Tuesday, February 24, 2026

Dopamine Hit: Lawan dari Kemiskinan = Ketidakbosanan

 

ged pollo

oleh: grefer pollo


Dopamine Hit
Lawan dari kemiskinan adalah ketidakbosanan

 

Kemiskinan jarang lahir dari perut yang kosong saja. 

Ia lebih sering lahir dari pikiran yang tak tahan hening. 

Di sanalah dopamine hit bekerja. Sunyi tapi mematikan.

 

Dopamin bukan hormon kebahagiaan; ia adalah hormon kejaran. 

Ia tidak membuat manusia puas, justru membuat manusia gelisah jika tidak ada rangsangan baru. 

Scroll berikutnya. Notifikasi berikutnya. Diskon berikutnya. Sensasi berikutnya.

Hidup berubah menjadi mesin pencari “yang cepat, mudah, dan bikin ketagihan.”


Dalam budaya dopamine hit, kebosanan diperlakukan seperti musuh. 

Padahal justru kebosanan adalah ruang lahirnya disiplin, daya tahan, dan visi jangka panjang. 

Ketika seseorang tak sanggup bosan, ia juga tak sanggup menunggu. Dan siapa yang tak sanggup menunggu, tak akan pernah menanam.


Kemiskinan modern bukan semata-mata soal kurang uang, tapi soal ketidakmampuan menunda kepuasan. 

Uang habis bukan karena kecilnya penghasilan, melainkan karena pikiran selalu lapar akan sensasi. 

Beli untuk merasa hidup. Konsumsi untuk menenangkan diri. Hiburan menjadi anestesi bagi kecemasan eksistensial.

 

Ironisnya, sistem tahu ini.

Ekonomi hari ini dibangun bukan untuk membuat orang sejahtera, tapi agar mereka terus terangsang. 

Aplikasi gratis, tapi perhatianmu yang dijual. Konten singkat, tapi menggerogoti fokus. Semua dirancang agar otakmu kecanduan hadiah kecil dan lupa pada tujuan besar.

 

Di sinilah kalimat itu menjadi provokatif sekaligus tidak populer:
lawan dari kemiskinan adalah ketidakbosanan.

 

Orang yang tahan bosan sanggup membaca buku tebal.

Orang yang tahan bosan sanggup menekuni keterampilan tanpa pujian.

Orang yang tahan bosan sanggup hidup sederhana demi masa depan yang belum terlihat.

 

Ketidakbosanan melahirkan ketekunan.
Ketekunan melahirkan kompetensi.
Kompetensi melahirkan nilai.
Dan nilai bukan sensasi yang mengundang keberlimpahan.

 

Maka mungkin masalah kita bukan kurang motivasi, tapi kelebihan dopamin murah. 

Kita terlalu sering “merasa hidup”, tapi jarang benar-benar membangun hidup.

 

Di zaman ketika semua berlomba memberi dopamine hit, keberanian terbesar justru adalah memilih sunyi. Duduk lama dengan satu hal. Menolak gangguan. Mengizinkan diri bosan sampai dari kebosanan itu lahir sesuatu yang bernilai.

 

Karena kemiskinan bukan hanya soal isi dompet.

Ia juga soal kedangkalan fokus.

Dan fokus yang dangkal selalu mahal harganya.


Setia itu MAHAL, karena itu tidak dapat diraih oleh mereka yang MURAHAN


0 comments:

Post a Comment