Tuesday, February 17, 2026

Apa itu 5 Bahasa Kasih?

 

ged pollo

oleh: grefer pollo


Konsep 5 Bahasa Kasih diperkenalkan oleh Dr. Gary Chapman, seorang pendeta, konselor pernikahan, dan penulis buku The Five Love Languages (1992).

Ia mengamati bahwa setiap orang memiliki cara utama untuk merasakan dan mengekspresikan cinta. 

Seperti bahasa komunikasi, jika pasangan atau orang terdekat tidak “berbicara” bahasa kasih yang kita pahami, kita bisa merasa tidak dicintai meskipun sebenarnya mereka sedang berusaha menunjukkan kasih.


Lima Bahasa Kasih

Bahasa Kasih

Bentuk Ekspresi

Contoh Praktis

Words of Affirmation (Kata-kata peneguhan)

Pujian, ucapan sayang, dorongan

“Aku bangga padamu”, “Terima kasih atas kerja kerasmu”

Acts of Service (Tindakan melayani)

Membantu, melakukan sesuatu untuk orang lain

Menyiapkan makanan, membantu pekerjaan rumah

Receiving Gifts (Menerima hadiah)

Memberikan tanda kasih berupa benda

Memberi bunga, hadiah ulang tahun

Quality Time (Waktu berkualitas)

Memberi perhatian penuh, hadir bersama

Jalan bersama, ngobrol tanpa gangguan

Physical Touch (Sentuhan fisik)

Sentuhan penuh kasih

Pelukan, genggaman tangan, tepukan lembut

 

Apakah konsep ini Alkitabiah?

  • Alkitab menekankan kasih sebagai inti kehidupan iman: “Kasihilah Tuhan Allahmu… dan kasihilah sesamamu manusia” (Matius 22:37-39).
  • Walau istilah “5 bahasa kasih” tidak muncul dalam Alkitab, prinsipnya selaras dengan ajaran Kristen: kasih harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar perasaan.
  • Jadi, konsep ini bisa dipandang sebagai alat praktis untuk menghidupi kasih yang Alkitabiah.

Bagaimana mengetahui bahasa kasih utama?

  1. Refleksi diri: Perhatikan apa yang membuat Anda paling merasa dicintai.
  2. Observasi: Lihat bagaimana Anda biasanya mengekspresikan kasih kepada orang lain.
  3. Lakukan Tes Bahasa Kasih
  4. Diskusi: Tanyakan langsung pada pasangan/teman tentang apa yang membuat mereka merasa dihargai.

Cara menerapkannya

  • Dalam keluarga: Orang tua bisa mengekspresikan kasih sesuai bahasa anak (misalnya pelukan untuk anak yang suka sentuhan).
  • Dalam pernikahan: Pasangan belajar “berbicara” bahasa kasih satu sama lain.
  • Dalam komunitas: Pemimpin bisa memperhatikan bahasa kasih anggota untuk membangun kedekatan.

Hal penting yang perlu diketahui

  • Bahasa kasih bisa berubah sesuai fase hidup.
  • Setiap orang punya kombinasi, tapi biasanya ada satu yang dominan.
  • Kesalahpahaman sering terjadi bila kita mengekspresikan kasih dengan bahasa yang berbeda dari yang dipahami orang lain.

Contoh kasus sederhana

  • Kasus: Seorang istri sering menyiapkan makanan (Acts of Service), tapi suami merasa tidak dicintai karena ia butuh kata-kata peneguhan (Words of Affirmation).
  • Solusi: Istri mulai menambahkan ucapan “Aku bangga padamu” sambil tetap melayani. Suami pun merasa lebih dicintai.


Kisah nyata

  • Ada pasangan yang hampir bercerai karena merasa “tidak dicintai”. Setelah mengikuti konseling dan memahami bahasa kasih masing-masing, mereka mulai mengekspresikan kasih dengan cara yang tepat. Sang suami yang sebelumnya jarang berbicara mulai memberi pujian, dan sang istri yang tadinya merasa hampa mulai merasakan cinta kembali.
  • Ada pasangan yang mengikuti tes ini dan menemukan bahwa sang suami dominan di Acts of Service, sementara sang istri di Words of Affirmation. Sebelumnya, suami sering membantu pekerjaan rumah tapi istrinya tetap merasa kurang dicintai. Setelah tahu hasil tes, suami mulai menambahkan kata-kata pujian sederhana setiap hari. Hasilnya, hubungan mereka menjadi lebih hangat dan harmonis.


Tes Sederhana 5 Bahasa Kasih

Instruksi:
Baca setiap pertanyaan dan pilih jawaban yang paling sesuai dengan diri Anda. Catat huruf yang paling sering muncul; itulah indikasi bahasa kasih utama Anda.

 

Pertanyaan

  1. Saat seseorang menunjukkan kasih kepada saya, saya paling merasa dicintai ketika mereka…
    • A. Mengatakan kata-kata manis atau pujian.
    • B. Membantu saya melakukan sesuatu.
    • C. Memberikan hadiah kecil yang penuh makna.
    • D. Meluangkan waktu bersama saya tanpa gangguan.
    • E. Memberi pelukan atau sentuhan hangat.
  2. Jika saya sedang sedih, hal yang paling menghibur adalah…
    • A. Mendengar kata-kata penyemangat.
    • B. Ada yang membantu meringankan beban saya.
    • C. Diberi sesuatu yang menunjukkan perhatian.
    • D. Ditemani dan diajak bicara dengan penuh perhatian.
    • E. Dipeluk atau disentuh dengan penuh kasih.
  3. Dalam hubungan, saya paling kecewa jika pasangan/teman…
    • A. Tidak pernah memuji atau mengucapkan kata-kata positif.
    • B. Tidak mau membantu saya.
    • C. Tidak pernah memberi tanda perhatian berupa hadiah.
    • D. Jarang meluangkan waktu bersama saya.
    • E. Menghindari sentuhan fisik.
  4. Saat ingin menunjukkan kasih kepada orang lain, saya biasanya…
    • A. Memberi kata-kata dorongan.
    • B. Membantu mereka melakukan sesuatu.
    • C. Memberi hadiah kecil.
    • D. Mengajak mereka menghabiskan waktu bersama.
    • E. Memberi pelukan atau sentuhan.

Cara Menilai

  • Hitung huruf yang paling sering muncul.
  • A = Words of Affirmation
  • B = Acts of Service
  • C = Receiving Gifts
  • D = Quality Time
  • E = Physical Touch

Bahasa kasih utama Anda adalah huruf dengan jumlah terbanyak. Jika ada dua huruf sama kuat, berarti Anda punya kombinasi bahasa kasih.


Contoh Kasus

  • Hasil Tes: Seorang anak remaja paling banyak memilih D (Quality Time).
  • Penerapan: Orang tua bisa meluangkan waktu khusus setiap minggu untuk ngobrol atau jalan bersama, bukan sekadar memberi hadiah. Anak akan merasa lebih dicintai.

 

Lembar Kerja Lengkap – Tes 5 Bahasa Kasih

Bagian 1: Kuis Pilihan

Instruksi:

  • Baca setiap pernyataan.
  • Pilih jawaban yang paling sesuai dengan diri Anda.
  • Beri tanda centang () pada kolom pilihan.
  • Hitung jumlah pilihan per huruf (A–E).
  • Bahasa kasih utama Anda adalah huruf dengan skor tertinggi.

No

Pernyataan

A (Words)

B (Service)

C (Gifts)

D (Time)

E (Touch)

1

Saya merasa paling dicintai ketika…

Mendengar kata-kata manis

Dibantu melakukan sesuatu

Diberi hadiah kecil

Ditemani tanpa gangguan

Dipeluk/digenggam

2

Saat sedih, saya paling terhibur jika…

Mendengar dorongan

Ada yang membantu

Diberi tanda perhatian

Ditemani ngobrol

Dipeluk hangat

3

Saya paling kecewa jika pasangan/teman…

Tidak pernah memuji

Tidak mau membantu

Tidak pernah memberi hadiah

Jarang meluangkan waktu

Menghindari sentuhan

4

Cara saya biasanya menunjukkan kasih adalah…

Memberi kata-kata positif

Membantu pekerjaan

Memberi hadiah

Mengajak bersama

Memberi pelukan

 

Skor:

Huruf

Bahasa Kasih

Jumlah

A

Words of Affirmation

B

Acts of Service

C

Receiving Gifts

D

Quality Time

E

Physical Touch

 

Bahasa kasih utama saya adalah: ____________

 

Bagian 2: Refleksi Naratif

Instruksi: Tuliskan jawaban singkat (1–3 kalimat) untuk setiap pertanyaan.

  1. Kapan terakhir kali Anda merasa sangat dicintai? Apa yang dilakukan orang lain sehingga Anda merasa demikian?
  2. Jika Anda sedang lelah atau sedih, hal apa yang paling cepat membuat Anda merasa diperhatikan?
  3. Bayangkan ulang tahun Anda. Apa yang paling membuat Anda bahagia: ucapan hangat, hadiah, waktu bersama, bantuan, atau pelukan?
  4. Dalam hubungan dengan orang lain, hal apa yang paling sering Anda lakukan untuk menunjukkan kasih?
  5. Apa hal kecil yang jika hilang dari hubungan, membuat Anda merasa kurang dicintai?


Analisis:

  • Cocokkan jawaban dengan kategori bahasa kasih.
  • Lihat pola dominan dari jawaban Anda.


Contoh Penerapan

  • Jika hasilnya D (Quality Time): Luangkan waktu khusus setiap minggu untuk bercakap-cakap/berbicara atau jalan bersama.
  • Jika hasilnya B (Acts of Service): Tunjukkan kasih dengan membantu pekerjaan rumah atau tugas sehari-hari.


Aktivitas Kelompok

  1. Bagikan hasil tes kepada pasangan/teman.
  2. Diskusikan: Apakah bahasa kasih Anda sama atau berbeda?
  3. Buat rencana kecil: bagaimana Anda bisa mengekspresikan kasih sesuai bahasa utama orang lain minggu ini.

Dengan format ini, peserta tidak hanya mendapat hasil kuis numerik, tetapi juga refleksi pribadi yang memperdalam pemahaman.

 

0 comments:

Post a Comment