Monday, October 16, 2023

,

Memilih Pemimpin Gereja: antara fakta dan opini, antara visi dan mimpi, antara aku, dia, mereka, dan DIA yang kamu cinta

 

ged pollo

oleh: grefer pollo

FAKTA 

Fakta adalah informasi atau peristiwa yang dapat dianggap sebagai kebenaran yang objektif, atau sesuatu yang terbukti secara empiris.


Fakta dapat diverifikasi atau dibuktikan kebenarannya melalui pengamatan, pengukuran, atau penelitian yang tidak tergantung pada pendapat subjektif.

Dalam konteks ilmiah, fakta adalah informasi yang dapat diuji dan diterima secara umum oleh komunitas ilmiah.


OPINI

Opini adalah pandangan pribadi, penilaian, atau keyakinan subjektif seseorang tentang suatu masalah, topik, atau situasi.

Ini adalah ekspresi dari preferensi, sikap, atau keyakinan individu, dan tidak selalu didasarkan pada fakta atau bukti empiris yang kuat.

Opini dapat bervariasi antara individu dan seringkali tidak dapat diuji atau diverifikasi dengan cara yang sama seperti fakta.

Contoh opini termasuk pendapat tentang mana yang lebih baik antara dua merek produk, penilaian tentang kebijakan pemerintah, atau preferensi dalam musik.

Opini dapat menjadi dasar untuk diskusi dan debat, tetapi perlu diingat bahwa mereka mewakili pandangan subjektif individu dan tidak selalu mencerminkan kenyataan objektif.




VISI

Visi adalah pandangan atau citra yang jelas tentang masa depan yang diinginkan atau tujuan yang ingin dicapai oleh suatu individu, organisasi, atau entitas.

Ini adalah gambaran yang inspiratif dan strategis tentang keadaan yang diharapkan atau yang ingin dicapai di masa depan.

Visi biasanya menggambarkan tujuan jangka panjang, nilai-nilai inti, atau arah yang ingin dikejar, dan sering kali bersifat ambisius dan memotivasi.

Visi adalah salah satu elemen utama dalam perencanaan strategis dan manajemen organisasi.

Ini memberikan arahan dan tujuan jangka panjang, yang membantu dalam pengambilan keputusan, pengembangan rencana, dan pengorganisasian sumber daya untuk mencapai visi tersebut.

Visi yang baik harus memotivasi, inspiratif, dan memberikan panduan jangka panjang yang jelas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.


MIMPI

Mimpi adalah pengalaman mental yang terjadi selama tidur yang seringkali melibatkan gambar-gambar, suara, perasaan, dan sensasi lainnya yang muncul dalam kesadaran kita saat tidur.

Mimpi dapat mengambil berbagai bentuk, termasuk narasi atau peristiwa yang cerita, gambar-gambar yang acak, emosi yang intens, atau pengalaman yang terasa nyata.

Mimpi bisa bervariasi dari yang sangat realistis hingga yang sangat surreal atau aneh.

Orang dapat mengalami mimpi yang menyenangkan, mimpi yang menakutkan, atau bahkan mimpi yang ambigu yang mungkin memicu berbagai emosi saat kita tidur.

Meskipun penafsiran mimpi adalah subjektif dan bervariasi antara individu, mimpi telah menjadi subjek penelitian dan spekulasi sepanjang sejarah sebagai upaya untuk memahami makna dan fungsi psikologisnya.

Beberapa teori menunjukkan bahwa mimpi dapat mencerminkan pikiran, perasaan, atau kekhawatiran yang tengah dihadapi seseorang dalam kehidupan sehari-hari, sementara yang lain menganggapnya sebagai proses otak yang kompleks yang tidak selalu memiliki makna yang jelas.


MEMILIH PEMIMPIN GEREJA

Memilih pemimpin gereja bukan memilih kesukaan atau kesenangan dari orang atau kelompok tertentu karena berdasarkan Matius 16:18 (Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya) juga, 1 Petrus 2:9 (Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib,) gereja diartikan sebagai (persekutuan dan pribadi) orang-orang yang ada dalam Kristus Yesus.

GEREJA (jemaat) dalam bahasa YUNANI ekklesia yang berasal dari kata

• ek - dipanggil

• kaleo - keluar


Ekkelsia

Ekklesia dapat diartikan sebagai “yang dipanggil keluar” Sehingga ekklesia dapat diartikan sebagai “yang dipanggil keluar”.

Oleh karena itu secara umum gereja atau ekklesia adalah himpunan orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang Allah yang ajaib, dengan satu tugas mulia.


EKKLESIA (gereja/jemaat) yang dimaksud adalah GEREJA YANG BERKEMENANGAN bahkan alam maut pun tidak mampu menghalanginya GEREJA YANG BERGERAK TAK TERHENTIKAN.

Gereja adalah entitas (istilah umum yang digunakan dalam berbagai konteks untuk merujuk kepada suatu hal, objek, organisasi, atau individu yang memiliki identitas dan eksistensi yang dapat dibedakan dari yang lain) di mana Allah menulis sejarah-Nya (History = HIS Story).


Dalam Kolose 1:15-17 tertulis Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.


Yesus adalah Dasar dan Kepala Gereja

Yesus adalah pusat Gereja, Dasar Gereja, Kepala Tubuh (gereja). Yesus Kristus adalah titik awal dari semua sejarah.

Dia telah ada sebelum segala sesuatu diciptakan.

Sejarah telah dimulai dari Dia sejak awal, sampai sekarang, dibentuk dan dikuasai oleh Dia.

Dia pusat dari segala sesuatu yang terjadi di dunia ini.

Semua peristiwa di dalam sejarah telah terjadi untuk mengarah kepada tujuan itu.

Tidak ada apapun yang terjadi di luar tujuan Allah tersebut.

Bahkan seluruh alam semesta termasuk planet-planet diciptakan untuk satu tujuan yaitu menyediakan tempat tinggal yang layak bagi umat manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah dengan satu tujuan yaitu untuk menyediakan pasangan abadi bagi Sang Anak Domba.

Setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa dan janji penebusan melalui kedatangan Mesias, lahirlah bangsa yang dididik dan disiapkan untuk melahirkan Mesias.

Dan Mesias tersebut telah datang dengan satu sasaran utama yaitu untuk melahirkan GerejaNya yang akan menjadi Mempelai PerempuNya.


Oleh karena itu Gereja sebagai himpunan orang percaya yang telah mengalami panggilan untuk keluar dari kegelapan dan masuk dalam terang Tuhan yang ajaib, hadir sebagai sasaran utama dan juga sebagai tujuan akhir, yaitu Mempelai Perempuan Kristus.


Bukan hanya bagi sejarah dunia, tetapi juga bagi segala sesuatu yang diperbuat Tuhan atas setiap kerajaan sejak awal sampai selama-lamanya.


History = HIS Story

Jadi sesungguhnya sejarah – History adalah kisah tentang Dia- HIS story.

Kisah tentang Kristus yang datang untuk menghadirkan GerejaNya yang akan menjadi Mempelai WanitaNya yang tanpa cacat dan kerut, yang suci dan tak bercela.


Memilih pemimpin gereja seharusnya adalah bagian dari rencana Allah untuk memenuhkan sejarah-Nya (history = HIS story).

Karena itu, orang atau mereka yang terlibat di dalam pemilihan dan proses pemilihan ini ada dalam rencana dan sejarah-Nya.



Continue reading Memilih Pemimpin Gereja: antara fakta dan opini, antara visi dan mimpi, antara aku, dia, mereka, dan DIA yang kamu cinta

Saturday, October 14, 2023

, ,

Mengembangkan Kemampuan Berpikir

 

ged pollo

oleh: grefer pollo


Developmental mindset

Developmental mindset atau pikiran perkembangan adalah suatu cara berpikir atau pandangan yang mengutamakan ide bahwa kemampuan dan keterampilan seseorang tidak bersifat tetap, tetapi dapat berkembang melalui upaya, latihan, pembelajaran, dan pengalaman.

Dalam konsep ini, keyakinan mendasar adalah bahwa kemajuan dan perkembangan pribadi dapat dicapai dengan usaha dan komitmen untuk terus belajar dan berkembang sepanjang hidup.

 

Pikiran yang berkembang bertentangan dengan pandangan tetap atau fixed mindset, di mana seseorang mungkin percaya bahwa kemampuan mereka adalah tetap dan tidak dapat diubah.

Orang dengan fixed mindset mungkin cenderung menghindari tantangan atau risiko kegagalan karena mereka takut bahwa kegagalan akan mengungkapkan ketidakmampuan mereka.

Sebaliknya, orang dengan developmental mindset lebih terbuka terhadap tantangan, belajar dari kegagalan, dan berusaha untuk terus berkembang.

 

Konsep developmental mindset sangat relevan dalam konteks pendidikan, pengembangan diri, dan pengembangan karier.

 

Critical thinking

adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menyintesis informasi atau argumen dengan cara yang sistematis dan logis.


Ini melibatkan kemampuan untuk secara kritis menilai informasi yang diterima, memahami implikasi dari informasi tersebut, dan mengambil keputusan yang rasional berdasarkan pemahaman yang mendalam.

 

Beberapa aspek kunci dari pemikiran kritis meliputi:

Analisis: 

Kemampuan untuk memecah informasi atau situasi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil untuk memahami bagaimana mereka saling terkait.

Evaluasi: 

Kemampuan untuk menilai informasi atau argumen berdasarkan kriteria tertentu, seperti keandalan sumber, validitas, relevansi, dan kecenderungan bias.

Penarikan Kesimpulan: 

Kemampuan untuk membuat kesimpulan atau keputusan berdasarkan analisis dan evaluasi informasi yang telah dikumpulkan.

Sintesis: 

Kemampuan untuk menggabungkan informasi dari berbagai sumber atau sudut pandang untuk menciptakan pemahaman yang lebih komprehensif.

Kritis terhadap Diri Sendiri: 

Kemampuan untuk secara kritis mengevaluasi pemikiran dan pendekatan diri sendiri, serta siap untuk mengubah pandangan atau pendekatan jika diperlukan.

Resolusi Masalah: 

Kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi yang diperlukan, menganalisis masalah tersebut, dan mencari solusi yang efektif.


Pemikiran kritis sangat penting dalam berbagai konteks, termasuk pendidikan, bisnis, ilmiah, dan kehidupan sehari-hari.

Ini membantu individu untuk membuat keputusan yang lebih baik, menghindari penipuan atau pemahaman yang dangkal, serta mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang dunia di sekitar mereka.


Pemikiran kritis juga merupakan keterampilan yang sangat dihargai dalam banyak profesi dan bidang pekerjaan karena membantu dalam menghadapi masalah yang kompleks dan merumuskan solusi yang efektif.

 

Creative thinking


atau pemikiran kreatif adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru, orisinal, dan inovatif.

Ini melibatkan pemikiran yang di luar kotak (out-of-the-box) dan kemampuan untuk menghubungkan ide-ide yang tampaknya tidak terkait untuk menciptakan solusi yang kreatif terhadap masalah atau tantangan yang ada.

 

Beberapa aspek kunci dari creative thinking meliputi:

Fleksibilitas berpikir: 

Kemampuan untuk mengubah sudut pandang, pendekatan, atau ide-ide yang ada untuk menghasilkan alternatif yang baru.

Keterbukaan terhadap pengalaman baru: 

Kemampuan untuk menerima pengalaman dan informasi, serta menggunakan pengalaman tersebut sebagai sumber inspirasi.

Asosiasi bebas: 

Kemampuan untuk menghubungkan ide-ide yang tampaknya tidak terkait satu sama lain, yang dapat memunculkan ide-ide baru dan inovatif.

Ketidaktakutan terhadap kegagalan: 

Pemikiran kreatif seringkali melibatkan eksperimen dan mencoba hal-hal baru, dan pemikir kreatif tidak takut gagal dalam prosesnya.

Imajinasi yang kuat: 

Kemampuan untuk memvisualisasikan hal-hal yang belum pernah ada dan menghasilkan gambaran mental tentang ide-ide kreatif.

Bermain dan eksplorasi: 

menggunakan berbagai konsep dan ide-ide, serta menggali berbagai kemungkinan.


Pemikiran kreatif sangat penting dalam banyak bidang, termasuk seni, desain, penulisan, ilmu pengetahuan, teknologi, bisnis, dan inovasi.


Thinking skill


atau keterampilan berpikir adalah kemampuan mental yang memungkinkan seseorang untuk mengolah, menganalisis, dan menggunakan informasi serta pemikiran untuk mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan merumuskan argumen atau pandangan.

Ini adalah inti dari kemampuan kognitif dan berperan penting dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah, komunikasi, dan pembelajaran. 

Beberapa contoh keterampilan berpikir yang penting:

Pemikiran Kritis: 

Kemampuan untuk menilai informasi secara kritis, mengidentifikasi argumen yang kuat dan lemah, serta mengenali bias atau ketidaksesuaian dalam argumen.

Pemecahan Masalah: 

Kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi yang relevan, merumuskan strategi atau rencana, dan menerapkan solusi yang efektif.

Kreativitas: 

Kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru, asosiasi yang tidak konvensional, dan solusi inovatif untuk masalah.

Pemikiran Sistematis: 

Kemampuan untuk memproses informasi dengan metode yang terorganisir dan sistematis, termasuk pemecahan masalah berdasarkan langkah-langkah yang terstruktur.

Kemampuan Berpikir Kritis: 

Kemampuan untuk mempertanyakan asumsi, mengidentifikasi implikasi, dan melihat masalah dari berbagai sudut pandang sebelum membuat keputusan atau mengambil tindakan.

Kemampuan Analisis: 

Kemampuan untuk menguraikan informasi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil dan memahami hubungan antara komponen tersebut.

Pemikiran Kausatif: 

Kemampuan untuk mengidentifikasi sebab-akibat dalam situasi atau masalah yang kompleks.

Kemampuan Komunikasi: 

Kemampuan untuk secara jelas dan efektif mengkomunikasikan pemikiran dan ide-ide kepada orang lain melalui lisan atau tulisan.

Pemikiran Berbasis Data: 

Kemampuan untuk menggunakan data dan bukti empiris dalam proses pengambilan keputusan dan argumentasi.

Pemikiran Etis: 

Kemampuan untuk mempertimbangkan implikasi etis dari keputusan dan tindakan yang diambil.

Continue reading Mengembangkan Kemampuan Berpikir

Friday, October 13, 2023

Filosofi meja makan

 

ged pollo

oleh: grefer pollo


Filosofi meja makan

Suatu bentuk pendekatan atau konsep filosofis yang luas dan dapat menghasilkan pemikiran yang mendalam tentang berbagai aspek kehidupan manusia, seperti hubungan, identitas, etika, dan budaya, melalui cara pandang (worldview) objek sehari-hari yang sederhana, yaitu meja makan. 


Berikut beberapa pemikiran dan konsep terkait filosofi meja makan:

 

Meja Makan sebagai Pusat Keluarga:

Banyak aktivitas relasi penting dan kedekatan yang berkualitas terjadi di sekitar meja makan.

Ini adalah tempat di mana anggota keluarga berkumpul untuk makan bersama, berbicara, dan berbagi pengalaman.

Hanya orang-orang dekat dan berharga yang diajak makan bersama di meja makan.

Di sini, filosofi meja makan bisa mempertimbangkan etika dan moralitas yang terlibat dalam hubungan keluarga dan komunikasi.

 

Budaya dan Identitas:

Meja makan sering mencerminkan budaya dan identitas suatu keluarga atau komunitas.

Bagaimana makanan disiapkan, disajikan, dan dikonsumsi dapat memiliki makna budaya yang mendalam.

Filosofi meja makan bisa mengeksplorasi konsep identitas, warisan budaya, dan pemahaman makanan sebagai ekspresi kultural.

 

Kehidupan Sederhana dan Konsumsi Berkelanjutan:

Berfokus pada meja makan juga dapat membawa kita ke pertanyaan tentang konsumsi dan keberlanjutan.

Bagaimana kita makan, apa yang kita makan, dan bagaimana kita memperlakukan sumber daya alam dalam persiapan makanan dapat dilihat sebagai pertanyaan etis dan filosofis.

Seperti apa yang kita pakai menggambarkan siapa kita, demikian juga apa yang kita makan.

 

Ritual dan Spiritualitas:

Berada di meja makan akan menggerakkan kita kepada Allah yang adalah Sumber berkat. Yesus Kristus adalah Roti Hidup dan Air Hidup.

Karena itu, kita akan berdoa sebelum makan. Mengucap syukur untuk kasih karunia dan berkat dari Allah.

Ini dapat menjadi kesempatan untuk menjelajahi konsep agama, iman, spiritualitas, dan makna dalam aktivitas sehari-hari.

 

Kehidupan Publik dan Privasi:

Meja makan juga dapat menjadi titik pertemuan antara kehidupan publik dan privat. Pertemuan bisnis atau politik seringkali terjadi di meja makan. Ini dapat memicu pertanyaan tentang etika dalam urusan publik dan swasta.

 

Sosial dan Etika Makanan:

Di meja makan juga kita akan pikirkan atau perbincangkan mengenai etika sosial dan etika makan makanan yang sehat, bergizi, tindakan berkat bagi orang lain, dsb. Apa yang pantas, boleh, dan tidak untuk dimakan.

 

Dalam Alkitab tertulis apa yang Yesus lakukan yang berkaitan dengan tempat atau meja makan.

  Dalam beberapa peristiwa tertulis apa yang Yesus Kristus lakukan seputar makanan.

a.  Matius 14:13-36 Yesus memberi makan 5000 orang

b. Lukas 5:27-32 Yesus makan di rumah Lewi pemungut sukai. Atau, Yesus makan di rumah Zakeus

c. Yohanes 21:15-19 Yesus ajak makan para murid sebelum memulihkan status Petrus sebagai rasul

d. Matius 26:26-29 Yesus ajak makan perjamuan malam terakhir


Hal-hal penting dan bermakna dalam hidup dan keselamatan manusia Yesus lakukan dan bicarakan di sekitar meja makan

Ini menjadi pola dan gaya Yesus dalam penginjilan dan pelayanan. 

Di dan melalui meja makan, Yesus menyatakan keselamatan bagi Zakeus, Lewi Pemungut cukai, menyatakan belas kasihan kepada orang banyak (memberi makan 5000 orang), menegur dan memulihkan status kerasulan Petrus, dsb.


Saat ini kita sedang menghadapi masalah malnutrisi, stunting, kelaparan, dan berbagai masalah kesehatan lainnya yang berkaitan dengan meja makan.

Dari persoalan meja makan dapat dan akan berdampak signifikan pada relasi kehidupan lainnya dan pertumbuhan spiritualitas seseorang atau komunitas.


Di meja makan:

a. semua saling terima dan tidak ada yang dihina atau terhina

b. saling mendengarkan dan tidak ada yang diabaikan

c. semua menikmati makanan dengan menu yang sama bahkan tanpa rasa malu. 

Tidak ada beda kasta atau derajat. Ada rasa hormat pada harkat dan martabat

d. semua bersaudara dan keluarga

e. percakapan harmonis dan intim. Tidak ada yang ditertawakan atau menjadi badut bagi yang lain


Di meja makan:

a. mereka yang serakah dan tamak tidak pantas ada di situ

b. mereka yang cari panggung sendiri dan berusaha kendalikan semua agar ada dalam kontrolnya kurang cocok diajak makan bersama di situ

c. selain rasa lapar dan dahaga jasmani dihilangkan di situ, demikian juga kebutuhan psikis dan spiritual terpenuhi

d. mereka yang biasa dihina tidak perlu takut dan minder karena mendapat penghargaan bahkan panggung untuk berekspresi sesuai talenta dan bakatnya di situ

e. mereka yang mempunyai kelebihan tidak akan menonjolkan diri tetapi justru menjadi tuan rumah dan host yang baik dan bijak bagi orang lain untuk mengambil menu sesuai selera dan kebutuhannya serta kesanggupannnya

Continue reading Filosofi meja makan

Kumpulan Racikan Quotes

 

ged pollo

oleh: grefer pollo



Seringkali salah paham karena pahamnya salah.

Tidak sepaham tidak apa-apa. Asalkan paham.

 

Seringkali orang tidak suka kita ataupun benci bukan karena kebenaran yang kita sampaikan tetapi cara kita menyampaikan kebenaran itu.


Jika menyatakan kritik atau tidak setuju terhadap orang lain jangan lakukan dengan cara menunjuk dengan telunjuk sambil berteriak. Tetapi, lakukan dengan cara memeluknya dan menepuk bahunya perlahan sambil berbisik: kamu salah

 

Pengakuan, penerimaan, pujian adalah bonus bukan fokus


Orang yang kita benci bisa jadi mereka yang paling bertekun mendoakan kita.


Mungkin bagi dunia kamu hanyalah seseorang. Tetapi bagi seseorang, mungkin kamu adalah dunianya (anonimous)


Orang yang benci kita sangat mungkin suatu saat kelak adalah pribadi yang paling kita syukuri.


Mereka yang suka dan benci kita ditempatkan Tuhan untuk bentuk kita

 

Seringkali sesuatu yang sering kita dengar dan katakan akhirnya menjadi sebuah klise tanpa pesan dan arti

 

Hikmat adalah kemampuan untuk melihat dan menemukan sesuatu dibalik apa atau apa dibalik sesuatu

 

The heart of all problems is the problem of heart (anonimous)

 

Mengikut Tuhan Yesus mungkin kekurangan tetapi tidak akan mati dalam dan karena kekurangan

 

Cinta bukan sekedar rasa dan kata tetapi berbuat apa


Jika aku masih mencari kepentingan sendiri maka aku bukan pelayan Kristus


Ketidaksuksesan orang yang cakap adalah kegagalan menggunakan dan mengelola potensi dan kemampuan yang dimiliki


Sering saat menghadapi masalah kita berdoa agar Tuhan menyelesaikan masalah kita. Tetapi kita lupa atau tidak sadar bahwa Tuhan lebih tertarik mengubah cara pandang kita. Karena kekuatan sudah Dia anugerahkan. Hanya cara pandang kita yang perlu Dia ubahkan dalam kita


Hati-hati di jalan. Jaga hati supaya jangan jalan-jalan


Harga sebuah hadiah ada di ketulusan hati memberi


Anugerah adalah yang memberi tidak punya kewajiban. Yang menerima tidak punya hak tetapi diberi (anonimous)


Semua orang punya hati nurani karena mereka diciptakan oleh Allah yang punya kasih dan adil. Jika ada orang yang benci kamu artinya mereka sangat butuh kasih. Maka jika kamu mengasihi dan mendoakan mereka, mereka akan memiliki kesempatan untuk mengenal kasih yamg sejati yang sangat mereka butuhkan


Berdoa dalam ketekunan di satu sisi. Menghidupi apa yang kita doakan adalah sisi yang lain. Jika salah satu diabaikan maka neraca kehidupan tidak seimbang. Neraca serong adalah kekejian bagi Allah (Amsal 11:1)


Hidup itu sederhana tapi jalan hidup itu tidak sederhana. Butuh teman seperjalanan yang pernah finishing well (Tuhan Yesus)


Adalah tindakan yang bodoh jika Anda ingin memberi makan orang yang sangat lemah dan sekarat dengan cara melempar makanan di muka orang itu


Filosofi karet gelang: untuk bisa mengikat lebih banyak atau merangkul lebih banyak harus lebih elastis dan biarkan diri dibentuk lebih lagi


Semua pembicara yang berkaitan dengan relasi bukan berujung pada menang kalah tapi restorasi dan pengembangan relasi. Jika orientasi menang kalah maka hasil sesungguhnya adah semuanya kalah


Jika kita setuju bahwa kita adalah makhluk sosial maka prioritas penting dalam hidup adalah relasi.


"ketiadaan hidup" diartikan sebagai terputusnya relasi. (15 juli 23)


Cara paling efektif untuk menjadi pemimpin adalah dengan memimpin orang lain. Tetapi tidak mungkin jadi pemimpin jika belum pernah dipimpin.


Train makes perfect but discipline makes sustain


Kasih karunia tidak diberikan untuk dibalas. Karena: (a) memang tidak bisa dibalas (b) jika dibalas maka bukan lagi kasih karunia


Sepanjang jalan ada kenangan dan setiap kenangan punya jalannya


Kasih bukan transaksi


Ciptaan hanya bisa ditolong oleh pencipta


Seperti hanya dalam kegelapan dapat terlihat bintang, demikian pemimpin hanya lahir di tengah masalah


Tomorrow is today. Jika punya harapan untuk hari esok mulailah menata di hari ini


Orang bijak mungkin tidak menikmati kesenangan semasa hidupnya tetapi pastinya bahagia, meninggalkan legacy yang bermakna dan berdampak. Di masa tuanya menikmati ketenangan, damai, dan meninggalkan jejak penuh lemak dan makna bagi anak cucunya


Doa adalah penyerahan diri total kepada Tuhan


Orang yang mudah dibodohi mudah ditakut-takuti


Pekerjaan-pekerjan yang tidak terselesaikan saat ini dikarenakan pekerja-pekerja yang kurang berpikir dan pemikir-pemikir yang kurang bekerja (anonimous)


Berhenti bertarung untuk materi, dan segala hal yang akan diambil darimu. Apapun yg akan diambil darimu artinya itu bukan milikmu. Bertarunglah bagi dan demi Kristus (Filipi 3:13-14)


Kasih adalah pengikat kehidupan. Alatnya disebut relasi. Allah adalah kasih. Biarlah Kristus menjadi pengikat kehidupanmu. Tetap setia dengan penuh hormat sampai akhir.


Terkadang Allah membawa kita kepada suatu keadaan bukan untuk kita ubah keadaan itu tetapi untuk belajar dari itu (Yeremia 18)


Obat tidak menyelesaikan masalah. Tetapi terkadang masalah bisa menjadi obat


Terkadang kemudahan merupakan pembodohan


Segala yang kelihatan adalah sementara. Segala yang bisa diambil dari kita adalah bukan milik kita.


Berdoalah bukan supaya kita mendapatkan ketenangan, jawaban dari Tuhan, dsb. Tetapi, ingatlah, doa adalah satu-satunya jalan bertemu Tuhan yang telah memberikan semua itu bahkan lebih dari yang didoakan dan diharapkan


Tiap orang butuh dan punya panggung. Cara yang efektif menjatuhkan mereka adalah hancurkan panggungnya

 

If you can't make thing or something simple, you simply don't understand anything (anonimous)

 

Dunia tidak saja butuh orang pintar tetapi butuh pintar-pintar jadi orang

 

Setia itu mahal karena itu tidak dapat diraih oleh mereka yang murahan

 

Eksplore – eksploitasi – explosion


Awalnya mengeksplor sesuatu atau orang. Lalu kebabalsan meng-eksplotasi dan akhirnya orang atau sesuatu itu meledak

 

Content VS container

Apa yang diberikan harus sepadan dengan sesuatu yang membungkusnya atau cara menyajikannya

 

Relasi VS regulasi

Seringkali jika seseorang berusaha menjaga relasi maka regulasinya kacau. Demikian sebaliknya

 


Continue reading Kumpulan Racikan Quotes

Thursday, October 12, 2023

,

Re-Thinking -------> Berpikir Kembali Tentang Bekerja

 

ged pollo

oleh: grefer pollo


Tiga hal yang perlu dipertimbangkan saat mencari pekerjaan atau menggumulkan pekerjaan:

1. pekerjaan tidak mengambil waktu pribadi dengan Tuhan. Waktu untuk berdoa dan menikmati doa secara pribadi dengan Tuhan

2. pekerjaan tidak mengambil waktu berkualitas dengan keluarga dan orang-orang terkasih, terdekat

3. pekerjaan tidak mengambil dan menghilangkan waktu pribadi untuk istirahat, mengembangkan hobi, bakat, menjaga kesehatan, dsb


Jika pekerjaan yang sedang seseorang geluti telah mengambil 3 hal di atas dari dirinya maka sangatlah mungkin dia bukan tuan atau manajer atas pekerjaan itu tetapi sudah menjadi budak atau hamba atas pekerjaan itu.


Menurut Kejadian 2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. 

Manusia ditetapkan Tuhan untuk menjadi manajer atas pekerjaan. Bukan budak atau hamba atas pekerjaan itu.



Tips menolong untuk mendapatkan pekerjaan:

relasi

perlu kembangkan relasi dengan orang-orang yang dapat menolong Anda mendapatkan pekerjaan

rekomendasi

melalui relasi baik maka bisa mendapatkan pekerjaan

kualifikasi

kemampuan dan kompetensi yang dimiliki akan memudahkan mendapatkan pekerjaan


Hal yang perlu diperhatikan  dalam meningkatkan kualifikasi dan mengembangkan pekerjaan

1. saat berusia 20-an - 30 tahun bekerjalah pada tempat kerja yang memiliki pimpinan terbaik

2. saat berusia 30-an - 40 tahun bekerjalah pada tempat kerja yang memiliki manajemen terbaik

3. saat berusia 40-an tahun dirikan perusahaan dan lapangan pekerjaan tersendiri


Continue reading Re-Thinking -------> Berpikir Kembali Tentang Bekerja