"Aku akan menjadi
Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku
akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang
diberikan anak-anak manusia. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari
padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari
hadapanmu."
Yesus berkata jika kamu mengasihi Aku kamu akan
menuruti perintah-perintah-Ku.
Kasih dihubungkan dengan ketaatan.
Pertanyannya: dapatkah kita menaati
pertintah-perintah Yesus secara sempurna? Jika tidak sempurna namanya dosa
(hamartia).
Di situlah kasih setia Allah memampukan kita
sehingga jika kita dapat melakukan itu semata-mata karena anugerah Allah yang
bekerja dalam diri kita dan bukan karena usaha dan kemampuan kita.
Kasih setia Allah dalam Kristus
menyertai kita semua