Thursday, October 15, 2020

,

Tantang Tren Disrupsi Pendidikan


 


oleh: Grefer E. D. Pollo, S.P., M.Pd

 Grefer Ged Pollo
ged.pollo 




Covid-19 yang melanda seluruh dunia pada akhir tahun 2019, sampai kini telah cukup berhasil membangun sebuah disrupsi kehidupan termasuk pendidikan. Sistem pembelajaran jarak jauh telah mulai menjadi sebuah keniscayaan dan perlahan namun pasti sudah menjadi kebutuhan dasar. Berbagai upaya dari pemerintah dan swasta dalam mendukung hal ini juga telah dikerjakan secara serius dan bertahap.


Namun, sebuah pertanyaan penting dimunculkan, apa yang akan terjadi dengan pendidikan Indonesia jika pandemi covid-19 ini berlalu?


Apakah model pendidikan akan kembali kepada sebelumnya atau justru akan lebih berkembang dengan penggunaan teknologi informasi yang pastinya akan lebih canggih?

Dalam sebuah webinar bertemakan "Menyusun Strategi Pendidikan Masa Depan Pasca Pandemik" pada Selasa, 9 Juni 2020, melalui kerja sama Tanoto Foundation dan Mahir Academy, Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit (akademisi, pakar teknologi informasi, Direktur PGRI SLCC) sebagai pembicara utama mengatakan bahwa meskipun pandemi covid-19 ini telah memporakporandakan banyak lini kehidupan termasuk pendidikan, namun, jika semua bisa melewati ini dengan baik maka akan terbentuk masyarakat yang lebih kuat dan tangguh.


Prof Eko melihat bahwa efek pandemi ini telah membentuk 4 kuadran pendukung pendidikan yang terdiri dari orangtua siswa, siswa, guru, dan masyarakat. 


Beliau merinci kuadran 1 sebagai peranan orangtua siswa sebagai guru. Pada kuadran ini, orangtua siswa memiliki banyak peluang dan kontrol terhadap anaknya. 

Komunikasi yang lebih dimungkinkan antara orangtua dan anak. untuk alasan tertentu,maka orangtua siswa berkomunikasi dengan guru untuk mengklarifikasi tugas-tugas yang belum jelas. 


Orangtua siswa pun memiliki kesempatan besar untuk menanamkan nilai-nilai hidup dan karakter yang baik kepada anaknya.


Pada kuadran 2 terdapat siswa yang memiliki banyak peluang untuk berkreasi dan berinovasi. Mereka mendapatkan pendampingan yang minim dari guru sehingga harus berjuang cukup mandiri untuk menyelesaikan berbagai tugas. 


Ya, generasi yang kuat adalah generasi yang telah berhasil keluar dari berbagai kungkungan dan tekanan. Dengan menggunakan berbagai kemampuan imajinasi dan kreasi mereka menjadi terbiasa untuk mengelola prioritas dan keadaan secara mandiri.


Pada kuadran 3 adalah ruang di mana para guru mau tidak mau harus beradaptasi dengan berbagai peralatan dan perlengkapan teknologi yang mungkin selama ini kurang disentuh. Guru menyiapkan berbagai materi pembelajaran secara daring dan mempresentasikannya demikian juga.


Pada kuadran 4 peran masyarakat untuk turut mengambil bagian dlaam menyediakan berbagai platform belajar daring baik secara gratis maupun berbayar.


Baca juga: 

https://halobelajarsesuatu.blogspot.com/2020/10/sekolah-di-padang-gurun.html


VUCA WORLD


Masa pascaperang dingin, untuk menggambarkan situasi geopolitik di Afghanistan dan Irak, US Army War College memperkenalkan istilah VUCA.

VUCA adalah singkatan dari Volatility (ketidakberaturan), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kerumitan), and Ambiguity (ketidakjelasan).

Konsep VUCA kemudian diadopsi oleh dunia bisnis. VUCA world. 

VUCA world digambarkan sebagi sebuah dunia yang mengalami dinamika sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya yang serba cepat dan sulit diprediksi sehingga menjadi gangguan bahkan kekacauan yang menerpa berbagai organisasi dan institusi. 

Situasi ini seolah begitu mengambang dan tidak jelas sehingga terus menjadi pertanyaan yang sulit dijawab. Apalgi didukung oleh adanya disrupsi dari perubahan perilaku konsumen sebagai efek domino dari disrupsi teknologi.

VUCA world telah berhasil membentuk tren baru. Oleh sebab keadaan yang serba tidak pasti ini makanya jika beberapa dekade lalu perusahaan mencari pekerja, lalu beralih menjadi pekerja mencari perusahaan, sekarang kembali  perusahaan-perusahaan justru sibuk mencari pekerja-pekerja berbakat dan bertalenta untuk bekerja kepada mereka. 

Jika dulu, keunggulan ditempatkan pada mesin, modal, kondisi geografis, maka sekarang pekerja-pekerja yang berbakat yang mampu beradaptasi dan mengelola VUCA world-lah yang diunggulkan. 

Meski demikian, sangta sulit mengubah VUCA world, kecuali melakukan beberapa kemungkinan penyesuaian secara bijaksana, seperti: menetapkan sasaran dan target realistis yang jelas, akurat, menantang; dengan hikmat dan bijaksana memprediksi tren masa depan dan menyiapkan berbagai kemungkinan pengelolaan institusi, dan mengembangkan kemampuan spiritualitas dalam doa kepada Tuhan agar tidak perlu takut menghadapi tantangan yang justru akan memacu institusi kepada kemajuan.

Efek VUCA dalam hidup sehari-hari terlihat pada hadirnya aktivitas transportasi online atau digital. Misalnya ojek online yang mulanya mendapat respon negatif tetpai kemudian mulai merambah ke berbagai daerah dan menjadi kebutuhan primer. 

Keadaan volatility-nya terlihat dari ketersediaan layanan antar jemput barang dan makanan maupun sistem pembayaran e-money, dan sebagainya.

Kondisi ini tentunya tidak hanya akan berhenti di dunia bisnis namun akan merambah semua keadaan termasuk pendidikan. 

Bagaimana dunia pendidikan erespon akan hal ini. Salah satu caranya adalah melalui penggunaan teknologi. 

Pembelajaran daring menggunakan berbagai platform bisa menjadi solusi yang inovatif dan kreatif untuk mengatasi dan mengelola disrupsi ini. 

Juga menggunakan berbagai software keuangan unutk mengelola keuangan sekolah.


baca juga: 

https://halobelajarsesuatu.blogspot.com/2020/05/belajar-di-dari-rumah-teknologi.html


Mengatasi kondisi uncertainty dengan cara mengumpulkan berbagai data yang akurat menggunakan teknologi informasi dan mengolahnya menjadi informasi yang layak dan dapat dipercaya. 

Kondisi complexity dapat dikelola melalui mengkorelasikan berbagai masalah yang ada dan menemukan titik-titik masalahnya lalu berusaha menemukan solusi yang tepat.

Kondisi ambiguitas dapat dikelola melalui berbagai ujicoba hipotesa yang ada untuk mendapatkan gambaran yang akurat sebelum mengambil keputusan. 


Kualitas lulusan masa kini  
Tren Tantangan Pendidikan Masa Depan


Menyikapi keadaan di atas dunia pendidikan perlu memperhatikan kualitas pembelajaran karena akan memberi dampak kepada kualitas lulusan dan ketersediaan tenaga kerja yang mumpuni dan dapat menyelesaikan masalah sesuai tantangan dan zamannya. 

Kualitas tersebut dapat mulai diperhatikan dari 8 Standar Nasional Pendidikan dalam hal ini terutama proses pembelajaran. 

Berbicara mengenai proses pembelajaran tidak terlepas dari urusan kurikulum. Para guru dapat melakukan inovasi pembelajaran lebih kontekstual kepada situasi pandemi dan efeknya sehingga melatih siswa memecahkan masalah dan berempati dalam membangun relasi dengan sesama. 

Misalnya melakukan interdisiplineri mata pelajaran Fisika, Kimia, Bahasa Indonesia, PKn, IPS, Matematika, dan Agama dalam membahas masalah disinfektan dan efeknya terhadap kehidupan bermasyarakat.

Demikian juga seiring dengan kondisi pandemi dan VUCA wolrd (dunia VUCA) maka beberapa langkah lain yang mungkin dilakukan adalah melakukan tinjauan ulang atas sasaran dan target pembelajaran yang diukurkan kepada kondisi real masa normal baru dan dunia VUCA. 


Setelah langkah ini, perlu dilihat kembali juga sumber daya yang ada apakah dapat digunakan untuk mencapai target baru di atas. Para pemimpin sekolah perlu melakukan pemetaan terhadap keadaan guru dan siswa untuk mengetahui apakah mereka siap melakukan model pembelajaran baru yang dirancang oleh sekolah, misalnya home based learning atau blended learning. 

Lalu, pemimpin sekolah juga perlu menelaah sejauh mana rentang antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya termasuk pemutakhiran penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan keuangan sekolah untuk menyusun langkah-langkah strategis dan teknis taktis untuk menjembatani hal itu, dan langkah puncak yang penting adalah melaksanakan semua itu secara kreatif, inovatif, dan bijaksana dengan tetap bermitra dengan stakeholder dan pemerhati pendidikan.

 

baca juga: 

https://halobelajarsesuatu.blogspot.com/2020/08/mendidik-anak-sesuai-tantangan-dan-zamannya-era-digital.html


Tantangan pendidikan masa depan akan mejadi sangat kompleks di dunia VUCA. Karena itu proses pendidikan tidak bisa lagi hanya berfokus kepada menyiapkan siswa untuk menguasai ketrampilan tertentu. 

Sebab jika demikian, maka saat teknologi baru sudah muncul maka sangat mungkin ketrampilan yang baru dikuasai itu sudah tidak dapat digunakan lagi. 

Pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki daya sintas (bertahan hidup dalam kondisi yang tidak diinginkan, dalam jangka waktu yang lama) saja, tetapi harus dikembangkan dengan berbasis kepada penguatan kapabilitas siswa. 

Salah satu pilar transformasi pendidikan yang dapat dilakukan sekarang adalah melalui pembelajaran efektif dan menyenangkan melalui sistem dalam jaringan.

Pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dilakukan menggunakan berbagai metode belajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa (audio, visual, kinestetis), pendekatan sosio-humanis-religius, menuju ketercapaian tujuan pembelajaran, dan holistis (intelligence quotient, emotional quotient, spiritual quotient, dan adversity quotient). 

Dalam mempersiapkan ini guru harus memperhatikan kualitas pembelajaran, waktu, kurikulum, media yang digunakan, disrupsi kehidupan sebagai akibat dari hadirnya perkembangan artificial intelligence (AI), big data, dan connectivity

Kesemuanya ini menuntut rekonstruksi dari pemikiran akan mengejar spesialisasi dini dan sekedar ketrampilan teknis-taktikal dari seorang siswa. Sejak awal seorang siswa mesti diajar akan pentingnya memiliki wawasan berpikir generalis, strategis, holistis, melalui pembelajaran yang interdisiplin dan transdisiplin. 

Oleh bantuan big data dan connectivity siswa harus diajar untuk memiliki kemampuan berpikir dan daya analitis-sintetis. Sebagai seorang manusia, siswa harus dipersiapkan untuk mengerjakan apa yang mesin tidak dapat lakukan.



References

Adit, A. (2020, Juni 9). 5 Langkah Susun Strategi Pendidikan di Masa Depan Pasca Pandemi. Retrieved from Kompas.com: https://edukasi.kompas.com/read/2020/06/09/180742171/5-langkah-susun-strategi-pendidikan-di-masa-depan-pasca-pandemi?page=all

Aryanta, I. K. (2020, Mei 30). Menjaga Kualitas Pendidikan Di Masa Pandemi. Retrieved from NusaBali.com: https://www.nusabali.com/berita/74253/menjaga-kualitas-pendidikan-di-masa-pandemi

Binar, R. (n.d.). VOLATILITY, UNCERTAINTY, COMPLEXITY, AND AMBIGUITY (VUCA). Retrieved from Binakarir: http://binakarir.com/volatility-uncertainty-complexity-ambiguity-vuca/

Kenali VUCA untuk Identifikasi Strategi Bisnis Anda. (n.d.). Retrieved from Jurnal Enterpreneur: https://www.jurnal.id/id/blog/kenali-vuca-untuk-identifikasi-strategi-bisnis-anda/

Mardiya. (2009, Desember 22). Mardiya. Retrieved from PENDIDIKAN MASA DEPAN, KONSEP DAN TANTANGAN: https://mardiya.wordpress.com/2009/12/22/pendidikan-masa-depan-konsep-dan-tantangan/

  






 


14 comments:

  1. Materi ini mau disertakan dalam lomba ko? Beta senang baca. Kirimkan ke penyelenggara.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih Pak Roni. Rencana demikian tapi dengan revisi seperlunya

    ReplyDelete
  3. Mntap pak guru demi anak bangsa walau negeri kita msh dlm kondisi yg serba waspada adanya covid 19 tp kita ttp yakin bhw Tuhan sll bersama dlm menjlnkan tugas pelayanan kita dgn berbagai cara yg mufdah dan dpt dimengerti oleh anak didik kita. Gbu all

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kaish untuk responnya. Setiap tantangan akan menjadi masa yang baik bagi pengembangan diri dan pendidikan. Jbu

      Delete
  4. Ulasan yang sangat inspiratif.Bagi pencinta pendidikan dan kaum intelektual tentu cerdas dalam merespon sikon saat ini. Sukses buat pak Grefer Pollo. Lanjutkan sahabatku

    ReplyDelete
  5. Terima kasih Clania. Kiranya inspirasi ini mendapat respon baik dari pemerhati dan pecinta pendidikan

    ReplyDelete
  6. Benar pak Guru,pendidikan harus lebih maju setelah pandemi jangan pandrmi membuat kita lemah tetapi kita harus bangkit menuju Indonesia maju.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. terima kasih ibu Yohana untuk komentar yang mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia

    ReplyDelete
  9. Replies
    1. terima kasih sudah berbagi. Tuhan Yesus berkati

      Delete