Tuesday, April 11, 2023

,

Kebangkitan Tubuh

 

grefer pollo

oleh: Grefer Pollo


Salam Paskah

Paskah memberi pesan kemenangan dalam Kristus.

Salah satu kemenangan yang tidak ada pada pribadi lain adalah kebangkitan Tubuh.

Hari ini kita akan soroti hal ini.


       

Pertanyaan pengantar:

1. Apakah saudara percaya kepada Allah? Allah seperti apa yang saudara percaya?

2. Apakah saudara percaya adanya kehidupan setelah kematian? Kehidupan setelah kematian seperti apa yang saudara percaya?


Berkaitan dengan kehidupan setelah kematian, ada 4 kelompok orang:

  • Pandangan yang paling umum dianut oleh para ateis dan beberapa orang non-religius lainnya: meyakini bahwa setelah kematian, tidak ada kehidupan lain lagi dan manusia benar-benar berakhir. 
  • Sebagian orang meyakini bahwa jiwa manusia terus hidup setelah kematian, dan dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang masih hidup melalui medium, mimpi, atau pengalaman-pengalaman mistis lainnya.
  • Banyak agama memiliki keyakinan bahwa setelah kematian, jiwa seseorang akan melanjutkan kehidupannya di alam lain, seperti surga, neraka, atau reinkarnasi menjadi sesuatu yang lain.
  • Kepercayaan Kristen: ada kebangkitan tubuh. Makanya dalam pengakuan iman disebutkan: aku percaya adanya kebangkitan daging


1 Korintus 15:35-58

35 Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?" 

15:36 Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. 

15:37 Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain. 

15:38 Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri. 

15:39 Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan. 

15:40 Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi. 

15:41 Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain. 

15:42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. 

15:43 Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. 

15:44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. 

15:45 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. 

15:46 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. 

15:47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. 

15:48 Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. 

15:49 Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi. 

15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. 

15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, 

15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. 

15:53 Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. 

15:54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. 

15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" 

15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. 

15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 

15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.


Gereja mula-mula memiliki masalah yang sangat serius.

Sejarah gereja buktikan bahwa sejak mula-mula, gereja alami penganiayaan dari pihak luar gereja dan persoalan dari dalam gereja. 

Penganiayaan dari luar tidak pernah hancurkan gereja. Justru buat gereja makin bertumbuh. Tapi persoalan dari dalam gereja menghancurkan persekutuan.


Jemaat di Korintus punya masalah:

  • Perpecahan (pasal 3)
  • Mabuk dalam perjamuan, orang lain kelaparan tetapi mereka makan begitu saja dalam perjamuan.
  • Mereka punya karunia-karunia roh tetapi tidak punya kasih kepada sesama. Pelayanan mereka tidak berlandaskan kasih
  • Mereka tidak percaya kepada kebangkitan orang mati.


Bagaimanakah tubuh yang sudah mati—dan membusuk, kemudian menjadi tanah—dapat dibangkitkan? 

Apakah tubuh orang-orang yang mati karena kecelakaan, perang, atau bencana alam juga dapat dibangkitkan? 

Tubuh seperti apa yang akan mereka miliki sesudah mereka dibangkitkan? 

Pertanyaan-pertanyaan di atas bukan hanya diajukan oleh orang-orang yang tidak percaya terhadap kebangkitan, tetapi juga menjadi pergumulan jemaat Korintus. 


Konteks:

1 Korintus 15:12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?

 

Sebagian jemaat korintus tidak percaya adanya kebangkitan orang mati

Hal ini dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan mereka. Ini muncul dalam ayat 32-33

Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

 

Secara khusus sebenarnya jemaat Korintus bukan tidak percaya adanya kebangkitan orang mati. Tetapi tidak percaya adanya kebangkitan tubuh.


Kenapa demikian? Mereka terpengaruh dengan cara berpikir Yunani:

Orang Yunani membagi segala sesuatu ke dalam 2 bagian:

    1.    Material: semua materi jelek

    2.    Non-material: baik

 

Mereka memandang manusia terdiri dari materi (tubuh), ini dianggap tidak baik. Dan jiwa (non materi): ini baik

Jadi, mereka memandang bahwa jiwa yang baik ini terpenjara dalam tubuh yang tidak baik. 

Kapan jiwa itu bisa bebas? Saat kematian. Jiwa akan bebas berkelana. Itu hari kemerdekaannya.

 

Saat Paulus beritakan kebangkitan tubuh (jiwa dapat tubuh lagi) mereka menolak itu.

Contoh untuk pahami cara berpikir Yunani: saudara diberi makanan yang sangat disukai tetapi ditaruh di piring bekas tempat makanan orang gila. Apakah mau makan? Kita sudah punya konsep bahwa orang gila pasti jorok.

 

Mereka sulit pahami. Mengapa jiwa yang baik itu mesti dipenjara oleh tubuh lagi.

Karena menolak kebangkitan tubuh, mereka menolak kebangkitan orang mati.

 

Rasul Paulus menanggapi pertanyaan ini dengan mengatakan bahwa orang-orang di Korintus yang tidak percaya terhadap kebangkitan tubuh adalah orang-orang bodoh (15:36). 

Mengapa? Karena kebangkitan tubuh sebenarnya sangat alamiah, sesuatu yang dapat dimengerti bila seseorang mau memperhatikan dan merenungkan alam ciptaan Tuhan.

 

Rasul Paulus lalu memberi contoh hal alami. Biji yang ditanam tanpa tubuh tanaman, Allah berikan tubuh baru (akar, batang, daun, buah). 

Itu hal yang alami. Demikian juga dengan manusia di masa kebangkitan.

Kematian (tubuh yang mati membusuk, lalu menjadi tanah) merupakan sesuatu yang bersifat alamiah.

 

Kematian bukan akhir segala-galanya, melainkan awal menuju kehidupan yang baru. 

Alam juga demikian. Benih yang ditanam harus lebih dulu mati, baru bisa menghasilkan tanaman yang hidup.

 

Pasal atau bab terakhir dri hidup kita bukan kematian tetapi kebangkitan tubuh

 

Kematian tubuh yang lama (tubuh duniawi) akan menghasilkan kehidupan dengan tubuh yang baru (tubuh sorgawi), yaitu tubuh yang sesuai dengan kehendak Allah (15:38).

Tubuh sorgawi berbeda dengan tubuh duniawi. Tubuh sorgawi merupakan tubuh yang mulia. 

Namun, hal ini tidak berarti bahwa tubuh duniawi yang diciptakan Tuhan itu tidak mulia, melainkan bahwa kemuliaannya berbeda bila dibandingkan dengan kemuliaan tubuh sorgawi (15:40-41).

 

Perhatikan hewan. Daging hewan tertentu berbeda dengan daging hewan lain. Daging manusia berbeda dengan daging hewan. Demikian juga daging atau tubuh di dunia berbeda dengan tubuh setelah kebangkitan.

 

Orang Yahudi percaya adanya kebangkitan orang mati pada akhir zaman dengan menggunakan jenis tubuh yang sama dengan saat dia hidup di dunia.

Dalam bacaan 1 Korintus 15, Paulus menolak gagasan itu. Tidak mungkin yang dapat binasa hidup di dalam kebangkitan

 

Pemikiran Yunani mengganggap kebangkitan orang mati adalah kebakitan jiwa tanpa tubuh. Ini pun ditolak dalam Alkitab

 

Ajaran kekristenan adalah kebangkitan tubuh. Memakai tubuh yang tidak dapat binasa.

Tubuh yang sekarang harus mengalami perubahan.


Bagaimana perubahan ini terjadi: ayat 51-52

    1. kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

   2. dalam sekejap mata (Yunani: atomos: bagian terkecil, sesuatu yang tidak bisa dibagi lagi. Begitu cepatnya), pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

 

Mengenakan

Ayat 53: yang tidak dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa.

Kata “mengenakan” memberi tanda atau arti bahwa sesuatu yang baru dikenakan pada sesuatu yang sudah ada.

Jadi tubuh yang ada sekarang akan dikenakan dengan tubuh sorgawi yang baru.

Jadi ada keterkaitan antara tubuh yang lama dengan tubuh yang baru

Contohnya pada kisah kebangkitan Yesus. Saat semua pintu tertutup dan murid-murid sedang berkumpul, Yesus tiba-tiba hadir di tengah-tengah mereka dan mereka langsung kenal itu Yesus, tubuh yang bisa makan dan minum. Tidak terikat kepada hukum alam.

 

Mereka mengenal Yesus karena suara-Nya, karena tubuh-Nya. Tapi tubuh-Nya bisa menerobos ruang dan waktu.

Jika Yesus bisa terobos ruang dan tembok, mengapa pintu kubur Yesus harus dibuka? Bukankah Yesus bisa saja keluar dengan pintu kubur tertutup?

Supaya murid-murid Yesus bisa masuk dan tahu bahwa Yesus sudah bangkit.

Murid-murid yang berjalan ke Emaus tidak langsung kenal Yesus. Tapi Yesus bisa menghilang di tengah-tengah mereka.

 

Ada keterkaitan dan ketidak kaitan antara tubuh lama dan tubuh baru. Ini masih berupa misteri

Tapi yang pasti bahwa di sorga nanti tidak ada penyakit, air mata, dan kematian lagi. Tubuh kebangkitan: kuat, tidak alami kebusukan.

 

Aplikasi:

   1. Kita bersyukur Yesus sudah tanggung semua penyakit, kelemahan tubuh, dan kematian sehingga kita dijamin mendapatkan kebangkitan dan kehidupan di dalam-Nya

    2. Menjaga kesehatan tubuh dan makanan dan minuman yang tidak sehat. Istirahat yag baik dan cukup agar tubuh ini dapat sungguh-sungguh digunakan bagi kemuliaan Tuhan Yesus

     3. Menjaga pikiran kita agar tetap bersih dan sehat agar terhindar dari hal-hal yang bisa menajiskan tubuh kita. Karena tubuh kita ditebus dengan darah yang mahal, darah Yesus Kristus, karena tubuh kita tidak akan dimusnahkan tetapi diubah menjadi tubuh kemuliaan

   4. Belajar menerima tubuh kita apa adanya. Hitam putih, pesek mancung tidak ada masalahnya di kerajaan sorga. Apapun itu ditebus sama dengan darah Yesus Kristus


Continue reading Kebangkitan Tubuh

Tuesday, March 28, 2023

, , ,

Tips Menjadi Pembaca Buku

 

grefer pollo

oleh: grefer pollo


Membaca buku adalah suatu aktivitas yang menyenangkan. Tetapi tidak semua orang senang membaca buku. 

Banyak manfaat yang didapat melalui membaca buku. Misalnya menambah pengetahuan, wawasan, lebih cerdas, bijak, dan sebagainya.


baca juga: Terbentur Lalu Terbentuk


Beberap tips untuk menjadi pembaca buku:

  • Mulai membaca jenis buku yang disukai. Misalnya buku fiksi, nonfiksi, novel, komik, dan sebagainya
  • Mulai membaca jenis buku yang disukai. Misalnya buku fiksi, nonfiksi, novel, komik, dan sebagainya
  • Pilih genre dari jenis buku tersebut. Misalnya memilih jenis buku nonfiksi, maka silakan memilih genre ensiklopedi, pengembangan diri, biografi, dan sebagainya

baca juga: Quotes Kehidupan

  • Pilih bacaan-bacaan yang direkomendasikan sesuai dengan genre yang dipilih
  • Buatlah target bacaan
  • Jangan sungkan untuk berhenti membaca 1 buku lalu pindah ke buku yang lain. Ini baik untuk membaca minat membaca
  • Jangan berhenti membaca hanya karena tidak memahami isi bacaan 
  • Menaruh 1 buku di tempat tidur agar memotivasi diri untuk membaca beberapa halaman buku sebelum tidur

baca juga: Perlindungan Anak


  • Pilih waktu yang tepat untuk membaca
  • Pilih tempat yang menyenangkan untuk membaca
  • Mencari teman untuk berbagi isi buku yang dibaca


Jika ingin menjadi penulis mulailah dengan membaca





Continue reading Tips Menjadi Pembaca Buku

Saturday, March 25, 2023

,

Terbentur lalu Terbentuk

grefer pollo

oleh: Grefer Pollo


Roma 12:12 (TB)  Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!


Surat Roma adalah surat yang sangat berdampak sepanjang sejarah gereja. 


Agustinus dari Hippo, (354 – 430). Seorang Bapa Gereja bertobat saat mendengar anak kecil bernyanyi dan dia membuka dari Roma 13:13-14, yaitu:

Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.


Martin Luther in Wittenberg mengalami transformasi dan melakukan reformasi dipengaruhi oleh surat Roma


John wesley bertobat setelah mendengar orang membaca tulisan marthin luther yang didasari dari surat Roma


William Tyndale, 1494, orang pertama yang terjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Inggris. Dia katakan surat Roma adalah bagian yang paling menakjubkan dari Perjanjian Baru


Surat Roma ditulis oleh Paulus. Mengapa surat ini ditulis?

Jemaat di Roma membutuhkan pelayanan Paulus (jika seseorang, pelayanan, membutuhkan hidupmu, Tuhan sanggup memperlengkapi kamu dan membawamu ke sana).


Keadaan dalam jemaat Tuhan di Roma sangat berat. Perkembangan Jemaat Tuhan di sana bisa dibagi dalam 4 tahapan.

  1. Sepenuhnya Yahudi. Mereka ini adalah orang-orang hasil pentakosta pertama di Yerusalem
  2. Sebagian gentiles (bukan Yahudi). Kekaisaran Roma senang mengumpulkan berbagai bangsa di Kota Roma. Gentiles mulai tertarik bergabung dengan Yahudi
  3. Sepenuhnya gentiles (bukan Yahudi) setelah Kaisar Claudius mengusir orang Yahudi supaya keluar dari Roma. Kisah 18:2 Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka.
  4. Setelah Nero menjadi kaisar Roma, dia mengundang Yahudi kembali ke Roma dengan alasan ekonomi dan bisnis. 
Tetapi, karena Nero berambisi membangun kota Roma bergaya Yunani, ingin meruntuhkan kota dengan membakarnya. Kebanaykan penduduk Roma percaya bahwa Nero yang melakukan. Nero menuduh umat Kristen sebagai penyebab kebakaran. 

Ia kemudian menggunakan cara yang sangat keji untuk menghukum umat Kristen. 

  Dalam sebuah arena perlombaan, sebagian umat Kristen ditutupi dengan kulit hewan lalu melepas serombongan anjing pemburu, untuk menggigit dan mencabik-cabik mereka hingga mati. 

  Bagi umat Kristen yang masih tersisa, Nero memerintahkan supaya mereka diikat dengan jerami kering untuk dijadikan obor, dan disusun di dalam sebuah taman, lalu dibakar pada tengah malam, menjadi hiburan bagi Nero.

Sebelum hal-hal ini terjadi, saat orang Yahudi kembali ke Roma atas izin dari Nero, gentiles (orang Kristen non-Yahudi) tidak mau menerima mereka. 

Mengapa? Karena orang Kristen non-Yahudi percaya bahwa orang Kristen Yahudi yang diusir oleh Claudius adalah karen perbuatan Allah. 

Mereka diusir karena mereka sudah menolak Kristus. 

Mereka ditolak Allah karena mereka bukan lagi umat pilihan Allah. Umat pilihan Allah sudah diganti dengan gereja-Nya.
 
Dalam kondisi inilah surat Roma dikirimkan. Hal ini bisa terlihat dari Roma 11:1-5

11:1 Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiripun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin. 

11:2 Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. Ataukah kamu tidak tahu, apa yang dikatakan Kitab Suci tentang Elia, waktu ia mengadukan Israel kepada Allah: 

11:3 "Tuhan, nabi-nabi-Mu telah mereka bunuh, mezbah-mezbah-Mu telah mereka runtuhkan; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku." 

11:4 Tetapi bagaimanakah firman Allah kepadanya? "Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah sujud menyembah Baal." 

11:5 Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia.
 
Apakah Orang Yahudi sudah jatuh sedemikian sehingga tidak bisa dipulihkan? Tidak!!!

Allah sanggup memulihkan mereka. Itu tulisan dalam pasal 11 yang merupakan basic dari pasal 12.

Ada 2 denominasi gereja Tuhan di jantung kekaisaran Roma saat itu. Mereka seharusnya hidup bersama sebagai 1 Tubuh Kristus. 1 iman, 1 baptisan, 1 Tuhan, 1 Juruselamat, 1 Bapa.
 
Roma 12:12 ini hanya mungkin terjadi jika Roma 12:1-2 terjadi dalam hidup kita.


Yakni: 
relasi keintiman dengan Allah
disiplin rohani
mempersembahkan seluruh hidupnya kepada Allah

Roma 12:1-2 berisikan 2 hal penting: kerjakan dan jangan kerjakan.

Kerjakan: persembahkan hidup kepada Allah

Jangan kerjakan: serupa dengan dunia ini

Ketika kita menghidupi 2 hal ini, itu akan menjadi seperti benturan kuat dan keras dalam hidup kita. 
Benturan yang menghasilkan pembentukan karakter.

Mengapa terjadi benturan?

Karena,
Yeremia 17:9-10 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."

Matius 15:18-19 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
 
Dalam PL, Allah menghendaki korban yang mati. Jika ada dosa orang-orang membawa domba atau kambing dan disembelih lalu dibakar.

Tetapi dalam PB, Allah menghendaki korban hidup (living sacrifice).
Hidup di sini bisa diartikan 2:
a. Hidup kita dipersembahkan bagi Allah.
b. Hidup artinya, kehidupan baru di dalam Kristus (2 Korintus 5;17)
 
Dalam Roma 11:31 -32 demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan. Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.
 
Inilah alasan mengapa kita harus hidup dalam bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan, dan bertekun dalam doa.

Karena kita tela menerima kemurahan Allah dalam Kristus.

Apa itu kemurahan? Kita bisa mengerti dengan membandingkannya dengan keadilan.

Keadilan: kita harus menerima setimpal dengan perbuatan kita

Kemurahan: kita menerima apa yang tidak pantas kita terima.

Jangan jadikan kemurahan Allah menjadi murahan
 

Continue reading Terbentur lalu Terbentuk

Monday, January 9, 2023

,

Apakah Engkau Mengasihi Aku?

 

grefer pollo

oleh: Grefer Pollo


Yohanes 21:18

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

“Jangan sebut nama saya”. Saya mengatakan hal ini kepada Ketua Majelis Jemaat di Gereja tempat saya berbakti. 

Waktu itu, saya dipercayakan sebagai ketua seksi acara peringatan Paskah dan Pentakosta di Gereja. 

Oleh karena acara ini melibatkan semua komponen jemaat dan pembukaan kegiatannya akan dihadiri oleh Gubernur NTT, maka kami semua berlatih sedemikian rupa untuk memastikan acaranya berjalan dengan baik dan memuaskan. 

Saya meminta kepada Ketua Majelis Jemaat tersebut agar memberi sambutan dalam acara pembukaan. 

Beliau setuju dan ingin menyebut nama saya sebagai “sutradara” dari acara dimaksud tetapi saya menolak: “Jangan sebut nama saya”.

 

Saat beliau memberi sambutan di acara pembukaan itu, saya sedang berada di luar gedung gereja karena harus mengawasi semua petugas acara dan memastikan acara berjalan sebagaimana seharusnya. 

Dalam sambutannya itu, beliau menyebut nama saya sebagai “sutradara” dari acara yang sementara berjalan dengan baik. Saat saya mendengar itu air mata saya menetes dan saya katakan dalam hati “ Itu nama Tuhan Yesus yang disebutkan”. 

Secara spontan perkataan ini muncul di hati saya untuk menjaga agar saya tidak terjebak dalam kesombongan, mencari pujian yang sia-sia, ataupun agenda pribadi lainnya. 

Karena memang semua karena Tuhan Yesus dan hanya Dia sajalah yang patut dipuji. Amin.

 

Ada banyak orang yang suka menepuk dada sambil berkata baik secara verbal atau dalam hatinya bahwa tanpa dia sesuatu tidak dapat terjadi ataupun berjalan dengan baik.

 

Kisah dalam Yohanes 21 ini unik. Petrus baru saja 3 kali menyangkal Yesus tetapi dalam percakapan Yesus dengan Petrus, hal penyangkalan itu sama sekali tidak dibicarakan oleh Yesus. 

Percakapan Yesus difokuskan kepada isi hati Petrus, kepada agenda pribadinya. Agenda pribadi Petrus adalah menyelamatkan nyawanya, mengurus pentingan pribadi, dan perutnya sendiri. 

Dan dalam konteks ini agenda Petrus adalah menangkap ikan, sesuatu yang sudah dia tinggalkan beberapa tahun sebelumnya (Lukas 5:11). 

Yesus melihat bahwa agenda ini tidak menghasilkan apa-apa (ayat 3 dan 5). 

Yesus hadir lalu menyediakan apa yang mereka butuhkan (ayat 5 dan 6) kemudian menuntun Petrus kembali kepada agenda yang sudah Yesus percayakan kepadanya sebelumnya (Matius 16:18 - Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya) melalui pertanyaan: “Apakah engkau mengasihi (agapaĂ”) Aku?”.

 

Pertanyaan ini menohok isi hati Petrus. 

Dalam bacaan di atas, Yohanes 21:18, kita dapat melihatnya dari beberapa sudut pandang. 

Tetapi, saya melihat siratan makna bahwa meski Petrus punya agenda tersendiri namun akan ada suatu saat dia akan menyerah kepada agenda Tuhan dalam dirinya (Yohanes 21:19, kematian Petrus memuliakan Allah). 

Pada akhirnya, pertanyaan Yesus “Apakah engkau mengasihi (agapaĂ”) Aku?” telah berhasil mengembalikan Petrus kepada agenda yang sudah Yesus percayakan kepadanya sebelumnya.

 

Dalam perenungan saya terhadap bagian ini saya mendapati bahwa ada orang-orang yang suka menyelipkan agenda pribadi untuk mencari keuntungan pribadi sehingga hilang kepedulian terhadap agenda kelompok. 

Demikian pula mereka yang suka bersaing untuk menunjukkan kemampuan diri. Tuhan Allah memiliki misi besar Kerajaan Allah yang tidak dapat dikerjakan seorang diri ataupun menjadi single fighter. 


Misi Kerajaan Allah dapat dikerjakan melalui perubahan pikiran, jiwa dan hati dari – “AKU sedang dalam misi menjadi KITA sedang dalam misi”.

 

Membawa agenda pribadi yang tidak sejalan dengan misi Kerajaan Allah tidak akan berbuah apa-apa selain membuat kita kecewa dan malu pada akhirnya.

 

Mengingat kembali pengalaman saya di atas, kembali mendorong saya untuk hidup berpusat kepada Kristus. 

Mengingat agenda yang sudah Kristus percayakan dalam tim di mana saya juga ada di dalamnya. 

Untuk melakukannya dengan sepenuh hati dan jiwa, dan mengembalikan segala kemuliaan hanya bagi-Nya.

 

What would have to change in your mind, soul and heart to change from – “I AM on a mission to WE ARE on a mission?”

 


Continue reading Apakah Engkau Mengasihi Aku?

Thursday, December 29, 2022

,

Anugerah Allah di Dalam Kristus

 

grefer pollo

oleh: grefer pollo


Pengantar


Jika kita berjalan di hutan dan menemukan banyak pohon maka itu adalah hal yang biasa.

Tetapi jika kita diajak seseorang pergi ke hutan lalu di sana kita hampir tidak menemukan pohon maka kita akan heran dan mulai berkomentar: hutan tapi tidak ada pohonnya.

Pesan: Dunia ini sudah jatuh ke dalam dosa. Sehinga jika kita menemukan kejahatan tiap hari, sakit dan penderitaan tiap hari, kematian, masalah maka itu adalah hal yang biasa.

Yang luar biasa adalah: jika kita bangun pagi dan melihat di cermin: ada 1 orang berdosa yang masih hidup. Biasanya orang berdosa dihukum

 

Semua kisah romatis selalu berakhir dengan pernikahan

Kita sering membaca kisah romantic atau cerita novel romantic termasuk yang terkenal yakni kisah cinderella: MEREKA KEMUDIAN MENIKAH DAN BAHAGIA SELAMA-LAMANYA.

MESKIPUN DALAM REALITA ATAU KENYATAAN KEHIDUPAN TIDAK ADA KELUARGA YANG SEMPURNA DAN BAHAGIA SELAMA-LAMANYA DI DALAM DUNIA INI.

Sebab mereka yang menikah adalah orang-orang berdosa.

1 orang berdosa saja sudah membuat masalah yang besar apalagi 2 orang berdosa menikah dan hidup bersama.

Bahagia selamlamanya hanya ada dalam KERAJAAN SORGA sebab di sana tidak ada air mata, penderitaan, dosa, dan sakit.

 

Alkitab adalah sebuah kisah romantis yang sempurna: Seorang Bapa mencari mempelai bagi AnakNya

Kisah ini berakhir pada pernikahan Anak Domba Allah

Yesus berulang kali menyebut diriNya adalah Mempelai Laki-laki dan gereja-Nya adalah mempelai perempuan.

Mempelai ini telah jatuh ke dalam dosa. Yesus datang menebus mempelaiNya, menguduskannya, mengajarnya untuk cara hidup di dalam KerajaanNya dan menuntun mempelaiNya sampai kepada hari perkawinan Anak Domba nanti.

 

Kisah hidup Yesus ditulis oleh 4 Injil. Mengapa 4 Injil?

4 Injil membantu kita melihat Yesus dari 4 sudut pandang:

  1. 1. Matius: menceritakan Yesus sebagai Raja atas Yahudi
  2. 2. Markus menceritakan Yesus sebagai Anak Manusia
  3. 3. Lukas menceritakan Yesus sebagai Juruselamat dunia
  4. 4. Yohanis menceritakan Yesus sebagai Anak Allah

Matius, Markus, Lukas disebut sebagai Injil sinoptik. Sinoptik dari kata:

Syn: bersama-sama, optic: melihat -Ă  Injil sinoptik: melihat Yesus dari sudut pandang yang sama

Injil sinoptik melihat Yesus dari luar

Injil Yohanes melihat Yesus dari dalam

Ketika seseorang meninggal biasanya ada:

1. 

    Riwayat hidup yang menceritakan tentang apa yang sudah orang itu lakukan.

  1.     Orang-orang mulai bercerita tentang siapa orang itu
  2.     Jika dia menulis sebuah buku maka buku itu (orang itu) akan bercerita tentang siapa dia

Ke-4 Injil sinoptik melakukan hal itu terhadap Yesus


1. Markus dan Lukas ditulis bagi orang yang belum percaya. Markus menuliskan tentang apa yang Yesus sudah lakukan. Lukas menuliskan tentang apa yang Yesus katakan sedangkan Yohanes menuliskan tentang siapa Yesus itu

 

BACAAN ALKITAB: MATIUS 1: 1-3

1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. 1:2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, 1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,

Menarik untuk merenungkan bagian ini dari sudut 2 Kitab dalam perjanjian lama: Kitab Raja-raja dan Kitab Tawarikh

Kitab Raja-Raja ditulis oleh para nabi sedangkan kitab Tawarikh ditulis oleh para imam.

Kitab Raja-Raja dituis sebelum bangsa Israel dibuang ke Babel. Di situ para nabi menceritakan tentang semua kejahatan yang dilakukan oleh para raja Israel dan Yehuda termasuk perzinahan Daud dan Betsyeba dan segala penyembahan berhala yang dilakukan sehingga mereka dibuang ke Babel.

 

Kitab Tawarikh ditulis setelah mereka kembali dari pembuangan di Babel. Di situ dituliskan hal-hal baik karena semua generasi terdahulu sudah mati. Mereka menulis untuk memulihkan 3 hal penting:

  1. 1.  Rasa memiliki
  2. 2. Menemukan asal usul dari Adam sampai saat itu. Mengetahui asal usul sangat membantu untuk menemukan siapa kita
  3. 3. Menemukan riwayat kerajaan. Mereka mencari dinasti kerajaan Daud dan berharap untuk membangunnya kembali

 

Bacaan Alkitab di atas diawali dengan “Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham”

Jika ditelusuri maka kita akan menemukan bahwa Yesus berasal dari keturunan Daud. Dan ini adalah 1 syarat kemesiasan: DARI KETURUNAN DAUD

Tetapi yang unik adalah nenek moyang Yesus.

Abraham: dikenal sebagai bapa orang beriman namun dia hidup berpoligami

Yakub: dikenal sebagai Israel yang pertama kali dalam Kejadian 32:28:

“Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

Namun, Yakub hidup berpoligami dan menipu saudaranya, bapaknya Ishak, dan Laban, pamannya.

Dalam 3 nenek moyang bangsa Israel hanya Ishak yang tidak poligami dan mendoakan istrinya yang mandul.

Abraham mengambil Hagar saat istrinya mandul

Yakub menolak Lea yang tidak dicintainya

 

Jika Bapak Ibu ingin mencari menantu, pasti akan melihat latar belakang calon menantu itu: SIAPA DIA, SIAPA KELUARGANYA, APA PEKERJAANNYA, dsb


Selain Abraham, Ishak, dan Yakub, disebutkan tentang Yehuda.

Raja Daud dari keturunan Yehuda. Yesus disebut Singa dari Yehuda. Siapakah Yehuda?


Cerita tentang Yehuda bisa dibaca dalam Kejadian 38:1 dst

Suatu kali Yehuda menumpang pada seorang Adulam, yang namanya Hira. Di situ Yehuda melihat anak perempuan seorang Kanaan; nama orang itu ialah Syua. Lalu Yehuda kawin dengan perempuan itu dan menghampirinya. Perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Er. Sesudah itu perempuan itu mengandung lagi, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Onan. Kemudian perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki sekali lagi, dan menamai anak itu Syela. Sesudah itu Yehuda mengambil bagi Er, anak sulungnya, seorang isteri, yang bernama Tamar. Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia. Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: "Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu." Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya. Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga. Lalu berkatalah Yehuda kepada Tamar, menantunya itu: "Tinggallah sebagai janda di rumah ayahmu, sampai anakku Syela itu besar," sebab pikirnya: "Jangan-jangan ia mati seperti kedua kakaknya itu." Maka pergilah Tamar dan tinggal di rumah ayahnya. Setelah beberapa lama matilah anak Syua, isteri Yehuda. Habis berkabung pergilah Yehuda ke Timna, kepada orang-orang yang menggunting bulu domba-dombanya, bersama dengan Hira, sahabatnya, orang Adulam itu. Ketika dikabarkan kepada Tamar: "Bapa mertuamu sedang di jalan ke Timna untuk menggunting bulu domba-dombanya," maka ditanggalkannyalah pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan berselubung, lalu pergi duduk di pintu masuk ke Enaim yang di jalan ke Timna, karena dilihatnya, bahwa Syela telah menjadi besar, dan dia tidak diberikan juga kepada Syela itu untuk menjadi isterinya. Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya. Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: "Marilah, aku mau menghampiri engkau," sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya.

 

Jika kita melihat kisah ini pasti kita tidak akan mau menerima orang seperti Yehuda ini sebagai menantu kita atau menerima dia sebagai pendeta di gereja.

Kita mungkin akan lebih memilih Yusuf menjadi menantu kita karena Yusuf adalah pangeran di Mesir

Allah memilih Yehuda dan bukan Yusuf sebagai nenek moyang Yesus supaya kita tahu dan sadar bahwa Allah memilih kita karena anugerahNya dan bukan karena perbuatan kita

Jika Allahn memilih Yusuf mungkin orang akan berkata: Ya Yesus jadi raja karena memang nenek moyangnya seorang pangeran yang hebat.

Jika kita ikuti cerita Yusuf seolah hampir tidak menemukan dosa dan cela dalam hidup Yusuf. Berbeda dengan Yehuda.

Roma 11: 6

Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.

 

Jika demikian apakah kita akan terus hidup dalam dosa?

 

Penutup

Kisah hidup Salomo

Menulis 3 buku:

  1. 1. Kidung agung di masa muda (tidak ada 1 pun kata Tuhan): anak muda suka kepada kebebasan di luar Tuhan. Tidak hormati orang tua. Mengangungkan cinta dan seks
  2. 2. Amsal di masa paruh baya: nasihati anak-anak untuk dengar didikan orang tua dan hormati Tuhan
  3. 3. Pengkhotbah di masa tua: nasihati anak muda untuk ingat akan Tuhan sebelum tiba hari-hari yang sukar sulit, lutut berantukkan, mata sudah kabur

 

Saat ini mungkin kita sedang menghadapi situasi yang sulit, tertekan karena masalah hidup, penderitaan dan airmata, dan sebagainya

Mari kita duduk diam dan merenungkan anugerah Allah yang besar dalam Kristus bagi kita

Dia telah menanggung semua penderitaan kita

Dia berjanji akan sertai kita dan kembali jemput kita

 

dikhotbhkan di Khotbah GPdI Bethesda 23 Januari 2022, jam 8 pagi

 

 

 



Continue reading Anugerah Allah di Dalam Kristus
,

Renungan: Apakah Anda Terjebak Kesibukan?


grefer pollo

oleh: grefer pollo


 ..., sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” (Lukas 10:40)


Masih teringat jelas dalam benak saya peristiwa 7-8 tahun lalu di saat saya berkendaraan motor kembali ke rumah saya setelah melakukan berbagai kegiatan pelayanan. 

Hampir setiap hari saya akan berangkat ke sekolah sekitar jam 6 pagi dan kembali ke rumah sekitar jam 10 malam karena sepulang sekolah saya melanjutkan berbagai pelayanan yang ada. 

Hampir setiap malam itu pula, di atas motor saya merenungkan semua yang sudah saya lakukan di hari-hari itu, hingga tiba pada sebuah pertanyaan kepada Tuhan sambil sepenuh hati menangis: 

“Tuhan, apakah semua yang saya lakukan ini bermakna di hadapan-Mu atau tidak? Ataukah saya hanya sibuk dengan berbagai hal atau saya hanya menyibukkan diri saya saja?”. 


Ketika saya menyiapkan renungan ini dan cerita saya di atas, saya teringat kepada kisah Maria dan Marta ini. Lalu, saya membuka bagian Alkitab yang memuat cerita ini. 

Oleh karena saya suka etimologi (mempelajari asal-usul suatu kata), saya lalu mencoba mencari tahu makna kata “sibuk”. King James Version (KJV) menggunakan kata “cumbered”. 

Lalu saya mencoba mencari tahu kata Yunani dari kata “cumbered” dan saya menemukan kata “perispaƍ” (baca: per-ee-spah'-o). 

Uniknya dalam Perjanjian Baru kata ini hanya sekali digunakan. Kata ini didefinisikan sebagai to draw around, to draw away, distract atau to be over-occupied, too busy, about a thing. 

Dalam kisah Maria dan Marta (Lukas 10:38-42), Marta-lah yang pertama kali menerima Yesus di rumahnya. 

Tetapi, setelah Yesus berada di rumah Marta, justru Maria-lah yang duduk mendengarkan perkataan Yesus sedang Marta ter-distract dengan berbagai hal sehingga mengabaikan perkataan Tuhan Yesus. 

Mungkin saja Marta terjebak dalam rutinitas yang pada akhirnya menjauhkan dia dari esensi kehidupan yakni firman Allah yang kekal. 

Kembali kepada kisah saya di atas. Kebiasaan saya untuk mempertanyakan arti aktivitas, kegiatan, atau hal-hal lain yang sudah saya lakukan itu pada akhirnya ikut menjaga hati dan hidup saya untuk menghidupi Here for a Reason. 

Saya menghidupi definisi pelayanan sebagai mendengarkan firman Allah lalu melakukan firman itu. 


Orang yang terlalu berani melayani tanpa mendengarkan firman Allah terlebih dahulu akan hidup dalam berbagai kekuatiran dan menyusahkan diri dengan banyak perkara yang tidak perlu.


Refleksi: 

Apakah rutinitas atau tekanan pekerjaan, pelayanan, atau hal lainnya telah menjauhkan kita dari misi yang telah Tuhan percayakan dalam hidup kita? Dari mana kita dapat mengetahuinya? Jika seandainya Tuhan bertanya, “Apa kerjamu di sini?”, apakah jawaban Anda? 


Doa: 

Tuhan, ajarkan kami untuk terus menjaga hati ini dalam segala yang kami lakukan agar tetap berada di dalam misi-Mu yang telah Engkau percayakan kepada kami. Demi Kristus kami memohon. Amin.  

Continue reading Renungan: Apakah Anda Terjebak Kesibukan?