Dalam masa Perjanjian Lama (sebelum penyaliban): Allah berelasi dengan umat melalui hukum Taurat, perjanjian, dan sistem korban. Dalam masa Perjanjian Baru (sesudah penyaliban & kebangkitan): Relasi dengan Allah terjadi melalui iman kepada Kristus, yang menjadi korban sempurna satu kali untuk selamanya.
Pengampunan Dosa
PL:
- Dosa
diampuni melalui korban binatang (lembu, domba, dll).
- Dilakukan
berulang-ulang oleh imam di Bait Allah.
- Contoh:
sistem korban dalam kitab Imamat.
PB:
- Pengampunan
melalui pengorbanan Yesus di salib.
- Tidak
perlu korban berulang.
- Sekali
untuk selamanya.
Makna
- PL:
Menunjukkan bahwa dosa itu serius dan butuh pengorbanan.
- PB:
Menunjukkan bahwa Yesus adalah penggenapan dan korban sempurna yang
menggantikan semua korban sebelumnya.
Keselamatan
PL:
- Keselamatan
dikaitkan dengan:
- Ketaatan
pada hukum Taurat
- Perjanjian
dengan Allah
- Bersifat
kolektif (bangsa Israel sebagai umat pilihan).
PB:
- Keselamatan
adalah:
- Anugerah (pemberian
Allah)
- Diterima
melalui iman kepada Kristus
- Bersifat
pribadi dan universal (untuk semua bangsa).
Makna
- PL:
Menyiapkan dasar bahwa manusia tidak mampu sempurna menaati hukum.
- PB:
Keselamatan tidak diperoleh dari usaha manusia, tetapi dari kasih karunia
Allah.
Cara Pendekatan kepada Allah
PL:
- Melalui:
Imam, Bait Allah, Sistem ritual
- Ada
batas: tidak semua orang bisa langsung datang kepada Allah.
PB:
- Langsung
kepada Allah melalui Yesus.
- Tidak
perlu perantara manusia.
- Setiap
orang bisa berdoa langsung.
Makna
- PL:
Menunjukkan kekudusan Allah dan jarak manusia karena dosa.
- PB:
Melalui Yesus, hubungan dipulihkan dan tidak ada lagi penghalang.
Ibadah
PL:
- Terpusat
pada: Bait Allah di Yerusalem, Korban dan ritual
- Bersifat
formal dan simbolik.
PB:
- Ibadah:
tidak terikat tempat dan dalam “roh dan kebenaran”
- Fokus
pada hati, iman, dan hidup sehari-hari.
Makna
- PL:
Ibadah eksternal (simbol-simbol lahiriah).
- PB:
Ibadah internal (transformasi hati).
Hukum Taurat
PL:
- Hukum
Taurat adalah pusat kehidupan.
- Harus
ditaati untuk hidup benar.
PB:
- Hukum
digenapi oleh Yesus.
- Intinya
diringkas menjadi: kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama
Makna
- PL:
Standar kekudusan.
- PB:
Kasih menjadi inti dari hukum.
Perjanjian (Covenant)
PL
- Perjanjian
lama dengan Israel (melalui Musa).
- Ditandai
dengan hukum dan sunat.
PB
- Perjanjian
baru melalui darah Kristus.
- Ditandai
dengan iman dan hati yang diperbarui.
Perbedaan paling mendasar:
|
Aspek |
Perjanjian Lama |
Perjanjian Baru |
|
Pengampunan |
Korban berulang |
Korban Kristus sekali |
|
Keselamatan |
Hukum & ketaatan |
Iman & anugerah |
|
Pendekatan ke Allah |
Melalui imam |
Langsung melalui Kristus |
|
Ibadah |
Ritual & tempat |
Roh & kebenaran |
|
Fokus |
Hukum |
Kasih & anugerah |
Inti Teologis
- PL =
bayangan / persiapan
- PB =
penggenapan di dalam Kristus
Dengan kata lain: Apa yang disimbolkan dalam PL digenapi
secara nyata dalam PB melalui Yesus.
Tabir Terbelah
Peristiwa ini dicatat jelas:
- Matius
27:51 → tabir Bait Allah terbelah dua dari atas ke
bawah
- Markus
15:38 → hal yang sama
- Lukas
23:45 → tabir terbelah saat Yesus wafat
Poin penting:
- Terjadi
tepat saat kematian Yesus
- Arah
sobekan: atas ke bawah
- Lokasi:
Bait Allah (ruang Mahakudus)
Apa Itu Tabir Bait Allah?
Tabir ini memisahkan:
- Ruang
Kudus
- Ruang
Mahakudus (hadirat Allah)
Ukuran & Ketebalan tabir:
Catatan kuno
milik para rabi menyebut bahwa tabir Bait Allah tebalnya selebar tangan atau sekitar sejengkal
tangan (~7–10 cm),
ditenun dari 72 jalinan dipilin, setiap pilinan terdiri dari 74 benang. Tabir
itu panjang 60 kaki dan lebar 30 kaki. Artinya kira-kira panjang 20 meter,
lebar 10 meter dan tebal 5-10 sentimeter. Tabir itu sangat berat oleh karena
itu dibutuhkan banyak imam untuk menggesernya. Bukan kain
tipis biasa, tapi seperti tirai industri berat
Secara praktis tidak mungkin disobek seperti kain biasa. Apalagi secara vertikal
dari atas ke bawah
Mengapa Tidak Mungkin Karya Manusia?
Arah Sobekan dari atas ke bawah. Manusia hanya bisa merobek dari bawah
atau tengah. Ini menunjuk tindakan dari “atas” (Allah)
Demikian juga karena lokasinya berada di bagian terdalam Bait Allah yang
sangat terbatas aksesnya dan dijaga ketat oleh sistem imam.
Waktu Kejadian tepat saat Yesus mati dan bersamaan dengan gempa
bumi (Matius 27:51). Ini menunjukkan intervensi ilahi, bukan kebetulan.
Kata “tetelestai” berarti: “Sudah selesai”, “Sudah lunas”, “Sudah
digenapi sepenuhnya”
Saat Yesus mengatakan itu artinya sistem korban dalam PL sudah selesai
dipenuhi. Hutang dosa sudah lunas dibayar. Dan, jalan ke Allah sudah terbuka. Tabir
yang terbelah adalah tanda fisiknya.
Makna Teologis Tabir Terbelah
a. Akses Langsung ke Allah
Sebelumnya:
- Harus
lewat imam
- Harus
lewat korban
Sekarang: semua orang bisa datang langsung kepada Allah. Ini ditegaskan
dalam Ibrani 10:19–20.
b. Penghalang Dosa Dihapus
Tabir melambangkan pemisah antara Allah dan manusia. Saat terbelah
menunjukkan bahwa pemisah itu dihancurkan.
c. Sistem Lama Berakhir
- Korban
binatang sudah tidak diperlukan lagi
- Yesus adalah
korban sempurna
Apakah Manusia Sudah “Dilayakkan”?
Dalam PB, manusia tidak melayakkan diri tetapi dilayakkan
oleh Allah melalui Kristus.
- “dibenarkan
oleh iman” (Roma 5:1)
- “dikuduskan
sekali untuk selamanya” (Ibrani 10:10)
Artinya, status “layak” bukan hasil usaha tetapi hasil
karya Kristus.
Apakah Masih Perlu Minta Dilayakkan?
Tidak tepat jika artinya “saya belum
layak, jadi harus berusaha supaya layak”. Tetapi, menurut PB orang percaya SUDAH
dilayakkan di dalam Kristus. Tetapi tetap hidup dalam pertobatan dan menjaga
kekudusan.
Misalnya, ada seorang anak yang diadopsi sebagai anak:
- Status:
sudah diterima (anak)
- Hidup:
tetap belajar hidup sebagai anak
0 comments:
Post a Comment